- PT Pertamina EP Adera Field menemukan cadangan minyak baru di Sumatera Selatan melalui uji alir sumur ABB-143 (U1) pada 30 Desember 2025.
- Sumur ABB-143 (U1) menunjukkan potensi produksi awal mencapai 3.442 barel per hari tanpa alat bantu selama uji coba.
- Penemuan ini didorong data seismik 3D Abab 2023 dan ditargetkan mendukung peningkatan produksi migas Adera Field tahun 2026.
Suara.com - PT Pertamina EP (PEP) Adera Field menemukan cadangan minyak baru dengan potensi produksi mencapai 3.442 barel per hari (BOPD) di Sumatera Selatan. Temuan itu berasal dari sumur ABB-143 (U1) yang menjalani uji alir selama dua jam pada 30 Desember 2025.
General Manager Pertamina EP Zona 4 Djudjuwanto mengatakan temuan tersebut diharapkan dapat memberikan tambahan produksi harian sekitar 458 barel minyak per hari pada kondisi operasi tertentu.
"Dengan estimasi total potensi perolehan minyak atau Estimated Ultimate Recovery (EUR) sekitar 750 ribu barel minyak berdasarkan perbandingan dengan sumur referensi,” kata Djudjuwanto lewat keterangannya pada Selasa (6/12/2025).
Berdasarkan pengujian yang berlangsung dari pukul 14.30–16.30 WIB, sumur ABB-143 (U1) menunjukkan kemampuan produksi sebesar 3.442 BOPD, tanpa alat bantu. Hasil uji alir itu dinilai lebih merepresentasikan kondisi aliran yang stabil.
Hasil uji itu bukan angka produksi harian jangka panjang, tetapi menjadi dasar awal untuk menilai kinerja sumur dan karakteristik lapisan batuan penyimpanan minyak (reservoir).
Selanjutnya setelah proses pembersihan sumur (clean up) selesai, PEP Adera Field melanjutkan dengan uji multi laju alir (multi rate test). Pengujian dilakukan untuk mengetahui laju produksi yang ideal, perbandingan gas terhadap minyak (gas-oil ratio atau GOR), serta kandungan air dalam minyak (watercut).
Pasca proses pembersihan sumur, PEP Adera Field melaksanakan pengujian alir bertingkat atau multi rate test. Langkah ini bertujuan untuk menetapkan level produksi paling ideal, menghitung perbandingan gas dan minyak, serta memantau tingkat kandungan air.
Hasil pengujian akan dijadikan dasar pengelolaan reservoir yang baik (good reservoir management) guna menjaga keberlanjutan (sustainability) produksi serta memperoleh perolehan minyak (recovery) yang optimal.
Adapun penemuan tersebut didorong oleh pemanfaatan data seismik 3D Abab yang diakuisisi pada 2023, dan studi komprehensif dari Tim Geologi, Geofisika, Reservoir, dan Produksi (GGRP) PEP Adera Field. Akurasi pemetaan tersebut terbukti efektif dalam meminimalisir risiko dan meningkatkan rasio keberhasilan pengeboran.
Baca Juga: Cadangan Minyak Indonesia Cuma 4,4 Miliar Barel, Terbanyak di Kalimantan
Djudjuwanto menyampaikan penemuan itu menjadi suntikan bagi PEP Adera Field dalam meningkatkan produksi migas di tahun 2026. Penemuan ini juga diharapkan dapat mendorong tercapainya target lifting 1 juta barel per hari yang ditetapkan pemerintah.
"Inovasi teknologi dan penerapan pendekatan-pendekatan baru mendorong kinerja PEP dalam mewujudkan ketahanan energi nasional," kata Djudjuwanto.
Berita Terkait
-
KPK 'Korek' Ketum Hiswana Migas di Pusaran Korupsi Digitalisasi SPBU Pertamina
-
Kuasa Hukum Kerry Riza Ungkap Keanehan dan Kejanggalan Sidang Kasus Pertamina
-
Resmi Ditahan KPK, Eks Direktur Pengolahan Pertamina Muncul dengan Gunakan Kursi Roda
-
Minyak di Balik Serangan AS ke Venezuela, Mengapa China Paling Rugi?
-
Terima Suap Rp1,7 Miliar, Eks Direktur Pertamina Chrisna Damayanto Ditahan KPK
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
ASDP Tunda Alihkan Rute Kapal Ferry Bajoe-Kolaka, Ini Penyebabnya
-
Pertamina Raih Efisiensi Setelah Ubah Sistem Distribusi FAME Lewat Pipa
-
Perhatian! 18 Emiten Diusir BEI dari Pasar Modal RI, Ini Daftarnya
-
OJK Masih Telusuri Pelanggaran Kasus Debt Collector Mandiri Tunas Finance
-
Siap-siap! Pergi ke Stadion JIS Bisa Naik KRL Mulai Juni
-
Awas, Kendaraan 'STNK Only' Bisa Jadi Awal Petaka! Ini Penjelasan OJK
-
IHSG Tertekan Rekor Teburuk Kurs Rupiah, BBRI Jadi Salah Satu Rekomendasi Analis
-
Anggaran EO BGN Tembus Rp113 Miliar: Publik Minta Transparansi, BGN Klarifikasi
-
Jejak di Balik PT Yasa Artha Trimanunggal, Dipercaya Garap Proyek Triliunan BGN
-
Purbaya Buka Opsi Tukar Guling PNM dan Geo Dipa Demi Bantu Kredit UMKM