Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menyoroti sejarah kepemimpinan Direktur Utama pertama Pertamina, Ibnu Sutowo ketika peresmian proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan senilai Rp123 triliun pada Senin (12/1/2026).
Prabowo mendorong agar Pertamina masa kini mengambil peran sebagai penggerak modernisasi dan pembangunan nasional sebagaimana yang dilakukan pada awal berdirinya perusahaan, era Ibnu Sutowo.
Lantas, menarik diulas, Siapa Ibnu Sutowo? Sosok yang juga dikenal sebagai kakek mertua dari aktris Dian Sastrowardoyo ini merupakan pilar penting di era Orde Baru, sebelum akhirnya dicopot oleh Presiden Soeharto akibat krisis besar yang melanda perusahaan.
Profil Ibnu Sutowo
Ibnu Sutowo lahir di Grobogan, Jawa Tengah, pada 23 September 1914. Perjalanan profesionalnya dimulai dengan menempuh pendidikan kedokteran selama satu dekade di Nederlands Artsen School (NIAS) Surabaya.
Setelah lulus pada tahun 1940, ia memulai praktiknya sebagai dokter di wilayah Palembang dan Martapura, termasuk aktif dalam upaya penanganan malaria.
Titik balik hidupnya terjadi pasca-kemerdekaan Indonesia. Pada akhir 1946, ia resmi bergabung dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dan dipercaya menjabat sebagai Kepala Jawatan Kesehatan Tentara di Sumatera Selatan.
Karier militernya terus menanjak hingga ia menduduki posisi strategis sebagai Deputi II Bidang Operasi Kepala Staf Angkatan Darat pada periode 1956-1968.
Peluang besar bagi Ibnu Sutowo muncul pada tahun 1957, saat ia ditunjuk memimpin PT Permina, cikal bakal Pertamina, di tengah kebijakan Dwifungsi ABRI.
Baca Juga: IKN Nusantara: Narasi Kian Meredup Meski Pembangunan Terus Dikebut?
Kepemimpinannya didukung penuh oleh Presiden Soeharto, yang kemudian membawanya menduduki kursi-kursi menteri di bidang migas pada medio 1966-1967.
Puncaknya, pada tahun 1968, ia dilantik sebagai Direktur Utama pertama Pertamina.
Di bawah arahannya, Pertamina berkembang menjadi raksasa energi global yang tidak hanya mengelola minyak, tetapi juga masuk ke berbagai sektor pembangunan infrastruktur dan modernisasi.
Meski dikenal visioner, gaya manajemen Ibnu Sutowo kerap dinilai terlalu independen dan mengabaikan transparansi.
Pertamina beroperasi tanpa pengawasan ketat dari Bappenas maupun DPR, yang pada akhirnya memicu kebocoran finansial masif.
Krisis memuncak saat terungkap bahwa Pertamina terjerat utang luar negeri hingga US$ 10,5 miliar, angka yang jauh melampaui kemampuan bayar negara saat itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Eks Jenderal TNI Jadi Bos Peruri, Ini Alasan BP BUMN
-
5 Cara Atasi Pompa Air Nyala Tapi Air Tidak Mau Naik, Gratis Tanpa Panggil Tukang Servis
-
Usai Dicek FBI, Don Ritto Berikut Tumpukan Emas dan Dolar Dilimpahkan ke Kejagung Besok!
-
Resmi! Iran Siap Angkat Senjata Melawan Amerika Serikat
-
DBS Indonesia Ramal IHSG Tembus 8.000, Rupiah Bisa Menguat ke Level Rp17.600
-
Hyunsuk CIX Gabung Study Group 2, Bakal Jadi Musuh Utama Hwang Minhyun
-
Hilang 3 Hari, Eks Sales Rokok di Nganjuk Ditemukan Terkubur Tak Wajar di Pekarangan Rumah
-
3 Zodiak Paling Dibenci karena Sifatnya yang Nyebelin, Ada Favoritmu?
-
Modernisasi Pelabuhan Dorong Efisiensi Distribusi Pupuk Nasional
-
Efek AS Blokir Selat Hormuz Sudah Terasa, Tanker Minyak Menuju Iran Lumpuh