Bisnis / Makro
Kamis, 15 Januari 2026 | 15:18 WIB
ARSIP - Aktivitas produksi di PT Sansan Saudaratex Kota Cimahi. [Suara.com/Ferrye Bangkit Rizki]
Baca 10 detik
  • Sektor TPT BEI menguat signifikan pada Kamis (15/1/2026) dipicu komitmen pemerintah merevitalisasi industri padat karya tersebut.
  • Katalis utama adalah rencana alokasi dana segar sekitar Rp100 triliun yang dikelola oleh Danantara untuk sektor ini.
  • Pemerintah juga berencana mengaktifkan kembali BUMN tekstil serta dukungan pembiayaan ekspor Rp2 triliun.

Suara.com - Sektor industri tekstil dan produk tekstil (TPT) menjadi bintang pada sesi perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (15/1/2026).

Sejumlah saham emiten garmen terpantau melesat tajam hingga masuk dalam daftar top gainers, bahkan beberapa di antaranya menyentuh batas Auto Reject Atas (ARA).

Lonjakan harga saham ini merupakan respons positif pasar terhadap komitmen serius pemerintah dalam merevitalisasi industri padat karya.

Kabar mengenai alokasi dana segar mencapai Rp100 triliun untuk memperkuat sektor ini menjadi katalis utama yang mendorong aksi beli masif oleh para investor.

Berdasarkan data perdagangan bursa, saham PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) memimpin reli dengan lonjakan 34,15 persen ke posisi Rp110 per saham.

Kenaikan signifikan juga dibukukan oleh PT Ever Shine Textile Tbk (ESTI) yang menguat 34,04 persen ke level Rp189 per lembar saham.

Emiten lain di sektor serupa yang turut mencatatkan rapor hijau tebal antara lain:

PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV): Naik 31,62 persen ke Rp179.
PT Trisula International Tbk (TRIS): Menguat 23,53 persen ke Rp252.
PT Indo-Rama Synthetics Tbk (INDR): Melonjak 21,15 persen ke Rp3.380.

Saham lainnya, BELL bahkan naik hingga 110, menguat 24 persen lebih.

Baca Juga: IHSG Diproyeksi Menguat Tipis Hari Ini, Cek Saham-saham Rekomendasi

Optimisme pasar kian menguat seiring rencana Presiden Prabowo Subianto untuk mengaktifkan kembali Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang tekstil.

Langkah strategis ini merupakan bagian dari peta jalan (roadmap) besar untuk mengembalikan kejayaan industri TPT nasional.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa pendanaan untuk proyek ambisius ini akan didukung penuh oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).

"Bapak Presiden mengingatkan bahwa kita pernah memiliki BUMN tekstil dan ini akan dihidupkan kembali. Pendanaan sebesar USD6 miliar (sekitar Rp95 triliun - Rp100 triliun) akan disiapkan oleh Danantara," jelas Airlangga dalam keterangannya, Kamis (15/1/2026).

Suntikan dana besar tersebut diharapkan mampu memperkuat rantai pasok industri dari hulu ke hilir. Dengan integrasi di bawah payung BUMN baru, pemerintah menargetkan efisiensi produksi dan ekspansi pasar internasional yang lebih masif.

Selain penguatan modal, pemerintah juga memberikan dukungan khusus bagi eksportir furnitur dan tekstil melalui skema pembiayaan senilai Rp2 triliun yang dikelola oleh Purbaya.

Load More