- Pada Selasa, 20 Januari 2024, IHSG dibuka menguat namun berbalik turun ke level 9.132 pada 09.06 WIB.
- Perdagangan tersebut mencatatkan 5,01 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi total mencapai Rp 2,34 triliun.
- Analis memproyeksikan IHSG akan menguat terbatas, didorong permintaan domestik kuat serta menanti hasil RDG Bank Indonesia.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat di awal perdagangan, Selasa, 20 Januari 2024 ke level 9.156.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.06 WIB, IHSG justru berbalik di zona merah ke level 9.132 atau turun 0,01 persen.
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 5,01 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 2,34 triliun, serta frekuensi sebanyak 308.800 kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 285 saham bergerak naik, sedangkan 255 saham mengalami penurunan, dan 418 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, ZATA, ARGO, ELIT, HOPE, ESTI, ASHA, KDTN, RLCO, RISE, ERTX, CRAB.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, TRIS, AYLS, INDS, INOV, FLMC, ASPR, RUNS, KIOS, MRAT, GULA, NATO.
Proyeksi IHSG
IHSG sebelumnya mencetak rekor penutupan tertinggi pada perdagangan Senin (19/1/2026). IHSG ditutup menguat 0,64 persen ke level 9.133, meskipun investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp 542 miliar di pasar reguler.
Penguatan IHSG ini terjadi di tengah absennya sentimen global, menyusul Wall Street yang libur memperingati Hari Martin Luther King Jr. (MLK Day). Kondisi tersebut membuat pergerakan pasar domestik lebih banyak ditopang oleh kuatnya permintaan investor dalam negeri.
Baca Juga: Rekomendasi Saham dan Ide Trading IHSG Hari Ini Menurut Para Analis
Analis BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya menilai, penguatan IHSG menegaskan solidnya demand domestik di tengah ketidakpastian global yang masih membayangi pasar keuangan dunia.
"Secara teknikal, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan secara terbatas untuk menguji area resistance di level 9.150," tulis BRI Danareksa Sekuritas.
Dari sisi sentimen, pelaku pasar saat ini menanti hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia. BI diproyeksikan akan menahan suku bunga acuan atau BI Rate di level 4,75 persen, seiring dengan tekanan eksternal dan pergerakan nilai tukar rupiah yang masih melemah.
Selain itu, kebijakan pemerintah di sejumlah sektor dinilai dapat menjadi katalis tambahan bagi pasar saham. Sektor tekstil, komoditas, waste to energy, hingga perbankan disebut berpotensi menjadi tema yang mendorong pergerakan harga saham dalam jangka pendek.
Untuk saham pilihan, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan sejumlah emiten yang dinilai menarik untuk dicermati, yakni PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT), PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).
Dengan kombinasi sentimen domestik yang relatif kuat dan minimnya gangguan dari pasar global, pergerakan IHSG diperkirakan masih akan bergerak positif, meski dengan ruang penguatan yang mulai terbatas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 3 HP Xiaomi dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
Terkini
-
Menkeu Akui Pelemahan Rupiah Bikin Keuntungan Perajin Tahu-Tempe Tergerus
-
Rupiah Tembus Rp18.036 per Dolar dan IHSG Anjlok, Purbaya Ungkap Kendala Terbesar Pemerintah
-
Dasco Ungkap 'Dua Jurus Pamungkas' Kuatkan Rupiah yang Disepakati Gubernur BI dan Menkeu Purbaya
-
Menkeu Purbaya Tegaskan Rupiah Stabil Bisa Ringankan Beban Pedagang Tahu Tempe dan Rumah Tangga
-
Nama Chatib Basri Muncul di Tengah Tekanan Rupiah, Istana Tegaskan Tak Ada Reshuffle
-
Oktober 2026 Ini Pemerintah Siapkan Wajib Halal Nasional, Ini Dampak Bagi UMKM, Bisnis, dan Konsumen
-
Gubernur BI Ungkap 2 Strategi yang Disiapkan untuk Stabilkan Rupiah
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Pasar Sambut Positif Rumor Chatib Basri Jadi Menkeu, tapi Ada Catatannya
-
Kepercayaan Pasar Jadi Taruhan, Isu Pergantian Menkeu Bisa Guncang Rupiah