Bisnis / Makro
Rabu, 21 Januari 2026 | 07:53 WIB
Pengunjung melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • IHSG berakhir stagnan, namun investor asing mencatatkan pembelian bersih senilai Rp6,5 miliar pada saham komoditas dan *big caps*.
  • Analis memprediksi IHSG berpotensi terkoreksi pada perdagangan Rabu (21/1/2026) dengan rentang prediksi pergerakan teknikal tertentu.
  • Bursa Wall Street dan Asia melemah signifikan akibat ancaman tarif impor baru oleh Presiden Trump terkait isu kedaulatan Greenland.

Bursa Asia Ikut Terseret Sentimen "Greenland"

Sentimen negatif dari Washington merembet ke kawasan Asia-Pasifik. Investor mulai mewaspadai potensi kebijakan balasan dari negara-negara Eropa yang dapat mengganggu stabilitas ekonomi global.

Jepang: Indeks Nikkei 225 turun 1,11% menyusul rencana Perdana Menteri Sanae Takaichi untuk membubarkan parlemen (parlemen) dan menggelar pemilu dipercepat (snap election) pada 8 Februari.

Kawasan Lain: Indeks S&P/ASX 200 Australia melemah 0,66%, sementara Hang Seng Hong Kong terkoreksi 0,29%. Sebaliknya, Kosdaq Korea Selatan menjadi salah satu yang bertahan di zona hijau dengan kenaikan 0,83% di tengah pelemahan mayoritas indeks regional.

Ketegangan terkait kedaulatan Greenland dan Kepulauan Chagos yang disinggung Trump menjadi faktor krusial yang diprediksi akan terus menekan selera risiko investor dalam jangka pendek.


DISCLAIMER: Investasi pada instrumen saham dan aset kripto memiliki risiko volatilitas tinggi. Analisis dan rekomendasi yang disajikan merupakan pandangan dari lembaga sekuritas terkait dan bukan merupakan jaminan keuntungan pasti. Selalu terapkan manajemen risiko dan lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum mengeksekusi transaksi di pasar modal.

Load More