- Menkeu Purbaya menyatakan Pemerintah tidak akan memeras Bank Indonesia untuk membiayai program pembangunan, menjaga independensi Bank Sentral.
- Pengajuan Thomas Djiwandono sebagai calon Deputi Gubernur BI telah memenuhi syarat, termasuk pengunduran diri dari keanggotaan Partai Gerindra.
- Deputi Gubernur BI Juda Agung mengajukan pengunduran diri efektif 13 Januari 2026, dan Gubernur BI telah merekomendasikan calon pengganti.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim kalau Pemerintah tak akan memeras Bank Indonesia di tengah isu Thomas Djiwandono menjadi calon Deputi Gubernur BI.
Tanggapan Menkeu Purbaya terlontar usai muncul isu pertukaran jabatan Thomas Djiwandono selaku Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) ke Deputi Gubernur BI. Lebih lagi Thomas adalah keponakan Presiden RI Prabowo Subianto, yang dikhawatirkan menghilangkan independensi BI.
"Dalam pengertian saya enggak akan meras Bank Sentral untuk biayai program pembangunan kita," kata Purbaya usai ditemui di kawasan Kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), dikutip Rabu (21/1/2026).
Bendahara Negara juga menanggapi soal masuknya Thomas ke BI yang dikhawatirkan untuk membantu program-program prioritas Pemerintah. Ia menegaskan kalau anggaran itu bersifat terbuka dan mempersilakan publik untuk mengkritik jika tak sesuai.
"Kan bisa kelihatan sama publik. Kalau diituin publik bisa lihat langsung bisa kritik. Saya juga enggak butuh uang mereka, saya kaya. Kenapa gue mesti minta uang mereka kebanyakan?" kelakar Purbaya.
Purbaya juga mencontohkan kalau program prioritas Pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan anggaran Rp 335 triliun tahun ini sudah cukup. Walhasil ia tak akan meminta BI untuk menambah anggaran MBG.
"MBG kan cukup. Tahun lalu saja cukup. Sekarang kan Rp 335 triliun, itu pun ada desain di anggarannya. Harusnya cukup. Saya enggak perlu uang Bank Sentral untuk itu. Jadi kita akan jaga independensi Bank Sentral dengan Pemerintah semaksimal mungkin," paparnya.
Berbeda halnya ketika kondisi krisis seperti Purbaya contohkan kala Covid-19. Saat itu otoritas fiskal dan moneter harus menyamakan kebijakan untuk menyelamatkan ekonomi.
"Kalau waktu 2020 kan ada krisis yang besar sekali. Sehingga harus disamakan kebijakannya. Kalau sekarang enggak," jelasnya.
Baca Juga: Purbaya Minta Penjelasan BI Kenapa Rupiah Melemah, Akui Aneh Padahal IHSG Naik
Sementara itu Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memastikan bahwa pengajuan nama Thomas Djiwandono sebagai kandidat calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) telah memenuhi syarat.
Salah satu syarat krusial yang telah dipenuhi adalah pengunduran dirinya dari keanggotaan Partai Gerindra.
"Pada saat dicalonkan sudah memenuhi persyaratan-persyaratan. Ya, sudah mengundurkan diri dari keanggotaan partai," kata Prasetyo, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Partai Gerindra di Jakarta, pada Selasa (20/1/2026).
Penegasan ini disampaikannya untuk menanggapi sorotan publik mengenai status Thomas Djiwandono yang sebelumnya dikenal sebagai kader Partai Gerindra.
Di sisi lain Bank Indonesia (BI) buka suara mengenai informasi pengunduran diri Deputi Gubernur Bank Indonesia Juda Agung dari jabatannya sejak 13 Januari 2025.
Dalam hal ini, Direktur Komunikasi BI Denny Prakoso mengatakan Gubernur BI Perry Warjiyo pun telah mengajukan rekomendasi calon pengganti Juda Agung
Tag
Berita Terkait
-
Purbaya Minta Penjelasan BI Kenapa Rupiah Melemah, Akui Aneh Padahal IHSG Naik
-
Purbaya Pede Bisa Bikin Rupiah Menguat dalam Semalam, Akui Tahu Kenapa Melemah
-
Bank Indonesia Diramal Bakal Tahan Suku Bunga, Ini Pertimbangannya
-
Prabowo Ajak Universitas Inggris Bangun 10 Kampus Baru Berstandar Internasional di Indonesia
-
Bertemu PM Inggris, Prabowo Sepakati Kemitraan Strategis Baru Bidang Maritim dan Ekonomi
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 7 Sepatu Nike Tanpa Tali yang Praktis dan Super Nyaman untuk Lansia
Pilihan
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
-
Hashim dan Anak Aguan Mau Caplok Saham UDNG, Bosnya Bilang Begini
-
Harga Kripto Naik Turun, COIN Pilih Parkir Dana IPO Rp220 Miliar di Deposito dan Giro
-
Prabowo Cabut Izin Toba Pulp Lestari, INRU Pasrah dan di Ambang Ketidakpastian
Terkini
-
Muara Sungai Jadi Kunci Pengendalian Banjir, Kementerian PU Turun Tangan
-
Bansos BPNT Tahap 1 2026 Kapan Cair? Simak Jadwal Lengkap Pencairan Tahun Ini
-
Bos BI Tak Mau Ikut Campur Soal Pencalonan Deputi Gubernur BI
-
IHSG Longsor Gegara Aksi Ambil Untung, 556 Saham Kebakaran
-
BI Rate Tetap, Rupiah Langsung Perkasa ke Level Rp 16.936
-
Purbaya Ungkap Penerimaan Negara dari Cukai Rokok Ilegal Bisa Capai Triliunan
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Agincourt Resource Belum Bisa Lakukan Aksi Setelah IUP Tambang Emas Dicabut
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
-
BI Rate Tetap Bertahan di Level 4,75%