- 93% profesional RI terpapar AI, namun kesiapan organisasi masih tertinggal.
- HR wajib fokus pada analytical thinking & teknologi literacy menuju 2030.
- Solusi AI ELSA Speak tingkatkan skor bahasa Inggris 13% dalam 3 bulan.
Suara.com - Dunia kerja di Indonesia tengah mengalami tantangan serius. Data terbaru mengungkapkan bahwa 93 persen profesional di Indonesia telah terekspos oleh teknologi Artificial Intelligence (AI). Namun, angka adaptasi yang tinggi di level individu ini berbanding terbalik dengan kesiapan organisasi yang dinilai masih tertinggal.
Dalam forum eksklusif Rally & Connect yang diinisiasi oleh Perkumpulan Manajemen Sumber Daya Manusia Indonesia (PMSM) dan Human Resources Directors Indonesia (HRDI), terungkap bahwa hambatan utama perusahaan bukan lagi pada akses teknologi, melainkan pada kualitas data, pengembangan kapabilitas, dan kesiapan pola pikir (mindset) karyawan.
Mengacu pada standar World Economic Forum, kompetensi kunci yang dibutuhkan hingga tahun 2030 mencakup analytical thinking, resilience, creative thinking, technology literacy, serta AI and big data. Di sinilah peran krusial komunikasi global muncul sebagai pengaktif kompetensi tersebut.
Managing Director ELSA Speak, Yasser Muhammad Syaiful, menekankan bahwa kemampuan bahasa Inggris yang relevan dengan pekerjaan menjadi medium utama bagi talenta lokal untuk bersaing di level internasional.
"Perusahaan tidak lagi cukup hanya berinvestasi pada sistem, tetapi juga pada kesiapan manusia. Kebutuhan terbesar HR ke depan adalah membangun talenta yang adaptif dan mampu bekerja berdampingan dengan AI," ujar Dudi Arisandi, Ketua Umum PMSM Indonesia.
Sebagai mitra strategis, ELSA Speak memperkenalkan pendekatan AI purpose-centric. Melalui AI learning agent, pelatihan dipersonalisasi sesuai fungsi kerja dan SOP internal perusahaan. Metode ini terbukti secara data meningkatkan kepercayaan diri komunikasi hingga 95%, menaikkan English Proficiency Score (EPS) rata-rata 13% dalam tiga bulan dan mempercepat kesiapan talenta menghadapi standar kerja global 2030.
Acara Rally & Connect juga menandai arah baru PMSM di bawah kepemimpinan Dudi Arisandi. Dengan latar belakang transformasi people and culture di industri digital, Dudi mendorong HR untuk bertransformasi menjadi mitra strategis bisnis yang human-centric namun tetap berbasis data (data-driven).
Kolaborasi antara PMSM, HRDI, dan ELSA Speak ini diharapkan mampu menutup celah kesenjangan antara pesatnya teknologi AI dengan kesiapan SDM di Indonesia, guna memastikan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan di pasar global.
Baca Juga: Deepfake, AI, dan Ancaman Baru untuk Demokrasi Digital
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Indonesia Masih Bergantung pada Obat Impor, Kemandirian Farmasi Jadi Tantangan
-
Nekat Gelantungan di Pintu KRL saat Mabuk, Pria Ini Resmi Masuk Daftar Hitam KAI Commuter
-
Proyek E10 Ambisius, Tapi Siapa Mau Pasok Tebu untuk Pemerintah?
-
Siap War Tiket! Indomaret Fun Run 2026 Bakal Ramaikan Gaya Hidup Sehat Warga Semarang
-
Anggaran Dipotong Pusat, Renovasi 11 Sekolah di Jakarta Terpaksa Mundur ke 2027
-
Gotong Royong Polhut Se-Indonesia, Bangun Rumah untuk Saudara di Aceh Tamiang
-
Dukungan Pendidikan Jadi Langkah untuk Mempersiapkan Generasi Muda Berintegritas
-
Ratusan Hektare Mangrove di Riau Habis Dibabat, Kapolda Turun Tangan
-
Gibran Playing Victim Soal Posisi Duduk? Analis: Bersihkan Istana dari Pengaruh Jokowi!
-
Tumbal Terakhir