Bisnis / Makro
Kamis, 22 Januari 2026 | 13:28 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyoroti rendahnya tingkat utilisasi industri pati ubi kayu nasional yang saat ini baru mencapai angka 43 persen. Foto Fakhri-Suara.com
Baca 10 detik
  • Kapasitas produksi 125 perusahaan pati ubi kayu baru terpakai 43%.
  • Pati ubi kayu vital bagi industri pangan, kertas, kimia, hingga etanol.
  • Pemerintah dorong Neraca Komoditas guna saingi harga dan mutu produk impor.

Suara.com - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyoroti rendahnya tingkat utilisasi industri pati ubi kayu nasional yang saat ini baru mencapai angka 43 persen.

Meski memiliki potensi besar, kapasitas produksi nasional dinilai belum dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung kedaulatan industri dalam negeri.

Dalam acara business matching Pati Ubi Kayu di Jakarta, Kamis (22/1/2026), Menperin menegaskan bahwa penguatan sektor ini merupakan bagian dari strategi percepatan industrialisasi berbasis sumber daya alam.

Langkah ini bertujuan memperkuat keterkaitan hulu-hilir (backward-forward linkage) pada komoditas strategis.

"Saat ini terdapat sekitar 125 perusahaan pati ubi kayu di Indonesia dengan tingkat utilisasi 43 persen," ujar Agus.

Ia menambahkan bahwa peningkatan angka ini sangat krusial, mengingat pati ubi kayu memiliki nilai tambah tinggi dan digunakan secara luas di berbagai sektor, mulai dari pangan (pemanis, camilan, mie) hingga non-pangan (kertas, bahan kimia, dan etanol).

Namun, industri lokal masih terganjal tantangan berat, terutama persaingan harga dan standar kualitas dengan produk impor.

Untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah mendorong sinergi antara produsen lokal dan industri pengguna melalui mekanisme Neraca Komoditas (NK) dan kegiatan business matching.

Langkah ini diharapkan dapat membantu produsen dalam negeri memenuhi spesifikasi teknis yang dibutuhkan industri pengguna, sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor dan menggenjot utilisasi pabrik ke level optimal.

Baca Juga: Menperin: BUMN Tekstil Disiapkan, Dana Rp 100 Triliun Akan Digelontorkan

Load More