- Kementerian Keuangan menerbitkan Rp153 triliun SBN Ritel sepanjang 2025 kepada 262.927 investor baru.
- Sebanyak 58 persen dari total investor SBN Ritel pada 2025 didominasi oleh kalangan perempuan.
- Investor SBN Ritel 2025 paling banyak berasal dari generasi Milenial (51%) dan wilayah Indonesia Barat.
Suara.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatatkan kalau investor Surat Berharga Negara (SBN) Ritel selama 2025 didominasi kalangan perempuan.
Plt. Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR), Novi Puspita Wardani memaparkan kalau selama 2025 Kemenkeu sudah menerbitkan delapan seri SBN Ritel dengan total nominal penerbitan Rp 153 triliun serta menjaring 262.927 investor.
Dari total 262 ribu investor SBN Ritel, Novi menyebut sebanyak 58 persen didominasi oleh kalangan perempuan. Sedangkan 42 persen sisanya adalah laki-laki.
"Ya, perempuan kan yang pegang duit gitu ya. Perempuan yang pegang, terutama yang sudah menikah ya. Perempuan yang pegang duit ya biasanya yang memanage uang keluarga," kata Novi dalam konferensi pers di Kantor Kemenkeu, Senin (26/1/2026).
Alasan kedua, Novi menyatakan kalau secara psikologis, perempuan cenderung lebih senang investasi dengan rasa aman. Sebab SBN Ritel adalah instrumen investasi yang dijamin negara, serta bersifat fixed income alias penerimaan kupon tetap.
"Perempuan tuh senangnya yang pasti-pasti gitu. Enggak senang digantung gitu ya. Nah makanya kelihatan di sini. Kenapa demikian? Karena instrumen SBN ritel ini adalah instrumen yang aman dan bisa memberikan kepastian," lanjut dia.
Jika dikategorikan berdasarkan generasi, Milenial paling mendominasi sebagai investor SBN ritel dengan persentase 51 persen. Disusul Generasi X 29 persen, Baby Boomers 14 persen, Gen Z 6 persen, dan Generasi Tradisionalis (1928-1945) 1 persen.
Untuk profesi, Novi menyebut pegawai swasta paling banyak menjadi investor SBN Ritel sepanjang 2025 dengan persentase 33 persen. Disusul wiraswasta 18 persen, pelajar/mahasiswa 12 persen, hingga ibu rumah tangga 9 persen.
Sementara di kategori wilayah, Indonesia Barat selain DKI Jakarta menjadi investor SBN Ritel paling banyak dengan persentase 62,1 persen. Diikuti DKI Jakarta 27,7 persen, Indonesia Tengah 9,7 persen, dan Indonesia Timur 0,5 persen.
Baca Juga: Bawa Oleh-oleh Investasi Rp90 Triliun, Prabowo Disebut Bikin Investor Asing Makin Percaya RI
Berita Terkait
-
Bawa Oleh-oleh Investasi Rp90 Triliun, Prabowo Disebut Bikin Investor Asing Makin Percaya RI
-
Kemenkeu Terbitkan SBN Pertama 2026, Incar Dana Rp 25 Triliun
-
ANTM Mengamuk! Saham Aneka Tambang Tembus Rekor Baru di Rp4.750
-
Investor Asing Makin Melek, Emiten Diminta Susun Laporan ESG Berkelas Dunia
-
Mayat Wanita Membusuk di Kali Pesanggrahan, Suami Histeris di TKP, Ada Apa?
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
Pilihan
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
Terkini
-
Profil Neta Auto, Perusahaan Mobil Listrik yang Stop Operasi di Indonesia
-
Peran BUMN Tangani Bencana Diapresiasi
-
XRP Tertekan di Bawah 2 Dolar AS, Harga Bakal Makin Turun?
-
Catat Waktunya! Emas Antam Bisa Tembus Rp 3 Juta/Gram Pekan Ini
-
Kemenperin Akan Guyur Dana Rp 318 Miliar untuk Pulihkan IKM Terdampak Banjir Sumatera
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
-
Kekeringan Landa Padang, Kementerian PU Respon Cepat Krisis Air di Padang
-
PPRO Dorong Transformasi Bisnis Lewat Pendekatan Berbasis Pengalaman Konsumen
-
Jadi Calon Deputi Gubernur BI, Thomas Djiwandono Akui Sentimen Pasar Negatif
-
Jadi Kandidat Deputi Gubernur BI, Dicky Kartikoyono Usung Penguatan Sistem Pembayaran