- IHSG dibuka positif pada Selasa (27/1/2026) meskipun diiringi aksi jual bersih asing signifikan mencapai Rp1,01 triliun.
- Analis BNI Sekuritas memproyeksikan IHSG dapat melanjutkan penguatan jika bertahan di atas level support 8880–8900.
- Bursa Wall Street menguat jelang keputusan suku bunga The Fed, sementara pasar Asia menunjukkan pergerakan bervariasi pada hari yang sama.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Selasa (27/1/2026) dengan sentimen positif setelah berhasil ditutup menguat 0,27% pada hari sebelumnya.
Meski demikian, para pelaku pasar tetap perlu waspada karena kenaikan tersebut dibarengi dengan aksi jual bersih (net sell) investor asing yang cukup jumbo, yakni mencapai sekitar Rp1,01 triliun.
Beberapa saham berkapitalisasi besar yang paling banyak dilepas asing pada perdagangan kemarin meliputi BBCA, BMRI, BBNI, MDKA, serta emiten tambang BUMI.
Proyeksi Teknikal IHSG Hari Ini
Fanny Suherman, Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, menilai IHSG masih memiliki ruang untuk melanjutkan tren penguatannya hari ini.
Syarat utamanya adalah indeks harus mampu bertahan kokoh di atas level dukungan (support) krusialnya.
Support IHSG: 8880 – 8900
Resistance IHSG: 9000 – 9050
Berdasarkan analisis terkini, terdapat beberapa saham yang menarik untuk dicermati oleh para investor hari ini: BUMI, EMTK, BREN, CDIA, BRMS, dan PTRO.
Wall Street Menghijau Jelang Keputusan The Fed
Baca Juga: IHSG Mulai Merangkak Naik Senin Pagi ke Level 8.967
Dari pasar global, bursa saham Amerika Serikat ditutup kompak menguat pada Senin malam. Indeks S&P 500 naik 0,50%, Dow Jones menguat 0,64%, dan Nasdaq bertambah 0,43%.
Kenaikan ini didorong oleh antusiasme investor menyambut laporan keuangan raksasa teknologi seperti Apple yang melonjak 3%, Meta naik 2%, dan Microsoft yang menguat 1%.
Fokus utama pasar pekan ini tertuju pada pengumuman suku bunga perdana The Fed tahun 2026 yang dijadwalkan pada Rabu besok. Bank sentral AS diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga acuan di level saat ini.
Di sisi lain, Presiden Donald Trump kembali menggoyang pasar dengan ancaman tarif impor 100% terhadap Kanada jika negara tersebut menjalin kesepakatan dagang dengan Tiongkok. Namun, PM Kanada Mark Carney segera meredam tensi dengan menegaskan bahwa negaranya tidak berencana membuat perjanjian perdagangan bebas dengan Beijing.
Sementara, harga minyak dunia bergerak stabil cenderung turun tipis 0,1% pada Senin kemarin. Minyak mentah Brent berada di level US$65,84 per barel dan WTI di US$61,03 per barel.
Investor saat ini tengah menimbang risiko kelebihan pasokan dunia dibandingkan dengan ketegangan geopolitik yang masih panas.
Sementara itu, bursa saham Asia bergerak bervariasi (mixed). Nikkei Jepang tersungkur lebih dari 1,7% akibat kekhawatiran geopolitik, sedangkan bursa Korea Selatan memberikan hasil kontradiktif di mana indeks Kosdaq melesat tajam lebih dari 7% di saat indeks Kospi melemah.
DISCLAIMER:
Pergerakan pasar saham bersifat dinamis dan sangat dipengaruhi oleh kebijakan ekonomi global serta sentimen geopolitik. Artikel ini disusun sebagai referensi berita dan bukan merupakan instruksi mutlak untuk transaksi beli atau jual. Investasi saham memiliki risiko fluktuasi harga yang tinggi; keputusan sepenuhnya berada di tangan investor.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
Terkini
-
Demonstrasi Mahasiswa Bikin Rupiah Kembali Menguat
-
Harga BBM Naik, Purbaya Pede Tak Semua Warga Pindah ke Pertalite
-
Sinyal Cuan Piala Dunia 2026: 7 Saham Indonesia yang Berpotensi Cetak Gol untuk Investor
-
Rupiah Letoy, Warga RI Ramai-ramai Borong Valas dan Khawatir Ekonomi Memburuk
-
Terbitkan Obligasi USD 1,5 Milar, Danantara Spill Siapa Pembelinya
-
Tak Hanya Saham, Kripto Mulai Jadi Koleksi Warga RI untuk Investasi
-
Mendag Tegaskan Amerika Serikat Negara Tujuan Ekspor Terpenting
-
Sinyal dari Thamrin: Isi Dompet Warga RI Mendadak Ludes, Apa yang Terjadi?
-
Marketeers Tech for Business 2026: Jurus Baru Digital Marketing di Era AI
-
Listrik Sejumlah Wilayah Jawa Padam, Mas Bahlil Bilang Masalahnya di PLN