- Pada Selasa (3/2/2026), IHSG menunjukkan sinyal pemulihan didukung oleh *net buy* asing Rp593 miliar, berlawanan dengan penurunan hari sebelumnya.
- Proyeksi analis BNI Sekuritas menyebut IHSG berpeluang *technical rebound* dengan target menguji level resisten kuat di 8.050.
- Saham unggulan seperti BBCA, BBNI, dan TLKM direkomendasikan untuk pembelian, sementara bursa Asia tertekan kecuali Wall Street yang menguat signifikan.
Suara.com - Pasar modal Indonesia menunjukkan dinamika menarik pada pembukaan perdagangan Selasa (3/2/2026).
Meski pada hari sebelumnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpuruk dengan penutupan minus 4,88%, terdapat sinyal positif dari pergerakan modal internasional. Investor asing justru mencatatkan beli bersih (net buy) senilai kurang lebih Rp593 miliar.
Terlebih, diskusi antara MSCI, BEI, OJK dan KSEI kabarnya menunjukkan hasil positif dan diperkirakan akan menjadi sentimen positif bagi pasar saham Indonesia.
Beberapa saham yang menjadi incaran utama dana asing di tengah kejatuhan indeks adalah BBCA, EXCL, DSSA, ADMR, dan EMAS. Aksi akumulasi ini memberikan harapan adanya pembalikan arah teknikal pada hari ini.
Fanny Suherman, Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, memproyeksikan bahwa IHSG memiliki peluang besar untuk melakukan teknikal rebound. Target penguatan terdekat adalah menguji level resisten kuat di angka 8.050.
Berikut adalah level krusial IHSG untuk perdagangan hari ini:
Support: 7.780 – 7.850
Resisten: 8.000 – 8.050
Berdasarkan analisis dari BNI Sekuritas dan Mandiri Sekuritas, beberapa saham masuk dalam daftar pantauan (watchlist) karena menunjukkan pola pembalikan arah atau berada di area pendukung (support):
1. Rekomendasi Mandiri Sekuritas
Baca Juga: BBRI Melemah Tipis, Analis Ungkap Target Harga Saham dan Rekomendasi
BBNI (BUY): Target harga Rp4.600. Muncul pola Hammer yang mengindikasikan tekanan jual mulai jenuh.
INCO (BUY): Target harga Rp6.400. Posisi harga berada pada support gap, menarik untuk akumulasi.
TLKM (BUY): Target harga Rp3.600. Strategi Buy on Weakness memanfaatkan pelemahan harga yang sudah terbatas.
2. Trading Idea BNI Sekuritas: Selain saham di atas, saham EXCL, GOTO, TINS, INDY, dan WIIM juga menjadi pilihan menarik untuk pergerakan jangka pendek.
Sentimen Global: Wall Street Menghijau, Asia Tertekan
Kabar baik datang dari bursa Amerika Serikat. Wall Street menutup perdagangan Senin (2/2) dengan performa solid. Indeks Dow Jones melonjak 1,05%, diikuti S&P 500 (+0,54%) dan Nasdaq (+0,56%).
Penguatan ini terjadi saat tekanan pada aset kripto dan komoditas mulai mereda, memberikan ruang bagi investor untuk kembali masuk ke pasar saham (risk-on).
Namun, kondisi kontras terlihat di bursa Asia-Pasifik yang mayoritas memerah kemarin:
Berita Terkait
-
IHSG 'Kebakaran' di Awal Februari, Menkeu Purbaya: Ada Faktor Ketidakpastian!
-
Danantara Ikut Hadir Pertemuan BEI-MSCI, Ini Kata Pandu Sjahrir
-
OJK: Bulan Ini Data Kepemilikan Saham di atas 1 Persen Dibuka ke Publik
-
5 Fakta Pertemuan MSCI dan OJK Hari Ini, Ada Sinyal Positif untuk IHSG
-
Di Tengah Gejolak IHSG, Saham Fundamental Justru Mulai Dilirik
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah
-
Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah
-
Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan
-
Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya
-
Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele
-
Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029
-
Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK
-
Bahlil Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik pada Mei
-
OJK: DSI Masih Nunggak Bayar Dana Nasabah Rp 2,4 Triliun
-
Ditopang Margin Kilang Minyak, Laba Barito Pacific (BRPT) Naik 803 Persen di Kuartal I-2026