- Banjir bandang akhir November 2025 di tiga provinsi Sumatra menyebabkan 1.204 jiwa meninggal hingga Januari 2026.
- Hingga Januari 2026, pemulihan pascabencana terkendala tumpukan lumpur yang melumpuhkan fasilitas umum dan rumah warga.
- Total 247.949 rumah rusak, 4.546 sekolah terdampak, serta ratusan jembatan dan ruas jalan utama mengalami kerusakan parah.
Suara.com - Dua bulan pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi besar di Pulau Sumatra pada akhir November 2025, duka mendalam masih menyelimuti wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Hingga akhir Januari 2026, upaya pemulihan terus berjalan meski terkendala tumpukan lumpur yang masih melumpuhkan rumah warga serta fasilitas publik.
Berdasarkan laporan terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang dirilis pada Selasa (27/1/2026) pukul 12.00 WIB, skala dampak bencana ini tergolong sangat masif.
Tercatat sebanyak 1.204 orang dinyatakan meninggal dunia, sementara 140 orang lainnya masih dalam pencarian atau dinyatakan hilang.
Selain itu, sekitar 111,8 ribu warga terpaksa bertahan di tempat-tempat pengungsian karena kehilangan tempat tinggal.
Rincian Dampak Manusia Berdasarkan Wilayah
Tragedi ini tersebar di tiga wilayah terdampak dengan rincian korban jiwa dan orang hilang sebagai berikut:
- Provinsi Aceh: Menjadi wilayah dengan tingkat fatalitas tertinggi dengan 562 korban meninggal dunia dan 29 orang dilaporkan masih hilang.
- Provinsi Sumatera Utara: Mencatatkan 375 korban meninggal dunia, dengan jumlah orang hilang sebanyak 41 orang.
- Provinsi Sumatera Barat: Melaporkan 267 korban meninggal dunia, namun memiliki angka orang hilang paling banyak yaitu mencapai 70 orang.
Infrastruktur Lumpuh dan Ratusan Ribu Rumah Rusak
Dahsyatnya terjangan air dan material longsor tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga menghancurkan urat nadi kehidupan di wilayah terdampak. Data BNPB menunjukkan kerusakan fisik yang sangat memprihatinkan, mencakup:
Baca Juga: Mendes PDT: 29 Desa di Sumatra Hilang Akibat Banjir, Beberapa Berubah Jadi Sungai
Sektor Perumahan: Sebanyak 247.949 unit rumah dilaporkan mengalami kerusakan, mulai dari kategori ringan hingga roboh total.
Fasilitas Pendidikan: Sebanyak 4.546 sekolah terdampak, mengancam keberlangsungan kegiatan belajar mengajar ribuan siswa.
Fasilitas Umum & Kesehatan: Kerusakan meliputi 803 tempat ibadah dan 215 pusat layanan kesehatan yang sangat dibutuhkan di masa darurat.
Aksesibilitas: Mobilitas warga terhambat serius akibat hancurnya 866 jembatan serta rusaknya 2.165 ruas jalan yang menjadi jalur logistik utama.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik
-
Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
-
Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis
-
Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini
-
Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!