Bisnis / Makro
Rabu, 04 Februari 2026 | 07:23 WIB
Pekerja memantau grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Treasury BTN, Jakarta, Senin (2/2/2026). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj]
Baca 10 detik
  • IHSG menguat signifikan 2,52% namun dibayangi aksi jual bersih investor asing senilai Rp760 miliar.
  • Pada Rabu (4/2/2026), IHSG diprediksi bergerak mendatar dengan level support 7.900 dan resistance 8.300.
  • Bursa Asia menguat, namun bursa Amerika Serikat melemah didorong rotasi aset dari sektor teknologi.

Indeks Kospi Korea Selatan memimpin penguatan dengan lonjakan fantastis 6,84%, disusul oleh Nikkei 225 Jepang yang melesat 3,92%.

Perbaikan aktivitas manufaktur di Amerika Serikat memberikan sinyal positif bagi prospek laba perusahaan global.

Namun, perhatian khusus tertuju pada Australia, di mana bank sentralnya (RBA) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 3,85% sebagai langkah meredam inflasi yang masih di atas target.

Dari bursa Amerika Serikat, tekanan justru datang pada sektor teknologi. Para investor mulai melakukan rotasi aset keluar dari saham-saham pertumbuhan tinggi menuju sektor yang lebih sensitif terhadap perbaikan ekonomi riil.

Indeks Nasdaq memimpin penurunan sebesar 1,43%, sementara S&P 500 dan Dow Jones turut melemah.

Fenomena "Magnificent Seven" tampak mulai meredup sementara:

Nvidia turun hampir 3%, memperpanjang fase koreksi di sektor AI.

Microsoft dan Meta terpangkas lebih dari 2%.

Sebaliknya, Walmart melonjak 3% hingga menembus kapitalisasi pasar USD 1 triliun, didorong oleh keberhasilan ekspansi digitalnya.

Baca Juga: Emiten BUMI Bangkit Kembali Setelah ARB, Siapa yang Borong Sahamnya?


DISCLAIMER: Investasi saham memiliki risiko fluktuasi harga yang dipengaruhi oleh dinamika pasar global dan domestik. Analisis yang disajikan merupakan proyeksi teknikal dan bukan merupakan jaminan keuntungan pasti. Investor diharapkan melakukan kajian mandiri dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan sebelum mengambil keputusan investasi. Penulis tidak bertanggung jawab atas kerugian yang mungkin timbul dari keputusan transaksi berdasarkan artikel ini.

Load More