- IHSG menguat signifikan 2,52% namun dibayangi aksi jual bersih investor asing senilai Rp760 miliar.
- Pada Rabu (4/2/2026), IHSG diprediksi bergerak mendatar dengan level support 7.900 dan resistance 8.300.
- Bursa Asia menguat, namun bursa Amerika Serikat melemah didorong rotasi aset dari sektor teknologi.
Indeks Kospi Korea Selatan memimpin penguatan dengan lonjakan fantastis 6,84%, disusul oleh Nikkei 225 Jepang yang melesat 3,92%.
Perbaikan aktivitas manufaktur di Amerika Serikat memberikan sinyal positif bagi prospek laba perusahaan global.
Namun, perhatian khusus tertuju pada Australia, di mana bank sentralnya (RBA) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 3,85% sebagai langkah meredam inflasi yang masih di atas target.
Dari bursa Amerika Serikat, tekanan justru datang pada sektor teknologi. Para investor mulai melakukan rotasi aset keluar dari saham-saham pertumbuhan tinggi menuju sektor yang lebih sensitif terhadap perbaikan ekonomi riil.
Indeks Nasdaq memimpin penurunan sebesar 1,43%, sementara S&P 500 dan Dow Jones turut melemah.
Fenomena "Magnificent Seven" tampak mulai meredup sementara:
Nvidia turun hampir 3%, memperpanjang fase koreksi di sektor AI.
Microsoft dan Meta terpangkas lebih dari 2%.
Sebaliknya, Walmart melonjak 3% hingga menembus kapitalisasi pasar USD 1 triliun, didorong oleh keberhasilan ekspansi digitalnya.
Baca Juga: Emiten BUMI Bangkit Kembali Setelah ARB, Siapa yang Borong Sahamnya?
DISCLAIMER: Investasi saham memiliki risiko fluktuasi harga yang dipengaruhi oleh dinamika pasar global dan domestik. Analisis yang disajikan merupakan proyeksi teknikal dan bukan merupakan jaminan keuntungan pasti. Investor diharapkan melakukan kajian mandiri dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan sebelum mengambil keputusan investasi. Penulis tidak bertanggung jawab atas kerugian yang mungkin timbul dari keputusan transaksi berdasarkan artikel ini.
Berita Terkait
-
Skandal Saham PIPA, Ini Profil dan Para Pemegang Sahamnya
-
Profil PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) dan Pemilik Sahamnya
-
IHSG Menguat Lagi, Purbaya: Pasar Mulai Terima Thomas Djiwandono
-
Diminta Bereskan Saham Gorengan, Purbaya: Jangan Biarkan Investor Ritel Rugi
-
Purbaya: Saya Tak Bisa Kendalikan Saham, Tapi Pastikan Ekonomi Naik Cepat
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
MIND ID Percepat Pemulihan Ekosistem Lewat Reklamasi dan Rehabilitasi DAS Skala Besar
-
IHSG Merosot ke Level 5.835 di Sesi I, Saham CUAN dan DEWA Ambrol
-
PT Pegadaian CPS Pondok Aren Kolaborasi dengan Sahabat Berbagi Tangsel Gelar Santunan Yatim & Dhuafa
-
Investasi Rp339 Triliun, Blok Masela Target Mulai Konstruksi 2027
-
Juli 2026, Pemerintah Mulai Produksi CNG Rumah Tangga Pengganti LPG
-
Harga LNG Naik, INDEF Ingatkan Pemerintah Mitigasi Risiko PHK Industri
-
Purbaya Akui Pemda RI Belum Siap Rilis Surat Utang, Ogah Bangkrut Seperti Argentina
-
Kartu Kredit Infinite Prioritas Hasil Kolaborasi BRI dan Visa: Hadirkan Banyak Keuntungan Eksklusif
-
Beri Kode Jempol Oke! Purbaya dan Nanik Mulai Timbang Pangkas Anggaran MBG?
-
Purbaya Ogah Disalahkan soal Kebijakan Potong Anggaran Era Sri Mulyani: Saya Pewaris Aja