- Pemerintah putuskan dana tanggap darurat Kementerian PU diambil alih dari pos anggaran lain karena Bappenas belum setujui.
- Keputusan diambil dalam rapat Satgas Pemulihan Pasca Bencana Sumatera di Jakarta pada Rabu (18/2/2026).
- Kementerian Keuangan menyatakan negara punya dana cadangan darurat rutin Rp5 triliun untuk respons bencana nasional.
Suara.com - Pemerintah pusat akhirnya mengambil langkah untuk mengurai benang kusut birokrasi terkait pendanaan penanganan bencana di tanah air.
Dalam sebuah keputusan strategis, dipastikan bahwa kebutuhan dana tanggap darurat yang diajukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akan tetap dipenuhi melalui pengalihan dari pos anggaran lain.
Langkah darurat ini diambil menyusul belum terbitnya persetujuan akhir dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), sementara situasi di lapangan menuntut aksi cepat yang tidak bisa ditunda lagi.
Keputusan ini mencuat dalam rapat koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Pasca Bencana Sumatera yang berlangsung di Jakarta pada Rabu (18/2/2026).
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menegaskan bahwa keselamatan masyarakat dan pemulihan infrastruktur pascabencana menjadi prioritas di atas prosedur administratif yang tengah berjalan.
“Berarti diputuskan ya, untuk dana tanggap darurat akan diambilkan dari pos lain karena Bappenas belum setuju, sehingga dana tanggap darurat yang sekarang sedang berjalan akan diambilkan di pos lain. Nanti Mensesneg yang tanggung jawab,” kata Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dalam rapat tersebut.
Pernyataan ini sekaligus memberikan kepastian hukum dan operasional bagi tim di lapangan yang saat ini tengah berjibaku melakukan perbaikan infrastruktur.
Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, telah memaparkan peta jalan kebutuhan anggaran kementeriannya secara komprehensif.
Dalam usulan yang disampaikan ke parlemen, Kementerian PU mengajukan total anggaran sebesar Rp74 triliun untuk program jangka menengah selama empat tahun ke depan.
Baca Juga: Gentengisasi: Solusi Hunian Rakyat atau Sekadar Wacana?
Di dalam proposal raksasa tersebut, tercakup kebutuhan dana tanggap darurat khusus untuk tahun 2026 yang nilainya mencapai Rp4,3 triliun.
Namun, proses ini sempat menemui jalan buntu ketika Bappenas memberikan arahan agar kebutuhan darurat tersebut dialihkan mekanismenya melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Perdebatan mengenai mekanisme ini dikhawatirkan akan memperlambat pengerjaan proyek-proyek vital yang berkaitan langsung dengan nyawa penduduk.
Dody menekankan bahwa sejumlah proyek mendesak, seperti penanganan musibah banjir di Tegal, Jawa Tengah, tidak mungkin dihentikan hanya karena persoalan sumber dana.
Penanganan tersebut krusial bukan hanya untuk aspek keselamatan warga, tetapi juga demi percepatan pemulihan ekonomi di wilayah terdampak.
Ia mengingatkan jika seluruh biaya darurat dipaksa menutup menggunakan anggaran internal rutin kementerian, maka dampaknya akan sangat luas.
Berita Terkait
-
Purbaya Gelontorkan Rp 75 Triliun Pulihkan Banjir Sumatra, Cair Bertahap 3 Tahun
-
Debat Panas di DPR, Dasco Pasang Badan Demi Bantuan Diaspora Masuk ke Aceh
-
Jembatan Darurat Penghubung Warga Terisolasi di Nagari Salareh Aia
-
Update Pascabencana Sumatra, Menkes: 8.850 Rumah Tenaga Kesehatan Terdampak Butuh Renovasi Segera
-
Purbaya Tambah Anggaran TKD Rp 10,65 Triliun ke Aceh, Sumut, Sumbar
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
- 4 Rekomendasi Sampo Urang-Aring untuk Menghitamkan dan Menyuburkan Rambut
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Industri Keramik Mulai Bangkit, Utilisasi Industri Naik ke 75 Persen Tahun Ini
-
Prabowo Siapkan Pelatihan Industri Semikonduktor untuk 15 Ribu Anak Muda
-
PLTS Berkapasitas 71,9 MW Resmi Dibangun, Terbesar di Sektor Semen RI
-
Harga Sawit Anjlok Usai Skema Ekspor Lewat Pintu PT SDI
-
Pengamat Sebut Blackout Sumatra Masih Wajar, Desak PLN Benahi Maintenance
-
IHSG Terbang ke Level 6.206, Ini Daftar Saham yang Cuan
-
Menko Airlangga Sebut Rupiah Lemah Saat Ini Cuma 5 Persen
-
Rupiah Konsisten Melemah saat Mata Uang Negara Lain Menguat Karena Harga Minyak Turun
-
Belajar dari Sejarah! Anggota DPR Misbakhun Klaim Rupiah Lemah Saat Ini Beda dari Krisis 1998
-
BGN Bantah Anggaran MBG Dipangkas Rp67 T Seperti Klaim Purbaya