Bisnis / Energi
Kamis, 19 Februari 2026 | 19:05 WIB
Danantara pada Kamis (19/2/2026) mengatakan sebanyak 24 perusahaan dari China, Prancis, Jepang, Singapura dan Hong Kong telah lolos seleksi dan berhak mengikuti tender proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Waste-to-Energy (WtE). [Antara]
Baca 10 detik
  • Sebanyak 24 perusahaan internasional telah lolos seleksi tender proyek PSEL WtE yang melibatkan empat kota perintis.
  • Peserta wajib konsorsium dan bermitra lokal untuk mendorong transfer teknologi dan penguatan kapasitas nasional dalam proyek strategis ini.
  • DPD RI mendukung inisiatif ini, sembari menekankan pentingnya sosialisasi kesiapan sosial dan kultural masyarakat terhadap teknologi baru tersebut.

Ia menekankan pentingnya penyelenggaraan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai teknologi dan juga edukasi mengenai pemilahan sampah.

“Apakah sudah ada pendekatan langsung ke masyarakat? Teknologi tinggi sekalipun tidak akan maksimal jika kebiasaan pemilahan sampah di masyarakat belum terbentuk," kata dia.

"Efek negatif seperti masalah ISPA di sekitar fasilitas lama menunjukkan perlunya pendekatan menyeluruh. Apabila ada teknologi baru harus ada sosialisasi ke masyarakat khususnya mengenai dampak kesehatan, tambah Jihan.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Stefanus menekankan bahwa teknologi yang digunakan merupakan teknologi WtE generasi terbaru. Sistem yang diterapkan bukan insinerator konvensional, melainkan mechanical-grade incinerator dengan sistem penyaringan berlapis untuk menangkap residu emisi. Sehingga kualitas udara yang dilepas memenuhi standar kesehatan internasional, termasuk rujukan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Program WtE dinilai menjadi fondasi penting bagi penguatan kapasitas teknologi dan sumber daya manusia Indonesia melalui kemitraan antara investor global dan mitra lokal.

Dengan pengumuman pemenang tender yang dijadwalkan dalam waktu dekat, Danantara Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang dialog dan kolaborasi dengan pemerintah daerah, legislatif, dan masyarakat.

Load More