Suara.com - Berikut adalah beberapa tips mengatur THR agar tidak cepat habis dan malah jadi investasi yang bermanfaat.
Lebaran menjadi salah satu momen yang ditunggu, terutama bagi pekerja. Sebab pada momen ini, mereka akan mendapatkan THR dari kantor atau perusahaan mereka
Banyaknya kebutuhan di Hari Raya membuat banyak orang waswas jika uang jatah THR akan digunakan untuk hal yang tidak bermanfaat.
Di bawah ini Suara.com telah merangkum beberapa tips agar anggaran THR tidak cepat habis dan digunakan untuk keperluan lain.
Tips Mengatur THR agar Tidak Cepat Habis
1. Buat Rencana Penggunaan THR Sejak Awal
Jangan tunggu uang masuk baru berpikir mau dipakai untuk apa. Sebelum THR cair, tentukan dulu alokasinya.
- Apa saja kebutuhan wajib menjelang Lebaran?
- Apakah ada cicilan atau tagihan yang harus dibereskan?
- Berapa yang ingin disimpan?
- Dengan memiliki gambaran jelas, kamu tidak mudah tergoda pengeluaran yang tidak direncanakan.
2. Pisahkan Kebutuhan dan Keinginan
- Buat daftar belanja wajib (sembako, kebutuhan keluarga, transportasi mudik).
- Tunda pembelian barang yang tidak mendesak.
- Hindari belanja impulsif hanya karena diskon.
- Ingat, fungsi utama THR adalah membantu kebutuhan hari raya, bukan memenuhi semua keinginan sekaligus.
3. Sisihkan untuk Zakat dan Sedekah di Awal
Baca Juga: Resmi! Cek Tanggal Merah Libur Panjang Sekolah Idul Fitri 2026, Berapa Hari Totalnya?
Agar tidak terpakai untuk hal lain, alokasikan dana zakat, infak, atau sedekah segera setelah THR diterima.
4. Batasi Anggaran Belanja Lebaran
Tidak ada aturan bahwa semua anggota keluarga harus membeli barang baru. Gunakan THR secara proporsional.
Beberapa strategi sederhana yang bisa Anda lakukan agar tidak kalap saat belanja baju dan kebutuhan lebaran lainnya adalah:
- Tentukan batas maksimal belanja.
- Manfaatkan pakaian atau barang yang masih layak.
- Fokus pada momen kebersamaan, bukan gengsi.
5. Sisihkan untuk Tabungan dan Dana Darurat
Salah satu kesalahan umum adalah menghabiskan THR tanpa menyisakan apa pun. Padahal Anda bisa menyisihkan THR menjadi dana darurat.
Caranya dengan memisahkan 20–30% THR masuk ke tabungan. Jika belum punya dana darurat, mulai isi dari THR.
Dana ini akan sangat berguna setelah Lebaran, ketika pengeluaran biasanya masih tinggi.
6. Antisipasi Biaya Mudik
Mudik sering kali membuat pengeluaran membengkak tanpa terasa. Mulai dari tiket, bensin, tol, makan di perjalanan, hingga oleh-oleh.
Agar lebih terkendali, Anda bisa membuat estimasi total biaya sebelum berangkat.
Selain itu, Anda juga bisa mempersiapkan anggaran khusus mudik dan punya prinsip bahwa uang tersebut harus cukup.
Satu lagi, jangan berlebihan membeli oleh-oleh karena sejatinya di rumah orang tuamu sudah punya banyak makanan.
7. Pantau Pengeluaran dengan Aplikasi Perbankan
Mengontrol THR akan lebih mudah jika kamu rutin memantau saldo dan transaksi. Dengan mobile banking, kamu bisa:
- Mengecek sisa dana secara real-time.
- Melihat riwayat pengeluaran.
- Membayar tagihan tanpa keluar rumah.
- Cara ini membantu kamu tetap sadar berapa uang yang masih tersedia.
8. Hindari Utang Konsumtif
Menggunakan paylater atau kartu kredit untuk belanja Lebaran bisa menjadi beban setelah hari raya selesai. Jika tidak benar-benar mendesak, sebaiknya hindari utang konsumtif agar kondisi keuangan tetap sehat.
9. Gunakan Sebagian THR untuk Investasi Jangka Panjang
Selain menabung, kamu juga bisa mempertimbangkan investasi untuk masa depan, seperti:
- Reksa dana
- Saham
- Dana pensiun
- Semakin cepat kamu mulai, semakin besar potensi keuntungan dari efek bunga majemuk dalam jangka panjang.
Itulah beberapa tips mengatur THR yang diterima dari perusahaan agar tidak cepat habis karena hal-hal yang tidak bermanfaat.
Kontributor : Damai Lestari
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Hanya di Jateng, DIY Berlakukan Pajak Opsen 66 Persen, Pajak Kendaraan Tak Naik
- 5 Sepatu Tanpa Tali 'Kembaran' Skechers Versi Murah, Praktis dan Empuk
- Jalan Lingkar Sumbing Wonosobo Resmi Beroperasi, Dongkrak Ekonomi Tani dan Wisata Pegunungan
- 5 Rekomendasi HP Layar Besar untuk Orang Tua Mulai Rp1 Jutaan
- 10 Rekomendasi Cream Memutihkan Wajah dalam 7 Hari BPOM
Pilihan
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
-
Bisnis Dihimpit Opsen, Pengusaha Rental Mobil Tuntut Transparansi Pajak
Terkini
-
Impor Energi dari AS, CORE: Ini Bertentangan dengan Kemandirian Energi
-
Setelah Kesepakatan Dagang, Produk AS Bakal Banjiri Pasar RI
-
Bukan Sekadar Ekspor-Impor, ART Ikat RIAS dalam Koordinasi Kebijakan Global
-
Perjanjian Tarif Resiprokal, Produk Impor dari AS Tak Perlu Sertifikasi Halal? Ini Faktanya
-
Pedagang Pasar Bilang Harga MinyaKita Tak Pernah Rp 15.700/Liter
-
Pedagang Pasar: Harga Pangan Semuanya Naik, Cabai Rawit Tembus Rp 100 Ribu/Kg
-
Bukan Sekadar Renovasi, Program Pondasi Bangun Rasa Aman dan Produktivitas Warga
-
Tak Cuma Dagang, RI-AS Garap Hilirisasi Silika hingga Nuklir Skala Kecil
-
Terbukti Goreng Saham, OJK Beri Sanksi Denda Rp 5,7 Miliar ke Influencer Pasar Modal
-
Purbaya Bebaskan PPN untuk Sumbangan Bencana Banjir Sumatra