Bisnis / Ekopol
Minggu, 22 Februari 2026 | 15:06 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump [USTradeRep]
Baca 10 detik
  • Kesepakatan Dagang Resiprokal (ART) Indonesia-AS terwujud sebagai respons tarif impor tinggi AS sejak April 2025.
  • Kesepakatan ini mengurangi tarif dari 32% menjadi 19% dan memberikan tarif 0% bagi produk unggulan Indonesia.
  • Indonesia membuka akses pasar serta komitmen pembelian energi dan produk pertanian AS sebagai timbal baliknya.

Suara.com - Pemerintah Indonesia mengungkap alasan-alasan yang mendasari The Agreement on Reciprocal Trade atau deal dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat, yang memantik polemik publik.

Perjanjian perdagangan resiprokal ini dipandang sebagai penyelamat bagi jutaan nasib pekerja domestik, yang terancam oleh kebijakan fiskal luar negeri.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto mengatakan, langkah ini diambil bukan tanpa alasan.

Dinamika perdagangan internasional memaksa Jakarta untuk bergerak cepat setelah Washington menetapkan tarif impor yang cukup tinggi bagi produk-produk asal Indonesia.

Kebijakan ini berpotensi memicu guncangan ekonomi jika tidak segera dimitigasi melalui jalur diplomasi formal.

Berikut 22 poin jawaban pemerintah terhadap pertanyaan-pertanyaan yang sering mengemuka terkait deal dagang RI - AS:

1. Apa yang mendasari Pemerintah Indonesia berunding dan melakukan kesepakatan dengan Pemerintah AS terkait dengan Tarif Resiprokal?

Jawaban:

  • Pada tanggal 2 April 2025, secara unilateral, Pemerintah AS menetapkan Tarif Resiprokal kepada negara-negara yang menyebabkan defisit perdagangan AS, termasuk Indonesia yang dikenakan tarif 32% (Data AS: Defisit USD 19,3 miliar th 2024).
  • Pemerintah memandang negosiasi diperlukan untuk menjaga daya saing produk ekspor dan kelangsungan hidup sekitar 4-5 juta pekerja langsung di sektor industri padat karya yang terdampak tarif ini. Pemerintah memilih jalur diplomasi daripada melakukan aksi retaliasi yang dapat lebih merugikan ekonomi nasional.
  • Pemerintah melakukan perundingan dan negosiasi dengan AS secara intensif hingga akhirnya diumumkan penurunan Tarif Resiprokal dari 32% menjadi 19% pada 15 Juli 2025 sebagaimana dituangkan dalam Joint Statement on Framework ART, yang menyebutkan bahwa Pemerintah AS dan Pemerintah RI akan segera membahas dan memfinalisasi ART.
  • Pada tanggal 19 Februari 2026, Presiden RI dan Presiden AS telah menandatangani Perjanjian ART, yang menetapkan kesepakatan besaran Tarif Resiprokal dan pengecualian Tarif bagi Produk-produk unggulan Indonesia seperti Minyak Kelapa Sawit, Kakao, Kopi, Karet, dan Tekstil untuk masuk pasar AS.

2. Kapan ART ini akan berlaku?

Baca Juga: Surat Penutupan Rekening Donald Trump oleh JPMorgan Terungkap!

Jawaban:

  • Perjanjian ini akan berlaku 90 hari setelah kedua negara memberikan keterangan tertulis yang menyatakan prosedur hukum di masing-masing negara (konsultasi dengan lembaga terkait dan ratifikasi) telah selesai dilakukan.

3. Apakah ART dapat dievaluasi dan diubah (amandemen)?

Jawaban:

  • Perjanjian ini dapat dievaluasi dan diubah (amandemen) sewaktu-waktu dengan permohonan dan persetujuan tertulis dari masing masing pihak.

4. Selain penurunan besaran Tarif Resiprokal, apa manfaat yang Indonesia peroleh dari ART?

Jawaban:

  • Indonesia akan mendapatkan Tarif Resiprokal 0% untuk produk unggulan ekspor Indonesia seperti minyak kelapa sawit, kopi, kakao, dan lainnya.
  • Pengecualian tarif diberlakukan terhadap 1.819 produk Indonesia (terdiri dari 1.695 produk industri dan 124 produk pertanian berlaku MFN).
  • Untuk produk Tekstil Indonesia, pihak AS telah menyiapkan pengurangan tarif hingga 0% melalui mekanisme Tariff-Rate Quota (TRQ).
  • Kemudahan masuknya investasi, khususnya di bidang teknologi tinggi untuk sektor ICT, alat kesehatan dan farmasi melalui penyesuaian kebijakan TKDN, ketentuan spesifikasi domestik dan deregulasi kebijakan dalam negeri.
  • Komitmen Indonesia dalam penerapan Strategic Trade Management memberikan sinyal pada dunia usaha bahwa Indonesia sangat serius dalam menciptakan ekosistem bisnis yang aman, serta menjamin bahwa barang-barang berteknologi tinggi dan bernilai tinggi tidak akan disalahgunakan.
  • Dengan diberikannya kemudahan perizinan impor dan persyaratan standarisasi pada produk pertanian asal AS, diharapkan bisnis dapat memperoleh bahan baku secara lebih efisien dan menjaga kelancaran proses produksi, sehingga mendukung program ketahanan pangan nasional.
  • Komitmen Indonesia untuk membuka peluang dan mendorong arus investasi dengan pembatasan kepemilikan asing yang lebih longgar bagi perusahaan AS di sektor-sektor tertentu, termasuk divestasi pertambangan dan beberapa pembatasan di sektor keuangan.

5. Apa komitmen pembukaan akses pasar yang diberikan Indonesia untuk AS?

Load More