Suara.com - temuan terbaru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait dugaan tindak pidana serius yang melibatkan emiten beton asal Subang, PT Berkah Beton Sadaya Tbk (BEBS), dan pihak sekuritas PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia (MASI).
Tim Penyidik OJK mensinyalir adanya praktik manipulasi informasi material pada saat penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) serta laporan penggunaan dana yang tidak transparan.
Dugaan skandal ini disebut-sebut memberikan keuntungan ilegal hingga mencapai Rp14,5 triliun.
Kasus yang terjadi dalam kurun waktu 2020-2022 ini menyeret nama Sdr. ASS selaku beneficial owner BEBS dan mantan petinggi investment banking di sekuritas terkait.
Modus yang dijalankan meliputi insider trading, manipulasi penjatahan pasti (fixed allotment), hingga transaksi semu.
Rangkaian aksi goreng-menggoreng saham ini diduga menjadi dalang di balik meroketnya harga saham BEBS di pasar reguler yang sangat tidak wajar, yakni mencapai 7.150 persen.
Profil PT Berkah Beton Sadaya Tbk (BEBS)
PT Berkah Beton Sadaya Tbk resmi didirikan pada tahun 2019 dengan basis operasional utama di Subang, Jawa Barat. Perusahaan ini memfokuskan lini bisnisnya sebagai produsen bahan bangunan esensial untuk mendukung masifnya proyek infrastruktur di Indonesia.
Alamat Pusat: Jl. Raya Sembung Pagaden KM 9,5 Gunungsari, Pagaden, Subang.
Baca Juga: OJK Mulai Kumpulkan Data Saham Gorengan, Ini Bocorannya
Fokus Bisnis: Produksi beton siap pakai (readymix) dan beton pracetak (precast).
Produk Unggulan: Tiang beton, paku bumi, beton ready mix, serta layanan pengiriman logistik beton.
BEBS resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 Maret 2021. Saat itu, perusahaan melepas 2 miliar lembar saham atau setara 22,22% dari total modal ke publik dengan harga perdana yang tergolong murah, yakni Rp100 per saham.
Dari aksi korporasi tersebut, BEBS berhasil menghimpun dana segar sebesar Rp200 miliar.
Rencana Penggunaan Dana IPO Berdasarkan prospektus awal, dana hasil IPO tersebut direncanakan untuk:
- 53,67% (Sekitar Rp103 miliar): Akuisisi lahan seluas 74.045 meter persegi di Subang.
- 46,33%: Dialokasikan untuk belanja modal (capital expenditure) guna memperkuat kapasitas produksi.
Namun, OJK kini tengah menyelidiki apakah realisasi penggunaan dana tersebut benar-benar sesuai dengan laporan yang disampaikan kepada publik atau justru menjadi bagian dari manipulasi informasi.
Berita Terkait
-
Profil PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia: Broker yang Diduga 'Goreng' Saham BEBS
-
Aset PT MASI Rp 14,5 Triliun Dibekukan, Korban Ilegal Akses Desak Kepastian Uang Kembali
-
Kantornya Digeledah, PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Hormati Proses Hukum
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Saham BEBS Meroket 7.150 Persen, OJK Geledah Mirae Asset Sekuritas Terkait Dugaan Manipulasi
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Target Tembus Rp563 Miliar, CBDK Optimis Properti PIK 2 Makin Dilirik Investor
-
Awas, Risiko Kebocoran Solar Subsidi Imbas Harga BBM Nonsubsidi Naik Gila-gilaan
-
BBRI atau BMRI? Pakar Senior Ini Ungkap Saham Pilihannya untuk Jangka Panjang
-
Cara Andi Hakim Tilap Dana Nasabah Rp28 Miliar, Modus 'BNI Deposito Investment'
-
Viral Gerakan Tutup Rekening, BNI Janji Kembalikan Dana Gereja di Aek Nabara
-
Skandal Dana Umat di Aek Nabara, BNI Janji Dana Gereja Dikembalikan Sepenuhnya
-
Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Sampai Waktu yang Tak Ditentukan, Gegara Ulah Trump
-
Pemerintah Segera Tutup Praktik Open Dumping di Seluruh TPA
-
Pemerintah Mulai Kaji Kereta Papua, Rute Sentani-Kota Jayapura Jadi Proyek Awal
-
Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi