Bisnis / Keuangan
Kamis, 05 Maret 2026 | 12:58 WIB
Pekerja beraktivitas dengan latar belakang layar pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan, Senin (30/5/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • IHSG menguat 1,67 persen mencapai level 7.703 pada perdagangan sesi pertama Kamis, 5 Maret 2026.
  • Penguatan ini dipicu harapan meredanya ketegangan geopolitik Timur Tengah menyusul potensi dialog Iran-AS.
  • China menetapkan target pertumbuhan ekonomi 2026 antara 4,5 hingga 5 persen pada sidang legislatifnya.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan sesi pertama Kamis, 5 Maret 2026. Indeks naik 126 poin atau 1,67 persen ke level 7.703.

Analis Pliarmas Investindo Sekuritas dalam riset menyebutkan, penguatan IHSG sejalan dengan rebound bursa Asia yang mengikuti kenaikan indeks di Wall Street.

Sentimen positif tersebut didorong harapan meredanya konflik di Timur Tengah setelah muncul kabar kemungkinan dialog antara Iran dan Amerika Serikat.

Sebelumnya dilaporkan bahwa intelijen Iran ingin berdialog dengan badan intelijen AS, Central Intelligence Agency, guna mengakhiri konflik yang terjadi di antara kedua pihak.

Meski perundingan belum akan dilakukan dalam waktu dekat, kabar tersebut dinilai memberi harapan bagi pasar global bahwa ketegangan geopolitik dapat mereda.

Pengunjung melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Selain faktor geopolitik, sentimen positif juga datang dari China. Dalam sidang legislatif tahunan, pemerintah China menetapkan target pertumbuhan ekonomi 2026 di kisaran 4,5 hingga 5 persen, sedikit lebih rendah dibanding target sekitar 5 persen dalam tiga tahun terakhir.

Perdana Menteri China Li Qiang menyatakan pemerintah akan mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi setelah target 2025 tercapai, dengan dukungan ekspor yang tetap kuat meski ada ketegangan perdagangan dengan Amerika Serikat.

Untuk menopang pertumbuhan, Beijing juga akan mempertahankan defisit fiskal sebesar 4 persen dari produk domestik bruto (PDB) serta menargetkan inflasi konsumen sekitar 2 persen guna mengantisipasi risiko deflasi.

Pemerintah China juga berencana menciptakan 12 juta lapangan kerja baru di wilayah perkotaan dan menjaga tingkat pengangguran sekitar 5,5 persen, sama seperti target tahun sebelumnya.

Baca Juga: Emiten BUMI Bangkit, Investor Serok Saham di Tengah Teka-teki Hilangnya Chengdong

Di sisi lain, pemerintah daerah di China akan diizinkan menerbitkan obligasi khusus senilai 4,4 triliun yuan untuk mendanai proyek investasi. Selain itu, obligasi pemerintah jangka panjang senilai 1,3 triliun yuan juga akan diterbitkan guna memperkuat dukungan fiskal.

Pliarmas Investindo Sekuritas juga merekomendasikan saham BIPI dengan rekomendasi beli (buy) pada kisaran support 270 dan resistance 320.

Trafik Perdagangan

Pada perdagangan pada sesi I ini, sebanyak 18,28 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 9,93 triliun, serta frekuensi sebanyak 1,21 juta kali.

Dalam perdagangan sesi I, sebanyak 630 saham bergerak naik, sedangkan 127 saham mengalami penurunan, dan 201 saham tidak mengalami pergerakan.

Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada Hari ini diantaranya, ENZO, RODA, BIPP, SKBM, ROCK, ALKA, LAND, RONY, VKTR, BUVA, JAYA.

Load More