- Investor asing mencatatkan beli bersih signifikan pada saham sektor pertambangan, terutama PTBA, selama Maret 2026.
- PTBA mencetak kenaikan harga saham 14,6% sepekan, meski laba bersihnya terkoreksi 39,3% pada 2025.
- Proyeksi 2026 memprediksi harga batu bara naik akibat gangguan pasokan dan pemangkasan RKAB produksi nasional.
Meskipun harga saham melesat, laporan keuangan unaudited PTBA periode Januari-September 2025 menunjukkan tantangan pada sisi profitabilitas.
Pendapatan: Tumbuh 2,2% (YoY) menjadi Rp31,33 triliun, dengan kontribusi sektor batu bara mencapai 98,1%.
Laba Bersih: Mengalami koreksi sebesar 39,3% (YoY) menjadi Rp1,98 triliun. Penurunan ini dipicu oleh pembengkakan
beban pokok pendapatan dan biaya operasional lainnya.
Proyeksi 2026: Kelangkaan Pasokan dan Lonjakan Harga
Analis dari BRI Danareksa Sekuritas melihat adanya "berkah" di balik musibah gangguan pasokan minyak di Timur Tengah.
Konflik tersebut mendorong harga minyak dan LNG melambung, yang otomatis meningkatkan ketergantungan wilayah India, Asia Tenggara, dan Eropa pada batu bara termal.
Tiga Skenario Harga Batu Bara Newcastle (Akhir 2025: US$107,5/ton):
- Jangka Pendek: Permintaan naik 40-55 juta ton, harga diprediksi US$130 - US$150/ton.
- Jangka Menengah: Permintaan naik >91 juta ton, harga berpotensi US$150 - US$175/ton.
- Jangka Panjang: Permintaan melonjak >180 juta ton, harga bisa menembus US$200 - US$250/ton.
Situasi ini semakin diperketat oleh kebijakan domestik. Kementerian ESDM berencana memangkas Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) produksi batu bara nasional tahun 2026 menjadi hanya sekitar 600 juta ton (turun dari 790 juta ton di 2025).
Baca Juga: Profil PT Berkah Beton Sadaya Tbk (BEBS), Saham yang Diduga Digoreng PT MASI
"Adanya potensi selisih pasokan sebesar 45–96 juta ton dari ekspor Indonesia akibat pembatasan produksi akan menciptakan risiko kenaikan harga yang jauh lebih besar di pasar global," tulis tim riset BRI Danareksa.
Berita Terkait
-
IHSG Jeblok Gegara Fitch, Purbaya: Time to Buy Sebetulnya, Enggak Usah Takut!
-
ICE Suntik OKX USD 25 Miliar, Siap Boyong Saham NYSE ke Blockchain
-
IHSG Merah Lagi di Pembukaan Pagi Ini ke Level 7.699
-
Megawati Soekarnoputri Muncul di Daftar Pemegang Saham Sentul City (BKSL), Kempit 1,97 Miliar Lembar
-
Mengapa Banyak Orang Terjebak 'Mimpi Jadi Kaya' di Ponsel? Detektif Jubun Buka Suara
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Prabowo Bicara Persatuan Politik: Sebut PDIP dan Koalisi Punya Hati yang Sama
-
Dari Pasal 33 UUD 1945 hingga Prabowonomics, Cak Imin Bicara Mimpi Kedaulatan Ekonomi
-
Bisa Bikin Repot! Prabowo Kasih Cap 'Pemimpin Kancil' buat Dasco, Cak Imin dan Bahlil
-
Cak Imin Dukung Ekspor SDA Satu Pintu Prabowo, Sebut Ada 108 UU yang Harus Dibenahi
-
Pertamina Kilang Plaju Resmi Salurkan Biosolar B50, Tambah Pasokan Energi dari Sumatera Selatan
-
Sidang Korupsi Perkimtan Palembang Ungkap Rp440 Juta Masuk ke Eks Kadis, Lalu Mengalir ke Mana?
-
Cak Imin Minta Prabowo Revisi 108 Undang-Undang demi Kedaulatan Ekonomi
-
PKB Gaungkan Prabowonomics di Harlah ke-28, Cak Imin: Ini Bukan Akal-akalan
-
11 Warna Bedak yang Cocok untuk Kulit Hitam Manis, Dijamin Nampak Menyatu dan Flawless!
-
Cak Imin: Indonesia Kehilangan Arah Ekonomi Selama 25 Tahun