- IHSG terperosok pada Senin, 16 Maret 2026 pagi, mencapai level 6.986 setelah mengalami penurunan 2,11 persen hingga pukul 09.05 WIB.
- Sebanyak 507 saham mengalami penurunan signifikan dibandingkan 105 saham yang bergerak naik pada sesi perdagangan tersebut.
- Proyeksi menyebutkan IHSG masih menghadapi tekanan karena sentimen global negatif, termasuk konflik Timur Tengah dan kekhawatiran inflasi global.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih terperosok pada perdagangan Senin, 16 Maret 2026 pagi. IHSG menurun 0,54 persen ke level 7.115
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.05 WIB, IHSG terus jatuh 2,11 persen ke level 6.986.
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 2,38 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,31 triliun, serta frekuensi sebanyak 166.400 kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 105 saham bergerak naik, sedangkan 507 saham mengalami penurunan, dan 346 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, VICO, ROCK, NIRO, OKAS, LRNA< VINS, SKBM, ASPI, RUNS, IPAC, OILS.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, POLA, NZIA, ALKA, KUAS, TGKA, ESTA, PURI, CSMI, RONY, FAST, HBAT.
Proyeksi IHSG
IHSG diperkirakan masih menghadapi tekanan pada perdagangan awal pekan ini seiring sentimen global yang belum kondusif. Eskalasi konflik di Timur Tengah hingga kekhawatiran inflasi global membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati.
Berdasarkan riset BRI Danareksa Sekuritas, tekanan pasar juga tercermin dari pergerakan bursa saham Amerika Serikat yang ditutup melemah pada perdagangan sebelumnya.
Baca Juga: IHSG Awal Pekan Dibayangi Geopolitik, Cermati Saham Energi di Tengah Wait and See
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,26 persen ke level 46.558. Sementara itu, indeks S&P 500 melemah 0,61 persen ke level 6.632 dan Nasdaq terkoreksi lebih dalam sebesar 0,93 persen ke posisi 22.105.
Analis BRI Danareksa menjelaskan, tekanan terhadap pasar saham domestik masih dipengaruhi oleh sentimen eksternal, terutama meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga energi global.
"Kondisi tersebut turut memicu kekhawatiran terhadap potensi inflasi global serta pelebaran defisit APBN Indonesia," tulis riset tersebut.
Selain itu, pelaku pasar juga tengah mencermati keputusan kebijakan suku bunga bank sentral pada pekan ini yang berpotensi mempengaruhi arah pasar ke depan.
Secara teknikal, IHSG masih bergerak dalam tren bearish setelah menembus area support 7.200 dan membentuk pola lower low. Kondisi ini mengindikasikan tekanan jual masih cukup kuat dalam jangka pendek.
BRI Danareksa memperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area psikologis 7.100 hingga 7.000.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Mandiri Inhealth Raup Laba Rp82,8 Miliar di Kuartal I 2026, Apa Pendorongnya?
-
Khamenei Klaim Kemenangan atas AS, Iran Pertegas Kendali Selat Hormuz
-
Aguan Lapor: Penjualan PIK2 Meroket 112%, Tembus Rp 987 M
-
KEK Sanur Gandeng Unud Jadi Pusat Riset Kesehatan Berkelas Dunia
-
Fundamental Kuat Jadi Alasan Saham BBRI Masih Jadi Rekomendasi
-
SIG Kantongi Laba Rp 80 Miliar di Kuartal I-2026, Naik 88 Persen
-
Implementasi Green Shipping Pertamina Patra Niaga Klaim Sukses Pangkas 13.000 Ton CO2
-
Harga Referensi CPO Mei 2026 Naik 6,06 Persen, Bea Keluar Tembus 178 Dolar AS per MT
-
Dorong Energi Terbarukan, Emiten HGII Raup Laba Rp17,96 Miliar di Kuartal I 2026
-
Berapa Besaran Dana Pensiun yang Aman di Indonesia? Ini Perhitungannya