Bisnis / Keuangan
Senin, 16 Maret 2026 | 09:17 WIB
Pengunjung melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • IHSG terperosok pada Senin, 16 Maret 2026 pagi, mencapai level 6.986 setelah mengalami penurunan 2,11 persen hingga pukul 09.05 WIB.
  • Sebanyak 507 saham mengalami penurunan signifikan dibandingkan 105 saham yang bergerak naik pada sesi perdagangan tersebut.
  • Proyeksi menyebutkan IHSG masih menghadapi tekanan karena sentimen global negatif, termasuk konflik Timur Tengah dan kekhawatiran inflasi global.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih terperosok pada perdagangan Senin, 16 Maret 2026 pagi. IHSG menurun 0,54 persen ke level 7.115

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.05 WIB, IHSG terus jatuh 2,11 persen ke level 6.986.

Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 2,38 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,31 triliun, serta frekuensi sebanyak 166.400 kali.

Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 105 saham bergerak naik, sedangkan 507 saham mengalami penurunan, dan 346 saham tidak mengalami pergerakan.

Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (9/7/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, VICO, ROCK, NIRO, OKAS, LRNA< VINS, SKBM, ASPI, RUNS, IPAC, OILS.

Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, POLA, NZIA, ALKA, KUAS, TGKA, ESTA, PURI, CSMI, RONY, FAST, HBAT.

Proyeksi IHSG

IHSG diperkirakan masih menghadapi tekanan pada perdagangan awal pekan ini seiring sentimen global yang belum kondusif. Eskalasi konflik di Timur Tengah hingga kekhawatiran inflasi global membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati.

Berdasarkan riset BRI Danareksa Sekuritas, tekanan pasar juga tercermin dari pergerakan bursa saham Amerika Serikat yang ditutup melemah pada perdagangan sebelumnya.

Baca Juga: IHSG Awal Pekan Dibayangi Geopolitik, Cermati Saham Energi di Tengah Wait and See

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,26 persen ke level 46.558. Sementara itu, indeks S&P 500 melemah 0,61 persen ke level 6.632 dan Nasdaq terkoreksi lebih dalam sebesar 0,93 persen ke posisi 22.105.

Analis BRI Danareksa menjelaskan, tekanan terhadap pasar saham domestik masih dipengaruhi oleh sentimen eksternal, terutama meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga energi global.

"Kondisi tersebut turut memicu kekhawatiran terhadap potensi inflasi global serta pelebaran defisit APBN Indonesia," tulis riset tersebut.

Selain itu, pelaku pasar juga tengah mencermati keputusan kebijakan suku bunga bank sentral pada pekan ini yang berpotensi mempengaruhi arah pasar ke depan.

Secara teknikal, IHSG masih bergerak dalam tren bearish setelah menembus area support 7.200 dan membentuk pola lower low. Kondisi ini mengindikasikan tekanan jual masih cukup kuat dalam jangka pendek.

BRI Danareksa memperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area psikologis 7.100 hingga 7.000.

Load More