Bisnis / Keuangan
Selasa, 24 Maret 2026 | 09:30 WIB
Ilustrasi PHK di industri perbankan.
Baca 10 detik
  • Laporan Morgan Stanley memprediksi lebih dari 200.000 pekerjaan perbankan Eropa hilang hingga 2030 akibat adopsi AI.
  • Fungsi back-office, manajemen risiko, dan kepatuhan merupakan area paling terdampak dari restrukturisasi bank global.
  • Beberapa bank besar seperti HSBC dan Goldman Sachs telah mengumumkan rencana pemangkasan karyawan terkait implementasi teknologi AI.

Suara.com - Gelombang transformasi digital berbasis kecerdasan buatan (AI) mulai mengguncang industri perbankan global.

Hal itu berdasarkan Laporan terbaru dari Morgan Stanley menyebutkan lebih dari 200.000 pekerjaan di sektor perbankan Eropa berpotensi hilang pada 2030.

Analisis tersebut, yang juga dikutip oleh Financial Times, mengungkapkan bahwa pemangkasan tenaga kerja akan terjadi seiring bank mempercepat adopsi AI dan menutup cabang fisik.

Dalam studi terhadap 35 bank dengan total sekitar 2,1 juta karyawan, Morgan Stanley menemukan bahwa posisi yang paling terdampak adalah fungsi back-office, manajemen risiko, serta kepatuhan (compliance).

“Banyak bank menyebut efisiensi dari AI dan digitalisasi bisa mencapai 30 persen,” tulis laporan tersebut dilansir Reuters, Selasa (24/3/2026).

Sejumlah bank bahkan telah mulai mengaitkan restrukturisasi tenaga kerja dengan implementasi AI.

Bank asal Belanda, ABN Amro, misalnya, mengumumkan rencana memangkas sekitar 20 persen karyawan tetapnya hingga 2028.

Sementara itu, CEO Société Générale, Slawomir Krupa, menegaskan bahwa tidak ada area yang “kebal” dalam upaya efisiensi biaya bank.

Meski tren adopsi AI semakin kuat, sejumlah analis menilai dampaknya terhadap efisiensi belum sepenuhnya terlihat.

Baca Juga: OJK Batasi TKA di Bank 2026, Wajib Transfer Ilmu dan Kirim Pegawai Lokal ke Luar Negeri

Ilustrasi kecerdasan buatan. [Unsplash]

Kepala riset perbankan Eropa di UBS, Jason Napier, mengatakan bahwa industri keuangan masih dalam tahap awal pemanfaatan teknologi ini.

“Kita sudah melihat perubahan di sektor audit, hukum, dan konsultasi, tetapi bank belum menunjukkan peningkatan efisiensi yang signifikan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa struktur biaya bank masih besar dan implementasi AI belum optimal. Namun, Napier menegaskan bahwa dampak AI terhadap sektor jasa keuangan tidak bisa dihindari.

Fenomena pemangkasan tenaga kerja ini tidak hanya terjadi di Eropa. Bank global seperti HSBC dilaporkan berencana memangkas sekitar 10 perdem dari total karyawannya dalam beberapa tahun ke depan.

Berdasarkan laporan akhir tahun Desember 2025, HSBC memiliki lebih dari 208.000 karyawan. Pemangkasan ini diperkirakan dapat berdampak pada sekitar 20.000 posisi secara global, terutama pada peran non-nasabah.

Sementara itu, Goldman Sachs juga telah memberi sinyal pengurangan tenaga kerja dan pembekuan perekrutan hingga akhir 2025 sebagai bagian dari strategi AI bertajuk “OneGS 3.0”.

Load More