- Laporan Morgan Stanley memprediksi lebih dari 200.000 pekerjaan perbankan Eropa hilang hingga 2030 akibat adopsi AI.
- Fungsi back-office, manajemen risiko, dan kepatuhan merupakan area paling terdampak dari restrukturisasi bank global.
- Beberapa bank besar seperti HSBC dan Goldman Sachs telah mengumumkan rencana pemangkasan karyawan terkait implementasi teknologi AI.
Suara.com - Gelombang transformasi digital berbasis kecerdasan buatan (AI) mulai mengguncang industri perbankan global.
Hal itu berdasarkan Laporan terbaru dari Morgan Stanley menyebutkan lebih dari 200.000 pekerjaan di sektor perbankan Eropa berpotensi hilang pada 2030.
Analisis tersebut, yang juga dikutip oleh Financial Times, mengungkapkan bahwa pemangkasan tenaga kerja akan terjadi seiring bank mempercepat adopsi AI dan menutup cabang fisik.
Dalam studi terhadap 35 bank dengan total sekitar 2,1 juta karyawan, Morgan Stanley menemukan bahwa posisi yang paling terdampak adalah fungsi back-office, manajemen risiko, serta kepatuhan (compliance).
“Banyak bank menyebut efisiensi dari AI dan digitalisasi bisa mencapai 30 persen,” tulis laporan tersebut dilansir Reuters, Selasa (24/3/2026).
Sejumlah bank bahkan telah mulai mengaitkan restrukturisasi tenaga kerja dengan implementasi AI.
Bank asal Belanda, ABN Amro, misalnya, mengumumkan rencana memangkas sekitar 20 persen karyawan tetapnya hingga 2028.
Sementara itu, CEO Société Générale, Slawomir Krupa, menegaskan bahwa tidak ada area yang “kebal” dalam upaya efisiensi biaya bank.
Meski tren adopsi AI semakin kuat, sejumlah analis menilai dampaknya terhadap efisiensi belum sepenuhnya terlihat.
Baca Juga: OJK Batasi TKA di Bank 2026, Wajib Transfer Ilmu dan Kirim Pegawai Lokal ke Luar Negeri
Kepala riset perbankan Eropa di UBS, Jason Napier, mengatakan bahwa industri keuangan masih dalam tahap awal pemanfaatan teknologi ini.
“Kita sudah melihat perubahan di sektor audit, hukum, dan konsultasi, tetapi bank belum menunjukkan peningkatan efisiensi yang signifikan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa struktur biaya bank masih besar dan implementasi AI belum optimal. Namun, Napier menegaskan bahwa dampak AI terhadap sektor jasa keuangan tidak bisa dihindari.
Fenomena pemangkasan tenaga kerja ini tidak hanya terjadi di Eropa. Bank global seperti HSBC dilaporkan berencana memangkas sekitar 10 perdem dari total karyawannya dalam beberapa tahun ke depan.
Berdasarkan laporan akhir tahun Desember 2025, HSBC memiliki lebih dari 208.000 karyawan. Pemangkasan ini diperkirakan dapat berdampak pada sekitar 20.000 posisi secara global, terutama pada peran non-nasabah.
Sementara itu, Goldman Sachs juga telah memberi sinyal pengurangan tenaga kerja dan pembekuan perekrutan hingga akhir 2025 sebagai bagian dari strategi AI bertajuk “OneGS 3.0”.
Berita Terkait
-
Perbanas dan BRI: Kredit 9,96% dan DPK 13,48% Tunjukkan Perbankan Tangguh
-
Ratusan Buruh Terhempas Badai PHK, Jabar dan Sumsel Paling Merana
-
SMBC Indonesia Bukukan Laba Bersih Rp 506 Miliar di 2025
-
BI Ungkap Banyak Orang dan Korporasi Malas Ajukan Kredit Bank
-
OJK Restui Empat BPR di Priangan Timur Digabungkan, Apa Untungnya?
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
96% Perusahaan RI Rekrut Lulusan Micro-Credentials, Gaji Dibayar Tinggi
-
Pengguna Tol Jakarta-Cikampek Wajib Tahu! Ada Perbaikan Jalan di Beberapa Titik hingga Awal Juli
-
Prabowo: Belum Ada Profesor Ekonomi yang Bisa Bantah Saya, Matematik Adalah Matematik!
-
Jembatan Donat Dukuh Atas Rampung 2028, Menhub: Enam Moda Transportasi Jakarta Akan Terintegrasi
-
Dari Pupuk ke Klinik Desa, KDMP Tamanmartani Buktikan Koperasi Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Warga
-
Kabar Baik! Stasiun JIS Akan Punya Dua Peron, Akses ke Stadion dan Ancol Makin Lancar
-
Pemerintah Diminta Perhatikan Dampak Ekonomi dalam Pembuatan Aturan soal Industri Rokok
-
Merdeka Gold Resources Ukir Sejarah, Saham EMAS Resmi Melantai di Bursa Hong Kong
-
IHSG Ambles 4,55% Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Susut Rp486 Triliun
-
60% Anak Muda Terkendala Modal Usaha