- IHSG dibuka pada Jumat, 27 Maret 2026, merosot 0,39 persen ke level 7.139, dengan 285 saham mengalami penurunan.
- Pada pukul 09.04 WIB, IHSG melanjutkan pelemahan ke level 7.137, dengan total transaksi mencapai Rp 776 miliar.
- Proyeksi teknikal menunjukkan IHSG berpotensi melemah terbatas dalam fase konsolidasi dengan rentang support 7.000 hingga resistance 7.240.
Suara.com - Perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), masih jeblok saat dibuka Jumat, 27 Maret 2026. IHSG merosot 0,39 persen ke level 7.139 pada awal perdagangan..
Namun, mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.04 WIB, IHSG masih betah di zona merah ke level 7.137 atau turun 0,37 persen.
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 1,24 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 776 miliar, serta frekuensi sebanyak 95.440 kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 192 saham bergerak naik, sedangkan 285 saham mengalami penurunan, dan 481 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, DEFI, FMII, TFAS, VTNY, LUCY, BELL, ZATA, KOPI, INTD, ESTI, BBSS.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, TALF, KUAS, INDS, ICON, AYLS, LCKM, NICE, ROCK, DGNS, UDNG, IOTF.
Proyeksi IHSG
IHSG diperkirakan masih berpotensi melanjutkan pelemahan terbatas pada perdagangan hari ini, setelah terkoreksi cukup dalam pada sesi sebelumnya.
Berdasarkan riset Pilarmas Investindo Sekuritas, IHSG pada Kamis ditutup melemah 138,03 poin atau 1,89 persen ke level 7.164.
Baca Juga: Sinyal Damai Tak Jelas, Wall Street Langsung Anjlok 2%
Pelemahan indeks terjadi di tengah tekanan mayoritas sektor, dengan sektor energi menjadi yang paling dalam koreksinya yakni turun 2,91 persen. Sebaliknya, sektor transportasi dan logistik justru mencatatkan penguatan tertinggi sebesar 2,96 persen.
Secara teknikal, pergerakan IHSG dinilai masih berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan melemah terbatas.
"Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi melemah terbatas dengan support dan resistance 7.000 – 7.240," tulis riset tersebut.
Rentang level tersebut dinilai menjadi area krusial bagi pergerakan IHSG dalam jangka pendek, di tengah sentimen pasar yang masih fluktuatif.
Untuk strategi perdagangan, Pilarmas merekomendasikan sejumlah saham yang masuk dalam daftar pantauan atau stockwatch, yakni INKP, JPFA, dan APLN.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
Terkini
-
Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik
-
Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran
-
Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol
-
Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan
-
Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?
-
BI Prediksi Kinerja Penjualan Eceran April 2026 Tetap Kuat, Kelompok Suku Cadang Jadi Penopang
-
BRI KPR Solusi Permudah Miliki Rumah dan Properti Lelang dengan Cicilan Fleksibel
-
Ada Nama Baru di Jajaran Direksi Garuda Indonesia, Dua WNA Masih Menjabat
-
Industri Rokok Dinilai Jadi Penopang Lapangan Kerja dan Penerimaan Negara
-
Purbaya Rombak Pejabat DJP usai Heboh Kasus Restitusi Pajak