- Mendag Budi Santoso mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan bahan pokok pasca Lebaran karena stok dipastikan aman.
- Pemerintah memantau pasokan komoditas strategis seperti beras dan minyak melalui SP2KP dan koordinasi BUMN pangan.
- Kondisi pasokan pangan secara umum dinyatakan aman terkendali, bahkan beberapa harga menunjukkan tren penurunan setelah Idulfitri.
Suara.com - Pemerintah meminta masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying terhadap bahan kebutuhan pokok (bapok) setelah Lebaran. Pasalnya, ketersediaan stok dipastikan aman dan harga relatif terkendali.
Imbauan tersebut disampaikan Menteri Perdagangan Budi Santoso usai meninjau langsung kondisi pasar di Pasar Minggu, Sabtu.
"Berdasarkan pantauan kami ke teman-teman pedagang hari ini, pasokan bapok kita seperti beras, minyak, cabai, dan lain-lain cukup. Masyarakat tidak perlu khawatir, apalagi membeli stok berlebihan karena ketersediaan bapok saat ini aman," ujar Mendag Busan seperti dikutip, Minggu (29/3/2026).
Dalam peninjauan tersebut, pemerintah memastikan pasokan berbagai komoditas utama seperti beras, minyak goreng, cabai, hingga telur berada dalam kondisi mencukupi. Stabilitas ini dijaga melalui pemantauan rutin, termasuk saat periode Hari Besar Keagamaan Nasional seperti Ramadan dan Idulfitri.
Kemendag juga memanfaatkan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) untuk memonitor harga dan pasokan di ratusan titik pasar di seluruh Indonesia. Melalui sistem ini, pemerintah dapat memastikan distribusi berjalan lancar dan harga tetap terkendali.
Selain itu, koordinasi dengan BUMN pangan seperti Perum Bulog dan ID Food turut diperkuat, khususnya dalam distribusi komoditas strategis seperti beras SPHP dan MinyaKita.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan juga memastikan kondisi pasokan pangan dalam keadaan aman.
"Persediaan banyak. Beras banyak, ayam stoknya banyak, telur banyak, sayur-sayuran banyak. Secara umum persediaan dan harga-harga terkendali," kata Menko Zulhas.
Berdasarkan hasil pantauan, sejumlah harga komoditas bahkan menunjukkan tren penurunan dibandingkan periode Ramadan dan Idulfitri tahun lalu.
Baca Juga: Harga Pangan Nasional Pasca-Lebaran: Cabai Turun Tajam, Daging Sapi Naik
Kondisi ini semakin memperkuat keyakinan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan maupun lonjakan harga bahan pokok.
Para pedagang pun mengakui pasokan tetap terjaga pasca-Lebaran. Bahkan, harga sejumlah komoditas mulai berangsur turun seiring masuknya masa panen.
Dengan kondisi tersebut, pemerintah berharap masyarakat dapat berbelanja secara bijak dan tidak melakukan aksi borong yang justru dapat memicu ketidakstabilan pasar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Ambisi Purbaya Kejar Ekonomi Tumbuh 6 Persen di 2026, Jika Gagal Bisa Diminta Mundur
-
Tak Cuma Kredit, BTN Cetak Ratusan Developer Baru
-
Sinyal Ekonomi? Pertumbuhan Uang Beredar RI Mulai Melambat
-
Elektrifikasi Bisa Jadi Senjata RI Hadapi Ancaman Kelangkaan Energi Global
-
97 Pinjol Langgar Aturan Persaingan Usaha, OJK Buka Suara
-
Bank Mega Syariah Catat Penyaluran Kredit Koperasi Rp 5,9 Triliun Sepanjang 2025
-
Lalu Lintas Arus Balik di Tol Jakarta-Cikampek Mulai Normal, Contraflow Dihentikan
-
Profil dan Daftar Pemegang Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)
-
Alasan Pemerintah Gelar Pasar Murah di Monas
-
Kapitalisasi Pasar BEI Anjlok Jadi Rp 12.516 Triliun Selama Sepekan Kemarin