-
PM Australia resmi memotong pajak bahan bakar hingga separuh selama tiga bulan ke depan.
-
Kebijakan ini bertujuan meringankan beban warga akibat lonjakan harga minyak dunia saat ini.
-
Eskalasi konflik di Timur Tengah menyebabkan gangguan pasokan energi melalui jalur Selat Hormuz.
Suara.com - Kabar gembira datang bagi penduduk di Negeri Kanguru Australia terkait biaya hidup yang semakin mencekik belakangan ini.
Pemerintah Australia secara resmi mengumumkan kebijakan untuk mengurangi beban pajak pada sektor energi secara signifikan.
Langkah darurat ini diambil sebagai respons langsung terhadap ketidakstabilan harga minyak mentah di pasar internasional.
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengonfirmasi bahwa pemotongan pajak ini akan berlaku dalam waktu dekat.
Kebijakan ini bertujuan untuk menstabilkan daya beli masyarakat yang terdampak oleh situasi geopolitik di Timur Tengah.
Melalui pernyataan di media sosial, pemimpin pemerintahan tersebut memberikan jaminan bantuan finansial bagi para pengguna kendaraan.
"Kami akan mengurangi separuh pajak bahan bakar selama tiga bulan agar Anda bisa berhemat saat mengisi (bahan bakar)," kata Albanese di media sosial.
Pernyataan tersebut menjadi angin segar bagi jutaan warga yang bergantung pada transportasi pribadi maupun logistik.
Pemotongan pajak sebesar lima puluh persen ini dirancang untuk berlaku dalam durasi waktu yang terbatas.
Baca Juga: Harga BBM Naik, Transportasi Umum di Australia Gratis
Diharapkan penurunan harga eceran di pom bensin dapat segera dirasakan oleh publik secara luas.
Secara teknis nilai penurunan harga diperkirakan mencapai sekitar 26,3 sen dolar Australia untuk setiap liter yang dibeli.
Jika dikonversi ke dalam rupiah nilai penghematan tersebut berada di angka kisaran Rp2.700 per liter.
Aturan baru yang sangat dinantikan ini dijadwalkan mulai berlaku efektif pada hari Rabu tanggal 1 April 2026.
Implementasi kebijakan selama triwulan tersebut diprediksi akan menyedot anggaran negara yang cukup fantastis.
Total beban fiskal yang harus ditanggung oleh kas negara mencapai angka 2,55 miliar dolar Australia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
Terkini
-
Sikat Jalur Maut! KAI Daop 1 Jakarta Targetkan Tutup 40 Perlintasan Liar di 2026
-
Tren Miris di Karawang: Jadi Pengedar demi Nyabu Gratis, 41 Pelaku Diringkus Polisi!
-
Dikenal Religius, Pedagang Rujak di Duri Kepa Digerebek Warga usai Diduga Cabuli Siswi SD
-
Geger! Pria Tewas Bersimbah Darah di Kampung Ambon Usai Cekcok Mulut, Warga: Lukanya Banyak Sekali..
-
Kasus Mafia Emas PT SJU, Bareskrim Tetapkan Anak Bos Besar Sebagai Tersangka, Ini Sosoknya
-
Dihantam Innova di Lampu Merah Pesing, Pemotor Supra Terpental hingga Tewas di Tempat
-
Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
-
Jangan Cuma Nakhoda, DPR Desak Bongkar Mafia di Balik Tragedi Kapal PMI Malaysia
-
Bantah Pemerintah Larang Nobar Film Pesta Babi, Menko Yusril: Silakan Tonton dan Debat!
-
Italia Murka Israel Serang Pasukan Perdamaian PBB yang Tewaskan Tentara Indonesia