- IHSG diproyeksikan menguat pada Rabu 1 April 2026 setelah sebelumnya terkoreksi akibat aksi jual masif investor asing.
- Bursa Wall Street melonjak tajam pada Selasa 31 Maret karena sinyal positif potensi perdamaian di Timur Tengah.
- Mayoritas bursa Asia melemah karena ketidakpastian pasokan energi global akibat ancaman penutupan jalur Selat Hormuz oleh Iran.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan berpeluang untuk berbalik menguat (rebound) pada perdagangan hari ini, Rabu, 1 April 2026.
Proyeksi ini muncul setelah pada penutupan perdagangan hari sebelumnya, Selasa (31/3), indeks domestik tergerus 0,61 persen.
Pelemahan IHSG kemarin juga diwarnai oleh aksi jual bersih (net sell) oleh investor asing yang cukup masif, mencapai sekitar Rp1,17 triliun.
Berdasarkan rangkuman data pasar, beberapa saham berkapitalisasi besar dan komoditas menjadi sasaran utama pelepasan aset oleh pemodal asing, di antaranya adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA).
Meskipun menghadapi tekanan jual asing yang cukup besar pada hari kemarin, analisis teknikal dari BNI Sekuritas menunjukkan adanya potensi pemulihan bagi IHSG pada hari ini.
Pergerakan indeks diperkirakan akan menguji level batas bawah (support) di rentang 6950 hingga 7000. Sementara itu, untuk target kenaikan atau batas atas (resistance), IHSG diproyeksikan akan menguji area 7150 hingga 7300.
Untuk strategi perdagangan hari ini, beberapa saham direkomendasikan masuk dalam radar pantauan (trading idea), yakni BUMI, BIPI, UNTR, ENRG, BWPT, dan HRTA.
Secara spesifik, saham BUMI direkomendasikan untuk Speculative Buy dengan area beli di rentang Rp212 hingga Rp216, level pembatasan risiko (cut loss) di bawah Rp210, dan target profit terdekat di area Rp222 hingga Rp230 per lembar saham.
Wall Street Melesat Akibat Sinyal Damai
Baca Juga: Iran Siapkan Cara Baru Bikin Israel Makin Sengsara
Dari bursa global, optimisme tinggi justru menyelimuti pasar saham Amerika Serikat (Wall Street) pada perdagangan Selasa (31/3). Ketiga indeks utama di New York ditutup melonjak sangat tajam karena investor merespons positif potensi meredanya tensi geopolitik di Timur Tengah.
Indeks Dow Jones Industrial Average tercatat melesat 2,49 persen, disusul oleh indeks S&P 500 yang meningkat signifikan sebesar 2,91 persen, dan indeks padat teknologi Nasdaq Composite yang memimpin penguatan dengan lonjakan hingga 3,83 persen.
Gairah beli di Wall Street dipicu oleh laporan yang menyebutkan bahwa Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mulai membuka diri untuk mengakhiri konflik bersenjata dengan beberapa syarat khusus, termasuk adanya jaminan dari lembaga internasional.
Sentimen positif ini diperkuat oleh pemberitaan dari The Wall Street Journal yang mengeklaim Presiden AS Donald Trump bersedia menghentikan operasi militer di kawasan tersebut, meskipun jalur logistik vital Selat Hormuz saat ini masih belum sepenuhnya pulih.
Sejalan dengan gairah indeks, saham-saham raksasa teknologi AS turut berpesta. Saham produsen cip Nvidia terpantau melonjak hingga 5,6 persen, sementara saham Microsoft berhasil menguat sebesar 3,1 persen.
Bursa Asia Tertekan dan Dinamika Pasar Minyak
Berita Terkait
-
Harga Naik Tidak Wajar, BEI Gembok Satu Emiten Asal Surabaya
-
AS Mau Keluar dari Iran, Wall Street Langsung Meroket
-
BEI Resmi Ubah Aturan Free Float, Emiten Wajib Tingkatkan Porsi Saham Publik Bertahap
-
AS Mau Angkat Kaki dari Iran, Harga Minyak Dunia Meluncur 2,5%
-
Donald Trump: AS Segera Angkat Kaki dari Iran
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
-
Habib Rizieq Shihab: Umat Islam Sunni dan Syiah Harus Bersatu Lawan AS-Israel
Terkini
-
Rupiah Ditutup Menguat, Dolar AS Turun ke Level Rp16.983
-
Siap-siap! Investor Bank Danamon Raih Dividen Rp 142 per Saham
-
Transformasi Kerja dan Efisiensi Energi Keniscayaan di Tengah Dinamika Global
-
Pengamat: Penjatahan BBM Subsidi Masih Wajar dan Efektif Tekan Konsumsi Energi
-
Harga Stabil Rp4.500, PGN Dorong BBG Jadi Opsi Ekonomis Bagi Kendaraan
-
125 Tahun Mengabdi Untuk Negeri, Pegadaian Perkuat Layanan Digital Melalui Tring!
-
Belanja di Korea Selatan Kini Tidak Perlu Tukar Uang, Bisa Pakai QRIS
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
-
Inflasi Maret 2026 Tembus 0,41 Persen, Kenaikan Harga Pangan dan Bensin Jadi Biang Keroknya
-
Isu Harga BBM Melejit, Warga Jakarta 'Panic Buying' Pertamax Hingga Ludes!