Bisnis / Makro
Rabu, 01 April 2026 | 08:40 WIB
Ilustrasi IHSG hari ini. [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym.]
Baca 10 detik
  • IHSG diproyeksikan menguat pada Rabu 1 April 2026 setelah sebelumnya terkoreksi akibat aksi jual masif investor asing.
  • Bursa Wall Street melonjak tajam pada Selasa 31 Maret karena sinyal positif potensi perdamaian di Timur Tengah.
  • Mayoritas bursa Asia melemah karena ketidakpastian pasokan energi global akibat ancaman penutupan jalur Selat Hormuz oleh Iran.

Kondisi kontras justru terjadi di kawasan Asia-Pasifik pada hari yang sama. Mayoritas bursa saham di wilayah ini ditutup melemah karena pelaku pasar cenderung bersikap skeptis dan cemas terhadap ketidakpastian pasokan energi global.

Kekhawatiran ini kian menebal setelah Presiden AS Donald Trump kembali melontarkan ancaman keras bahwa AS tidak segan untuk menghancurkan fasilitas pembangkit listrik, sumur-sumur minyak, hingga infrastruktur di Pulau Kharg apabila Selat Hormuz tetap diblokade oleh Iran tanpa adanya konsensus damai.

Hampir terhentinya lalu lintas di Selat Hormuz—yang biasanya menampung sekitar 20 persen distribusi minyak dunia—sejak eskalasi militer pada akhir Februari lalu telah memukul proyeksi pertumbuhan ekonomi negara-negara importir minyak di Asia.

Akibat sentimen tersebut, indeks Nikkei 225 di Jepang merosot 1,6 persen dan indeks Topix turun 1,3 persen. Pelemahan lebih dalam diderita oleh bursa Korea Selatan di mana indeks Kospi anjlok hingga 4,3 persen dan Kosdaq terjun bebas 4,9 persen. Di sisi lain, pelemahan indeks Taiex Taiwan tercatat sebesar 2,45 persen.

Hanya indeks Hang Seng Hong Kong dan ASX 200 Australia yang mampu bertahan di zona hijau dengan penguatan tipis masing-masing sebesar 0,15 persen dan 0,25 persen.

Di pasar energi, harga minyak mentah bergerak dengan volatilitas yang tinggi. Minyak jenis Brent tetap bertahan di level tinggi, naik 4,94 persen ke posisi US$118,35 per barel.

Hal ini dipicu oleh insiden serangan Iran terhadap kapal tanker minyak milik Kuwait di wilayah perairan Dubai.

Pemerintah Dubai mengonfirmasi tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Sementara itu, minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) justru berbalik arah dengan mencatatkan penurunan sebesar 1,46 persen ke level US$101,38 per barel.

Baca Juga: Iran Siapkan Cara Baru Bikin Israel Makin Sengsara

Load More