- IHSG diproyeksikan menguat pada Rabu 1 April 2026 setelah sebelumnya terkoreksi akibat aksi jual masif investor asing.
- Bursa Wall Street melonjak tajam pada Selasa 31 Maret karena sinyal positif potensi perdamaian di Timur Tengah.
- Mayoritas bursa Asia melemah karena ketidakpastian pasokan energi global akibat ancaman penutupan jalur Selat Hormuz oleh Iran.
Kondisi kontras justru terjadi di kawasan Asia-Pasifik pada hari yang sama. Mayoritas bursa saham di wilayah ini ditutup melemah karena pelaku pasar cenderung bersikap skeptis dan cemas terhadap ketidakpastian pasokan energi global.
Kekhawatiran ini kian menebal setelah Presiden AS Donald Trump kembali melontarkan ancaman keras bahwa AS tidak segan untuk menghancurkan fasilitas pembangkit listrik, sumur-sumur minyak, hingga infrastruktur di Pulau Kharg apabila Selat Hormuz tetap diblokade oleh Iran tanpa adanya konsensus damai.
Hampir terhentinya lalu lintas di Selat Hormuz—yang biasanya menampung sekitar 20 persen distribusi minyak dunia—sejak eskalasi militer pada akhir Februari lalu telah memukul proyeksi pertumbuhan ekonomi negara-negara importir minyak di Asia.
Akibat sentimen tersebut, indeks Nikkei 225 di Jepang merosot 1,6 persen dan indeks Topix turun 1,3 persen. Pelemahan lebih dalam diderita oleh bursa Korea Selatan di mana indeks Kospi anjlok hingga 4,3 persen dan Kosdaq terjun bebas 4,9 persen. Di sisi lain, pelemahan indeks Taiex Taiwan tercatat sebesar 2,45 persen.
Hanya indeks Hang Seng Hong Kong dan ASX 200 Australia yang mampu bertahan di zona hijau dengan penguatan tipis masing-masing sebesar 0,15 persen dan 0,25 persen.
Di pasar energi, harga minyak mentah bergerak dengan volatilitas yang tinggi. Minyak jenis Brent tetap bertahan di level tinggi, naik 4,94 persen ke posisi US$118,35 per barel.
Hal ini dipicu oleh insiden serangan Iran terhadap kapal tanker minyak milik Kuwait di wilayah perairan Dubai.
Pemerintah Dubai mengonfirmasi tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Sementara itu, minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) justru berbalik arah dengan mencatatkan penurunan sebesar 1,46 persen ke level US$101,38 per barel.
Baca Juga: Iran Siapkan Cara Baru Bikin Israel Makin Sengsara
Berita Terkait
-
Harga Naik Tidak Wajar, BEI Gembok Satu Emiten Asal Surabaya
-
AS Mau Keluar dari Iran, Wall Street Langsung Meroket
-
BEI Resmi Ubah Aturan Free Float, Emiten Wajib Tingkatkan Porsi Saham Publik Bertahap
-
AS Mau Angkat Kaki dari Iran, Harga Minyak Dunia Meluncur 2,5%
-
Donald Trump: AS Segera Angkat Kaki dari Iran
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Pakar Prediksi Harga BBM Nonsubsidi dan Bahan Baku Impor Naik!
-
Rupiah Tembus Rp17.600, Prabowo: Yang Pusing Pengusaha!
-
Permintaan Emas Batangan di Indonesia Melonjak 47%, Warga Ogah Lirik Saham?
-
Menjelang Bitcoin Pizza Day, Member Indodax Hampir Tembus 10 Juta Pengguna
-
Kesabaran Trump ke Iran Habis, Harga Minyak Naik Lagi
-
IPC TPK Area Panjang Datangkan Crane Raksasa Post Panamax dari China
-
Bagi-bagi Jabatan! Trump Tunjuk Sahabat Dekat Untuk Jadi Bos The Fed
-
Perkuat Investasi Teknologi, Presiden Prabowo Saksi Penandatanganan MoU Danantara dan Hisense
-
Airlangga Bawa Pulang Komitmen Bisnis Rp7 Triliun dari Belarus
-
Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Turun, Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Melemah