Bisnis / Keuangan
Kamis, 02 April 2026 | 14:16 WIB
Ilustrasi Waskita Karya. (Dok: Waskita Karya)
Baca 10 detik
  • PT Waskita Karya membukukan pendapatan Rp8,85 triliun dan laba bruto Rp1,58 triliun sepanjang tahun 2025 melalui proyek infrastruktur.
  • Perusahaan berhasil menurunkan liabilitas sebesar Rp2,21 triliun melalui strategi divestasi aset dan optimalisasi struktur keuangan korporasi secara menyeluruh.
  • Waskita meningkatkan efektivitas operasional melalui transformasi digital, integrasi teknologi AI, serta restrukturisasi utang yang telah disetujui para kreditur.

Dalam upaya memperkuat struktur keuangan, Waskita berhasil menurunkan liabilitas sebesar Rp2,21 triliun sepanjang 2025. 

Ilustrasi pembangunan infrastruktur nasional Waskita. (Dok: Istimewa)

Strategi ini dilakukan melalui percepatan divestasi jalan tol dan optimalisasi aset, sejalan dengan fokus perusahaan untuk kembali ke bisnis inti sebagai kontraktor murni.

Sejumlah aksi korporasi telah dilakukan, antara lain divestasi PT Waskita Sangir Energi sebesar 94,7 persen, pelepasan 35 persen saham PT Cimanggis Cibitung Tollways, serta divestasi 20 persen saham PT Waskita Modern Realty.

Di sisi lain, perolehan Nilai Kontrak Baru (NKB) mencapai Rp12,52 triliun, meningkat dari Rp9,55 triliun pada 2024. 

Kontrak tersebut didominasi proyek pemerintah, termasuk pembangunan jaringan irigasi, Sekolah Rakyat, hingga rumah sakit daerah.

Hingga akhir 2025, Waskita mengelola 63 proyek dengan total nilai kontrak mencapai Rp31,7 triliun.

Perseroan juga terus melanjutkan restrukturisasi utang, termasuk skema Master Restructuring Agreement (MRA) dan Kredit Modal Kerja Penjaminan (KMKP) 2021 senilai Rp31,65 triliun yang telah disetujui mayoritas kreditur. Selain itu, restrukturisasi obligasi non-penjaminan senilai Rp3,35 triliun juga hampir rampung.

“Ke depan, kami berkomitmen memperkuat tata kelola dan menjaga keberlanjutan operasional melalui inovasi serta manajemen risiko yang lebih adaptif,” tutup Ermy.

Baca Juga: Laba Bersih Jamkrindo Syariah Meroket 160 Persen, Tembus Rp141,03 Miliar pada 2025

Load More