- Harga emas Antam turun Rp 26.000, sementara harga buyback juga melemah Rp 27.000.
- Emas dunia anjlok 11,3 persen pada Maret, dipengaruhi penguatan dolar AS dan ekspektasi kebijakan Federal Reserve.
- Kenaikan imbal hasil obligasi dan kebutuhan likuiditas membuat emas kehilangan daya tarik sebagai safe haven.
Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Senin, 6 April 2026 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.831.000 per gram.
Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas Antam itu merosot Rp 26.000 dibandingkan Sabtu, 4 April 2026.
Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.550.000 per gram.
Harga buyback itu ikut anjlok Rp 27.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Sabtu pekan kemarin.
Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.3.
Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam setelah pajak pada hari ini:
- 0.5 gram: Rp 1.469.164
- 1 gram: Rp 2.838.078
- 2 gram: Rp 5.616.005
- 3 gram: Rp 8.398.945
- 5 gram: Rp 13.964.825
- 10 gram: Rp 27.874.513
- 25 gram: Rp 69.560.468
- 50 gram: Rp 139.041.738
- 100 gram: Rp 278.005.280
- 250 gram: Rp 694.747.538
- 500 gram: Rp 1.389.284.550
- 1000 gram: Rp 2.778.529.000
Terburuk Sejak 2008
Harga emas dunia mencatatkan penurunan tajam pada Maret 2026, setelah sebelumnya memulai tahun dengan performa impresif. Tekanan dari penguatan dolar AS hingga lonjakan imbal hasil obligasi menjadi faktor utama pelemahan logam mulia tersebut.
Mengutip laporan Anadolu Agency, harga emas anjlok hingga 11,3 persen sepanjang Maret, menjadi penurunan bulanan terdalam sejak krisis keuangan global 2008.
Baca Juga: Harga Emas Bergejolak, Bank Mega Syariah Siapkan Strategi Ini
Penurunan ini terjadi di tengah dinamika kompleks akibat konflik di Timur Tengah yang justru mendorong kenaikan harga energi dan meningkatkan kekhawatiran inflasi global. Kondisi tersebut memicu spekulasi bahwa bank sentral AS akan mengambil kebijakan moneter yang lebih agresif.
Emas bahkan sempat jatuh ke level 4.099,52 dolar AS per ons, terendah sejak November 2025. Tekanan semakin besar seiring penguatan dolar AS dan meningkatnya kebutuhan likuiditas di pasar global.
Selain itu, kenaikan imbal hasil obligasi AS membuat emas kehilangan daya tariknya. Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil, emas menjadi kurang diminati dibandingkan instrumen lain yang menawarkan return lebih tinggi.
Pasar keuangan kini memperkirakan bank sentral AS, Federal Reserve, akan mempertahankan suku bunga sepanjang tahun ini. Ekspektasi penurunan suku bunga pun semakin memudar, meskipun beberapa pejabat masih memberikan sinyal dovish.
Tekanan juga datang dari aksi jual emas oleh bank sentral, yang turut memperburuk penurunan harga.
Padahal, emas sempat mencatatkan kinerja gemilang di awal tahun. Pada Januari, harga emas melonjak 12,42 persen tertinggi sejak November 2009 dan kembali naik 8,9 persen pada Februari, memperpanjang tren kenaikan selama tujuh bulan berturut-turut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Selaras dengan Danantara, BTN Perkuat Transformasi Bisnis dan Bukukan Kinerja di Atas Rata-Rata
-
BACH dan EMMI Resmi Jadi Emiten BEI, Dana IPO Difokuskan untuk Ekspansi Bisnis
-
Rupiah Melemah, Dolar AS Mulai Dekati Level Rp18.000
-
Ketegangan AS - Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Kekhawatiran Gangguan Pasokan
-
Gagal Bayar Meningkat, Utang Masyarakat di Pinjol Tembus Rp103,73 Triliun
-
Titipan Politik di Kursi Komisaris dan Direksi Makin Kuat di BUMN, Ini Datanya
-
Modal Asing yang Kabur dari Pasar Modal Tembus Rp19,63 Triliun, Apa Penyebabnya?
-
Panen Raya Jadi Bukti! Teknologi Benih Dongkrak Produktivitas Jagung
-
OJK Tutup 36.191 Rekening Judi Online, Perbankan Diminta Perketat Pengawasan
-
Kementerian PU Jelaskan Kunker Menteri Dody dan Keluarga ke New York Jelang Final Piala Dunia