Pengunjung menunjukkan logam mulia Antam yang dibeli di Jakarta, Jumat (27/3/2026). [ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/wpa].
Baca 10 detik
- Harga emas Antam turun Rp 26.000, sementara harga buyback juga melemah Rp 27.000.
- Emas dunia anjlok 11,3 persen pada Maret, dipengaruhi penguatan dolar AS dan ekspektasi kebijakan Federal Reserve.
- Kenaikan imbal hasil obligasi dan kebutuhan likuiditas membuat emas kehilangan daya tarik sebagai safe haven.
Kepala strategi komoditas Saxo Capital, Ole Hansen, mengatakan pelemahan emas dipicu kombinasi faktor makroekonomi yang kuat.
Ia menilai kenaikan imbal hasil obligasi, lonjakan harga energi, serta penyesuaian ekspektasi suku bunga membuat investor beralih ke dolar AS sebagai aset aman.
Menurut Hansen, dalam kondisi saat ini emas justru lebih diperlakukan sebagai sumber likuiditas ketimbang aset lindung nilai. Investor cenderung melepas emas untuk menutup kerugian di aset lain di tengah gejolak pasar.
"Emas biasanya berperilaku lebih seperti sumber likuiditas di masa-masa penuh gejolak seperti ini daripada sebagai aset tempat berlindung yang aman," ujarnya.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Rupiah Melemah, Dolar AS Mulai Dekati Level Rp18.000
-
Ketegangan AS - Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Kekhawatiran Gangguan Pasokan
-
Gagal Bayar Meningkat, Utang Masyarakat di Pinjol Tembus Rp103,73 Triliun
-
Titipan Politik di Kursi Komisaris dan Direksi Makin Kuat di BUMN, Ini Datanya
-
Modal Asing yang Kabur dari Pasar Modal Tembus Rp19,63 Triliun, Apa Penyebabnya?
-
Panen Raya Jadi Bukti! Teknologi Benih Dongkrak Produktivitas Jagung
-
OJK Tutup 36.191 Rekening Judi Online, Perbankan Diminta Perketat Pengawasan
-
Kementerian PU Jelaskan Kunker Menteri Dody dan Keluarga ke New York Jelang Final Piala Dunia
-
Sebanyak 81 BPR Akan Digabung Menjadi 24 hingga Juni 2026
-
Danantara Lebur 4 BUMN Manajer Investasi