Bisnis / Energi
Senin, 06 April 2026 | 20:43 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia di Kementerian ESDM, Jakarta pada Senin (6/4/2026).  [Suara.com/Yaumal]
Baca 10 detik
  • Pemerintah mencari alternatif sumber impor ke AS, Australia, dan negara lain akibat gangguan pasokan. 
  • Bahlil Lahadalia menegaskan ketersediaan LPG tetap terjaga meski terjadi krisis. 
  • Pemerintah memperkuat pasokan melalui kontrak dengan AS dan negara lain untuk menjaga ketahanan energi. 

Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia tengah mencari sumber pasokan LPG, setelah sumber utama di Timur Tengah terganggu. Pemerintah mulai membidik Amerika Serikat (AS) dan Australia untuk memenuhi stok LPG.

Meski tengah melakukan pencarian, Mantan Menteri Investasi dan Hilirisasi ini memastikan bahwa hingga saat ini stok LPG nasional dalam keadaan aman. 

"Sampai dengan sekarang, Insyaallah, doain kita tetap aman. Karena yang kita ambil dari Middle East (Timur Tengah), itu sudah kita alihkan ke negara lain, seperti di Amerika, di Australia, beberapa negara lain," ujarnya saat ditemui wartawan di Kementerian ESDM, Jakarta pada Senin (6/4/2026). 

Pasokan lpg 3 kg di Jawa Tengah dan DIY dijamin aman. [Dok Pertamina]

Menurut Bahlil, tak hanya LPG, stok BBM yang sebelumnya diambil dari Timur Tengah, kini dialihkan ke beberapa negara produsen minyak. 

"Ini sama dengan hukumnya dengan ketika kita mengkonversi tentang crude dari Middle East (Timur Tengah) ke beberapa negara, seperti di Angola, kemudian Nigeria, dan Afrika," beber Bahlil. 

Sebelumnya, Bahlil mengungkap bahwa 20 persen pasokan LPG nasional berasal dari Timur Tengah, dan 70-75 persen berasal dari Amerika Serikat, serta sisanya dari beberapa negara seperti Australia. 

Guna menjamin ketersediaan LPG di tengah krisis yang terjadi, pemerintah telah menjalin kontrak jangka panjang dengan Amerika Serikat. 

"Dengan kondisi sekarang yang di Middle East (Timur Tengah) kita pecah lagi untuk kita ambil kontrak jangka panjang dengan Amerika dan beberapa negara lain," kata Bahlil di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (13/3/2026)

Baca Juga: Pembangunan Pabrik DME PTBA Butuh 3 Tahun, Pendanaan Masih Menunggu Danantara

Load More