- IHSG melemah 0,53 persen disertai aksi jual bersih investor asing senilai Rp611 miliar pada perdagangan sebelumnya.
- IHSG diprediksi mengalami rebound teknikal di kisaran 7.020 hingga 7.050 pada perdagangan hari Selasa, 7 April 2026.
- Bursa Wall Street menguat didorong harapan gencatan senjata Amerika Serikat dan Iran terkait pembukaan Selat Hormuz.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan kemarin mencatatkan penurunan sebesar 0,53%. Pergerakan tersebut disertai dengan aksi jual bersih (net sell) oleh investor asing dengan nilai akumulasi mencapai sekitar Rp611 miliar.
Adapun saham-saham yang paling banyak dilepas oleh investor asing meliputi sejumlah emiten berkapitalisasi besar dan komoditas, di antaranya BBRI, BMRI, BBCA, BUMI, dan BRMS.
Untuk pergerakan hari ini, Selasa (7/4/2026), IHSG diperkirakan memiliki peluang untuk mengalami short term technical rebound menuju rentang 7.020 hingga 7.050.
Namun, pelaku pasar diharapkan tetap waspada, mengingat jika indeks belum mampu menembus dan bertahan di atas level 7.050, posisi IHSG masih rentan untuk kembali terkoreksi.
Berdasarkan analisis teknikal, area support indeks berada di level 6.850-6.900, sementara area resistance berada pada rentang 7.020-7.050.
Kondisi Wall Street dan Dinamika Geopolitik
Dari pasar global, indeks saham di bursa Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Senin (6/4). Indeks S&P 500 naik 0,44%, Nasdaq Composite menguat 0,54%, dan Dow Jones Industrial Average bertambah 0,36%.
Penguatan ini didorong oleh harapan pasar terhadap potensi gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.
Laporan diplomatik menyebutkan bahwa terdapat pembahasan mengenai skema gencatan senjata selama 45 hari yang dimediasi oleh pihak regional, dengan Pakistan sebagai penyusun kerangka kesepakatan.
Baca Juga: IHSG Terus-terusan Anjlok, OJK Salahkan Sentimen Negatif Global
Proposal tersebut mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz. Meski demikian, tensi tetap terjaga seiring pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengancam akan menyasar infrastruktur vital jika Selat Hormuz tidak segera dibuka kembali sesuai tenggat waktu yang ditetapkan.
Pergerakan Bursa Asia dan Agenda Ekonomi Sepekan
Bursa saham di kawasan Asia Pasifik bergerak variatif (mixed) pada awal pekan ini. Indeks Nikkei 225 Jepang mencatatkan kenaikan 0,55%, sementara Kospi Korea Selatan menguat 1,36%.
Di sisi lain, sejumlah pasar utama seperti bursa Australia, Selandia Baru, dan Hong Kong terpantau tutup karena libur Paskah. Begitu pula dengan bursa Tiongkok daratan dan Taiwan yang tutup dalam rangka Festival Qingming.
Investor di kawasan Asia kini mulai mengalihkan perhatian pada rilis data ekonomi penting di pekan ini, termasuk data inflasi Maret dari Filipina dan Taiwan, serta pengumuman keputusan suku bunga oleh bank sentral Korea Selatan yang dijadwalkan pada hari Jumat mendatang.
Ide Perdagangan Saham Harian
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- Mitsubishi Destinator dan XForce Lagi Promo di Bulan Mei, Harga Jadi Segini
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- 8 Sepatu Adidas untuk Jalan Kaki yang Sedang Diskon di Toko Resmi, Harga Jadi Rp500 Ribuan
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Sumatra Gelap Gulita, Ini Penjelasan PLN
-
Menteri PU Akui Pembangunan Sekolah Rakyat Telat dari Target
-
Saatnya Wujudkan Rumah, Mobil & Liburan Impian Anda lewat BRI Consumer Expo Jakarta 2026
-
Purbaya Klaim BUMN Ekspor PT DSI Akan Diawasi Kemenkeu dan K/L Lain Demi Cegah Monopoli
-
Airlangga Bantah IHSG Jeblok Gegara Pemerintah Bentuk BUMN Ekspor PT DSI
-
Pemerintah Klaim Pengusaha Sambut Baik Pembentukan BUMN Ekspor PT DSI
-
Ini Tugas BUMN Ekspor Baru PT DSI, Beroperasi Penuh 1 Januari 2027
-
Pemerintah Wajibkan Dolar Hasil Ekspor Masuk Himbara, Apa Untung Ruginya?
-
Mengapa Pasar Khawatir pada Danantara Sumber Daya Indonesia
-
Petrokimia Gresik Pastikan Pasokan Gas untuk Produksi Pupuk Aman Hingga 2035