Bisnis / Ekopol
Selasa, 07 April 2026 | 12:32 WIB
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan pernyataan kontroversial terkait rakyat Iran dalam acara penggalangan dana Partai Republik di Washington, 25 Maret 2026. [Tangkap layar X]
Baca 10 detik
  • Amerika Serikat, Iran, dan mediator internasional sedang melakukan negosiasi gencatan senjata selama 45 hari untuk mencegah eskalasi konflik.
  • Presiden Donald Trump menetapkan tenggat waktu hingga Selasa malam dan mengancam akan melancarkan serangan besar jika kesepakatan gagal.
  • Negosiasi dua tahap diupayakan mencakup pembatasan stok uranium Iran serta pemulihan jalur pelayaran laut di Selat Hormuz.

Meski begitu, Iran secara tegas menyatakan kesiapannya untuk melakukan serangan balasan ke wilayah Israel dan negara-negara Teluk jika kedaulatan mereka dilanggar.

Sumber internal menyebutkan bahwa rencana serangan gabungan AS-Israel terhadap fasilitas energi Iran sebenarnya sudah dalam posisi siap tempur.

Namun, pemberian tambahan waktu hingga Selasa malam merupakan upaya terakhir untuk melihat apakah jalur diplomasi melalui Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dan utusan AS Steve Witkoff masih bisa membuahkan hasil.

Meskipun retorika perang terus menguat, Trump sempat memberikan pernyataan yang sedikit optimis kepada Fox News.

Ia meyakini bahwa kesepakatan besar dengan Iran masih mungkin terwujud paling lambat pada pekan ini, meski dunia kini tengah menahan napas menanti apa yang akan terjadi pada Selasa malam nanti.

Load More