- Presiden Prabowo merayakan ulang tahun Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya di hotel mewah Four Seasons, Paris, Prancis.
- Lokasi perayaan mewah tersebut memicu kritik publik karena dianggap kontradiktif dengan kebijakan efisiensi anggaran pemerintah saat ini.
- Pemerintah menyatakan kunjungan ke Prancis bertujuan strategis untuk memperkuat kerja sama alutsista dan ketahanan energi nasional Indonesia.
Di saat yang sama, Apindo mengungkapkan bahwa kondisi ketenagakerjaan di Indonesia saat ini dalam status lampu kuning. Pasalnya, ada 1,5 juta orang tidak terserap di pasar kerja setiap tahunnya.
Bersamaan pula, defisit APBN Indonesia per Maret 2026 tercatat sebesar Rp240,1 triliun, atau setara 0,93% dari PDB, menandai lonjakan 140,5%.
Potret akomodasi mewah di Paris dianggap oleh sebagian pihak tidak selaras dengan imbauan penghematan yang diminta kepada instansi pemerintah lainnya.
Sebagaimana diketahui, pemerintah baru saja mengeluarkan instruksi pemangkasan perjalanan dinas luar negeri hingga 70 persen bagi staf kementerian sebagai respons atas tekanan ekonomi dan pelemahan nilai tukar rupiah yang ekstrem.
Selain itu, masyarakat saat ini sedang menghadapi kebijakan pengetatan konsumsi energi, di mana pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dibatasi secara ketat dan aparatur sipil negara (ASN) diminta menerapkan sistem kerja dari rumah guna menekan beban anggaran subsidi energi yang membengkak akibat kenaikan harga minyak global.
Respon Presiden Prabowo
Menanggapi kritik yang berkembang, Presiden Prabowo dalam berbagai kesempatan sebelumnya telah memberikan pembelaan terkait intensitas kunjungan luar negerinya yang tinggi.
Hingga pertengahan April 2026, Presiden tercatat telah melakukan 51 kunjungan kenegaraan ke berbagai negara.
Presiden menegaskan bahwa perjalanan tersebut bukanlah sekadar "jalan-jalan", melainkan upaya strategis untuk mengamankan pasokan energi nasional, khususnya minyak bumi.
Baca Juga: IMF Puji RI Jadi Titik Terang' Ekonomi Dunia, Gubernur BI Perry Warjiyo Beberkan Rahasianya
Dalam rapat kerja pemerintah di Istana Merdeka, ia menyatakan bahwa demi menjamin ketahanan energi dalam negeri di tengah ketidakpastian geopolitik Timur Tengah, dirinya harus melakukan lobi langsung ke negara-negara produsen.
Kunjungan ke Paris kali ini pun memiliki agenda formal yang krusial, yakni pembahasan mengenai pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan kerja sama transisi energi bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Menurut pihak kepresidenan, kehadiran langsung Kepala Negara diperlukan untuk memperkuat posisi tawar (bargaining position) Indonesia dalam kesepakatan bilateral yang bersifat sensitif dan bernilai strategis bagi kedaulatan bangsa.
Berita Terkait
-
Prediksi Purbaya: Defisit APBN Turun ke 2,8 Persen
-
Bahlil Lapor ke Prabowo, Pasokan Minyak Rusia untuk RI Masuk Tahap Akhir
-
Ribuan Merek Tekstil Global Ramaikan Indo Intertex 2026 di JIExpo Kemayoran
-
Isu Reshuffle Kabinet Mencuat, Bahlil Bakal Jadi Menko? Begini Respons Sekjen Golkar
-
Jumlah Masyarakat Kelas Menengah RI Kian Merosot, Alarm Bagi Ekonomi?
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Gebrakan Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya: Raih KWP Award 2026 Lewat Visi Transisi Energi
-
Bahlil Pastikan Stok BBM Aman: ICP Baru Naik 7 Dolar AS
-
Mendag: Harga Minyak Goreng Naik Akibat Mahalnya Plastik
-
Akan Beli Minyak dari Rusia, Bahlil Upayakan Dapat Harga Murah
-
Prediksi Purbaya: Defisit APBN Turun ke 2,8 Persen
-
Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas
-
IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?
-
Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas
-
S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya
-
Laba Emiten Hary Tanoe Terbang 140 Persen