- Pjs Dirut BEI Jeffrey Hendrik berkomunikasi intensif dengan MSCI guna memperkuat daya saing pasar modal Indonesia secara global.
- MSCI telah menerima empat proposal reformasi pasar modal namun tetap mempertahankan kebijakan restriktif terhadap konstituen indeks Indonesia saat ini.
- MSCI menjadwalkan evaluasi aksesibilitas pasar pada Juni 2026 untuk menilai efektivitas data baru serta struktur kepemilikan saham publik.
Tindakan Tegas Terhadap Konsentrasi Kepemilikan Saham
Salah satu poin yang mencuri perhatian dalam pengumuman MSCI adalah kebijakan mengenai saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC).
Konsisten dengan perlakuan global mereka terhadap pasar negara lain, MSCI menegaskan akan menghapus saham-saham yang diidentifikasi oleh otoritas Indonesia memiliki struktur kepemilikan yang terlampau pekat.
Langkah ini diambil untuk memitigasi risiko volatilitas yang tidak wajar dan memastikan bahwa indeks yang mereka kelola benar-benar merepresentasikan kondisi pasar yang sehat.
MSCI juga menyatakan kesiapannya untuk menggunakan pengungkapan data pemegang saham sebesar 1 persen sebagai basis penyesuaian estimasi free float jika diperlukan.
Menariknya, dalam pengumuman terbaru ini, MSCI sama sekali tidak menyinggung mengenai potensi penurunan status atau reklasifikasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market. Hal ini memberikan sedikit napas lega bagi para pelaku pasar, meskipun status "beku" masih menghantui.
Selanjutnya, pasar modal Indonesia akan menanti hasil dari market accessibility review yang dijadwalkan MSCI pada Juni 2026 mendatang.
Hingga saat itu tiba, MSCI berjanji akan terus berinteraksi dengan pelaku pasar dan regulator di Indonesia untuk mengukur efektivitas data baru yang telah dirilis.
Baca Juga: MSCI Masih 'Gembok' Saham Indonesia di Indeks Global, Ancaman Downgrade Masih Menghantui?
Berita Terkait
-
Nasib Saham RI Digantung MSCI, Bos BEI Buka Suara
-
IHSG Mulai Nyungsep, Dibuka Merah ke Level 7.560
-
Perang Terus Berlangsung, Wall Street Kembali Merosot
-
Saham BULL Masuk Rekomendasi saat IHSG Terancam Koreksi Hari Ini
-
MSCI Masih 'Gembok' Saham Indonesia di Indeks Global, Ancaman Downgrade Masih Menghantui?
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Laba Bank Mandiri Tumbuh 16,5 Persen, Tembus Rp15,4 Triliun
-
Kejar Target Produksi, SKK Migas Bakal Pakai Teknologi Triple 100
-
Heboh Gugatan Rp119 Triliun: Bos CMNP Sampai Buka Suara
-
Isu Gaji Pensiunan PNS Dirapel dan Cair Cepat, PT Taspen Ungkap Info Terbaru
-
Kinerja Kontrak ADHI Tumbuh 131,5 Persen Pada Kuartal I, Mayoritas Proyek Pemerintah
-
Harga Minyak Goreng Naik Hampir di Seluruh Indonesia
-
BRI Integrasikan Keuangan Berkelanjutan, Perkuat Komitmen Sosial dan Lingkungan
-
Gaya Koboi Purbaya Keluar Saat IMF Tawarkan Utang Jumbo Rp514 T: Wah Mukanya Langsung Asem!
-
Tanpa Subsidi Harga Pertalite Capai Rp16.000 per Liter
-
Purbaya Curhat Banyak Dapat Sentimen Negatif Ekonomi: Kadang Dipuji, Besoknya Diragukan