- MSCI tahan pembatasan saham RI; BEI klaim telah lakukan pertemuan strategis bulan lalu.
- Empat proposal BEI diakui MSCI sebagai upaya perkuat daya saing emiten di kancah global.
- BEI terus dekati investor global demi jaga aliran dana asing dan likuiditas pasar modal.
Suara.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) akhirnya memberikan respons resmi terkait keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang tetap mempertahankan pembatasan (curbs) terhadap saham-saham asal Indonesia dalam tinjauan indeks periode Mei 2024.
Meski MSCI masih membekukan penambahan bobot faktor inklusi asing (foreign inclusion factors) bagi emiten dalam negeri, otoritas bursa mengklaim telah melakukan langkah proaktif untuk memperkuat posisi pasar modal Indonesia di mata dunia.
Pjs. Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, mengungkapkan bahwa jajaran direksi telah melakukan pertemuan strategis dengan pihak MSCI pada pertengahan bulan lalu untuk membahas masa depan emiten RI di indeks bergengsi tersebut.
"Merespons pengumuman dari MSCI hari ini, dapat kami sampaikan bahwa kami telah bertemu dengan pihak MSCI pada tanggal 16 April 2024," ujar Jeffrey dalam keterangan tertulisnya, Selasa (21/4/2026).
Dalam pertemuan tersebut, BEI menyodorkan sejumlah poin strategis yang bertujuan meningkatkan kualitas serta inklusivitas pasar modal Indonesia. Jeffrey menyebut, upaya "lobi" ini membuahkan hasil positif di mana aspirasi Indonesia mulai didengar.
"Kami mengapresiasi bahwa empat proposal yang telah kami sampaikan telah diakui (acknowledged) oleh MSCI," tambah Jeffrey.
Meski detail rincian proposal belum dibuka ke publik, langkah ini dianggap sebagai sinyal positif bagi daya saing emiten dalam negeri. BEI berharap poin-poin tersebut dapat menjadi pertimbangan MSCI untuk segera melepas status pembatasan di masa mendatang.
Ke depan, BEI berkomitmen untuk terus menjaga hubungan baik dengan berbagai penyedia indeks dunia, tidak hanya MSCI. Hal ini krusial demi memastikan pasar modal Indonesia tetap kompetitif dan menarik bagi aliran dana asing (foreign inflow).
Selain dengan penyedia indeks, BEI juga memperkuat komunikasi dengan pemodal internasional. "Kami juga akan terus berkomunikasi dengan investor global untuk memperoleh masukan demi penguatan pasar modal Indonesia ke depan," tegasnya.
Baca Juga: IHSG Mulai Nyungsep, Dibuka Merah ke Level 7.560
Sebagai informasi, indeks MSCI sering kali menjadi acuan bagi manajer investasi global dalam menyusun portofolio investasi mereka. Masuknya saham-saham Indonesia ke dalam indeks ini berpotensi besar meningkatkan volume transaksi dan likuiditas di Bursa Efek Indonesia.
Namun MSCI masih akan terus membekukan penambahan bobot faktor inklusi asing (foreign inclusion factors) dan jumlah saham untuk sekuritas Indonesia. Artinya, tidak akan ada saham Indonesia baru yang dimasukkan ke dalam indeks investable market. Tidak ada kenaikan kelas (upward migration) bagi emiten, seperti perpindahan dari indeks small-cap ke indeks standar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 3 HP Xiaomi dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Klasemen Piala AFF U-19: Timnas Indonesia Wajib Menang Besar atas Timor Leste demi Gusur Vietnam
Pilihan
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
Terkini
-
Emiten Farmasi MDLA Perkuat Bisnis Berkelanjutan, Gunakan Mobil Listrik
-
Orang Kaya Tak Wajib Serok Surat Utang Danantara, Siapa yang Beli?
-
Perbaiki Arus Kas, Begini Strategi Emiten PPRO
-
Dana Asing Keluar Lagi Rp 3,71 T Hari Ini, BBCA dan TPIA Jadi Sasaran
-
Badai PHK di Industri Tambang Akibat Pemangkasan RKAB, Kementerian ESDM Buka Suara
-
Harga Bakal Naik, MinyaKita Mulai Langka
-
Cerita Minuman Herbal KWT Mentari yang Jadi Jamuan di Pesta Pernikahan Anak Jokowi
-
Terendah dalam 6 Tahun, Purbaya Akui Surplus Neraca Perdagangan Susut Imbas Impor BBM
-
Benarkah Independensi BI Hilang Akibat UU P2SK?
-
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Masyarakat Panik Banyak Tarik Uang di Bank?