- Investor global cecar Menkeu Purbaya soal risiko defisit APBN tembus batas aman 3% PDB.
- Pasar ragukan kemampuan transisi pengelolaan fiskal pasca-era Sri Mulyani Indrawati.
- Menkeu klaim investor mulai yakin setelah presentasi teknis pengelolaan anggaran negara
Suara.com - Bayang-bayang ketidakpastian fiskal Indonesia di bawah kepemimpinan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mulai memicu kegelisahan di kalangan pemodal kakap.
Dalam rangkaian IMF-World Bank Spring Meeting pekan lalu, Purbaya mengaku sempat "disidang" oleh barisan investor global yang meragukan taji pemerintah dalam menjaga disiplin anggaran. Ini merupakan kunker perdana Purbaya ke luar negeri semenjak ditunjuk menjadi Menkeu oleh Presiden Prabowo Subianto pada September 2025 lalu.
Pertemuan yang seharusnya menjadi ajang promosi investasi itu justru berubah menjadi sesi interogasi. Fokus utama para pemain besar dunia tersebut hanya satu: Apakah Indonesia masih mampu menjaga defisit APBN di bawah batas aman 3% terhadap PDB, atau justru akan melonggar demi ambisi pertumbuhan?
"Minggu lalu saya ketemu global investor yang besar-besar. Mereka nanyanya fiskal utamanya. Lu mau tembus 3% apa enggak? Saya bilang enggak," ujar Purbaya di Gedung Juanda I Kemenkeu, Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Kegelisahan pasar ini bukan tanpa alasan. Sebagai suksesor Sri Mulyani Indrawati sejak September 2025, Purbaya memikul beban berat untuk membuktikan bahwa transisi kepemimpinan tidak berarti pelonggaran disiplin fiskal. Investor tampaknya masih memasang mode waspada, mencoba menakar apakah komitmen yang diucapkan sang menteri sejalan dengan realitas eksekusi di lapangan.
Dalam forum yang digelar ASEAN-US Chamber tersebut, Purbaya dipaksa bekerja ekstra keras untuk meyakinkan pasar bahwa pengelolaan fiskal tetap terkendali meski target pertumbuhan dipatok lebih agresif. Ia mengklaim para pengusaha dunia akhirnya luluh setelah mendengar penjelasannya.
"Mereka enggak mau lihat apa-apa, cuma satu mau lihat: menterinya becus apa enggak. Ya kita tunjukkin di situ bahwa kita juga jago lah. Jadi mereka juga yakin fiskal policy dikelola dengan baik," cetus Purbaya dengan nada optimistis.
Meski Menkeu mengklaim telah mengantongi kepercayaan investor, pasar diperkirakan tetap akan memantau ketat realisasi belanja negara dalam beberapa kuartal ke depan. Ujian sesungguhnya bagi Purbaya bukan pada retorika di Washington, melainkan pada kemampuan menjaga angka defisit agar tidak benar-benar menjebol aturan UU Keuangan Negara.
Baca Juga: Purbaya di Depan Investor Global: Pertumbuhan RI Tak Hanya Stabil, Tapi Juga Akan Lebih Produktif
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan