- Indeks Wall Street melemah pada 21 April 2026 akibat ketidakpastian negosiasi diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran.
- Presiden Donald Trump memperpanjang gencatan senjata dengan Iran setelah laporan penundaan kunjungan Wakil Presiden Amerika Serikat.
- Sentimen negatif geopolitik menekan pasar saham meskipun sebagian perusahaan mencatatkan kinerja keuangan kuartal pertama yang positif.
Suara.com - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street kembali ditutup di zona merah pada perdagangan Selasa, 21 April 2026.
Mengutip CNBC, Rabu, 22 April, 2026, Indeks S&P 500 turun 0,63 persen dan berakhir di level 7.064,01. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average melemah 0,59 persen ke posisi 24.259,96.
Adapun Nasdaq Composite juga terkoreksi dengan kehilangan 293,18 poin atau 0,59 persen ke level 49.149,38.
Tekanan di pasar saham meningkat menjelang penutupan perdagangan, menyusul laporan bahwa perjalanan Wakil Presiden AS untuk bergabung dalam negosiasi dengan Iran ditunda. Penundaan tersebut disebut akibat kurangnya komitmen dari Teheran, menurut laporan media AS.
Tak lama setelah itu, Presiden Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata akan diperpanjang hingga Iran mengajukan proposal resmi.
Sebelumnya, Trump sempat mengatakan kepada CNBC bahwa ia berharap kedua negara dapat mencapai kesepakatan, Namun, ia juga menegaskan militer AS siap menyerang Iran jika kesepakatan tidak tercapai sebelum batas waktu gencatan senjata.
Pernyataan tersebut muncul setelah Trump menuding Iran telah berulang kali melanggar kesepakatan gencatan senjata dalam unggahannya di Truth Social.
"Kemampuan membangun kepercayaan dalam situasi ini sangat sulit," ujar Brian Mulberry, kepala strategi pasar di Zacks Investment Management. Ia menilai sejarah panjang hubungan dengan Iran membuat pasar meragukan keberlangsungan kesepakatan apa pun.
Meski begitu, Mulberry memperkirakan isu terkait kendali Selat Hormuz masih berpeluang diselesaikan dalam waktu dekat.
Baca Juga: IHSG Masih 'Dibekukan' MSCI: Apa Kabar Empat Proposal Reformasi BEI?
Pelemahan ini melanjutkan tren negatif sejak awal pekan, setelah sebelumnya indeks utama juga terkoreksi akibat kecemasan menjelang berakhirnya gencatan senjata. Bahkan, Nasdaq telah mengakhiri reli panjang selama 13 hari—yang menjadi yang terpanjang sejak 1992.
Padahal pada pekan sebelumnya, Wall Street sempat mencatatkan kinerja impresif dengan S&P 500 dan Nasdaq Composite menyentuh rekor tertinggi, didorong harapan berakhirnya konflik Iran.
Di tengah tekanan pasar, sejumlah saham masih mencatatkan penguatan. Saham UnitedHealth Group melonjak sekitar 7% setelah melaporkan kinerja kuartal pertama yang melampaui ekspektasi serta menaikkan proyeksi pendapatan.
Sementara itu, saham Amazon naik 0,7 persen setelah perusahaan menyatakan akan menginvestasikan hingga 25 miliar dolar AS ke startup kecerdasan buatan Anthropic.
Meski dibayangi ketidakpastian geopolitik, pelaku pasar masih menyimpan optimisme terhadap prospek jangka panjang.
"Yang Anda lihat adalah kinerja kuartal pertama yang sangat kuat dalam hal pendapatan. Saya rasa hal itu tidak bisa diabaikan saat ini," kata Mulberry.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
Terkini
-
Berapa Harga Jam Tangan Alexandre Christie Wanita Paling Murah? Cek 5 Rekomendasinya
-
Ditunjuk Prabowo Jadi Jampidsus, Kuntadi Langsung Ditarget Bereskan Kasus Febrie
-
Kabar Baik untuk Emiten Batu Bara, PNBP Minerba Sudah Tembus 60% dari Target
-
Kredit Nganggur Masih Numpuk di Bank
-
Dua Perusahaan Tekstil di Jateng Berpotensi PHK Hampir 1.500 Buruh
-
Ancam Buka Paksa Keraton Solo, Kubu PB XIV Purboyo Meradang: Kenapa Harus Pakai Kekerasan?
-
Buku Kisah-Kisah Nyesek saat KKN: Dari Lele Kuning hingga Begal Kampung
-
Tinggalkan Kerja di Luar Negeri, Eks PMI Justru Cuan dari Makanan Sehat
-
Honda NS150LA Menantang Dominasi Skutik Retro Andalkan Rangka Tubular dan Fitur Kamera Bawaan
-
Perempuan Berkebutuhan Khusus Tewas Terpanggang saat Rumahnya Terbakar