- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti lemahnya kinerja birokrasi dan kebocoran pendapatan negara pada simposium di Jakarta, Rabu (22/4/2026).
- Purbaya akan menerapkan sanksi tegas bagi pegawai tidak disiplin serta memberikan insentif bagi staf yang menunjukkan performa kerja terbaik.
- Banyak proyek investasi di Indonesia gagal karena perencanaan lemah, sehingga Purbaya berkomitmen memperbaiki kualitas persiapan proyek agar investor bertahan.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bobroknya sistem birokrasi pemerintahan, khususnya di Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Menkeu Purbaya mulanya mengatakan kalau dirinya berambisi menambah pendapatan negara lewat pengumpulan pajak hingga melindungi selundupan barang ilegal. Meskipun sudah berjalan, tapi tetap saja ada kebocoran.
"Tapi kita akan perbaiki terus. Mengubah behaviour system tak semudah membalik telapak tangan rupanya," katanya dalam acara Simposium PT SMI di Ayana MIdplaza, Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Bendahara Negara lalu mengeluhkan sistem yang selama ini terjadi di birokrasi. Jika diberi tugas, sang pegawai hanya mengatakan siap melakukan namun tak dikerjakan, bahkan hingga tiga bulan.
"Kalau di birokrasi, dikasih tau A, di depan bilang siap Pak. Enggak dikerjain sampai tiga bulan. Dikasih tahu lagi, enggak dikerjain lagi. Ketika digeser baru nangis-nangis," ungkapnya.
Maka dari itu, dia ingin mengubah sistem birokrasi di Pemerintahan, paling tidak di Kemenkeu. Jika bawahannya kembali tidak mengerjakan perintah, maka Purbaya siap memberikan sanksi.
Sebaliknya, Purbaya juga siap memberikan penghargaan termasuk insentif jika pegawainya memberikan performa terbaik.
"Kalau saya suruh, kerjain. Kalau enggak siap-siap saja angkat koper. Tapi kalau kerjanya bagus nanti kita kasih value atau penghargaan setinggi-tingginya termasuk insentif," tambahnya.
Lebih lanjut Purbaya juga mengklaim kalau selama ini Indonesia justru banyak mendapatkan proyek-proyek investasi. Namun banyak dari program itu justru malah belum siap dan menyebabkan investor mundur.
Baca Juga: Purbaya Ungkap Syarat Jika Mau Targetkan Indonesia Emas 2045
"Kita punya banyak proyek, tapi belum siap. Feasibility-nya lemah, terus allocation juga tidak jelas. Akibatnya apa? Sering kali investor mundur. Nah ini yang mesti kita perbaiki. Kalau bikin proyek, harus jelas proyeknya sehingga clear risikonya seperti apa," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Purbaya Ungkap Syarat Jika Mau Targetkan Indonesia Emas 2045
-
Tiru Selat Hormuz, Purbaya Mau Kapal Lewat Selat Malaka Bayar ke RI
-
Jangan Terburu-buru Pungut PPN Tol, Komisi XI DPR Minta Pemerintah Kaji Dampak Daya Beli
-
Purbaya Klaim Rating Utang Indonesia di S&P Aman hingga 2028
-
World Bank Minta Maaf ke Purbaya Buntut Salah Proyeksi Ekonomi RI
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
- 4 Sepatu Lari Lokal Harga Rp100 Ribuan dengan Ulasan Terbaik, Pas Buat Jogging
- Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Bankir Perempuan Berpengaruh di Jajaran Top Level BUMN
Pilihan
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
Terkini
-
27 Tahun PNM, Excellence Awards 2026 Jadi Motor Transformasi Budaya Kerja
-
Devisa Hasil Ekspor Akan Digunakan sebagai Agunan Tunai
-
Ekonomi Indonesia Tidak Sedang Mengulang Krisis 1998, Purbaya Optimistis
-
PNM Siapkan Babak Baru Transformasi, Perkuat Kepemimpinan dan Tata Kelola Perusahaan
-
Ribuan Dokumen Menumpuk di Bea dan Cukai Tanjung Priok, Purbaya Mau Tambah Regulasi
-
Investor Asing Ramai-ramai "Sell Indonesia", Purbaya Masih Denial
-
Disorot Pemeringkat Internasional, Purbaya Klaim MBG dan Koperasi Tak Bebani Fiskal
-
1.108 Agen BRILink Jangkau Desa-desa di Klaten, Perputaran Uang Tembus Rp1,13 Triliun
-
Tekan Beban Bunga Utang, BI Akan Naikkan Remunerasi Dana Pemerintah
-
Menkeu Akui Pelemahan Rupiah Bikin Keuntungan Perajin Tahu-Tempe Tergerus