- Direktorat Jenderal Pajak berencana memungut PPN jasa jalan tol dalam Rencana Strategis tahun 2025 hingga 2029 mendatang.
- Tommy Kurniawan mengkritisi potensi kenaikan beban biaya bagi pengguna jalan tol tersebut.
- Pemerintah didesak melakukan kajian mendalam terkait dampak sosial dan ekonomi sebelum menerapkan kebijakan pajak baru bagi masyarakat.
Suara.com - Anggota Komisi XI DPR RI, Tommy Kurniawan, memberikan catatan kritis terkait rencana Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan untuk memungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas jasa jalan tol.
Rencana ini diketahui merupakan bagian dari perluasan basis pajak dalam Rencana Strategis (Renstra) 2025–2029.
Ia menyatakan bahwa semangat Kementerian Keuangan dalam meningkatkan pendapatan negara melalui sektor perpajakan memang patut diapresiasi, mengingat tugas menghimpun penerimaan negara di tengah tantangan ekonomi saat ini tidaklah ringan.
Namun, ia mengingatkan bahwa setiap kebijakan pajak baru tidak boleh mengabaikan kondisi riil di masyarakat.
Ia menekankan pentingnya mempertimbangkan dampak langsung yang akan dirasakan oleh publik.
“Pemerintah tidak hanya fokus pada peningkatan penerimaan negara, tetapi juga harus memikirkan dampak langsung yang dirasakan masyarakat,” ujar Tommy kepada wartawan dikutip Rabu (22/4/2026).
Legislator dari Fraksi PKB ini menyoroti bahwa pengguna jalan tol akan menjadi pihak yang paling terbebani apabila kebijakan ini diberlakukan.
Apalagi, menurutnya, selama ini masyarakat sudah dihadapkan pada skema kenaikan tarif jalan tol yang dilakukan secara berkala.
“Jika kemudian ditambah dengan PPN, maka beban biaya yang harus ditanggung masyarakat akan semakin besar. Ini tentu perlu menjadi perhatian serius,” jelasnya.
Baca Juga: Gaduh PPN Jalan Tol, Anak Buah Menkeu Purbaya Bilang Begini
Untuk itu, Tommy mendesak Kementerian Keuangan untuk melakukan kajian yang komprehensif dan mendalam sebelum benar-benar mengeksekusi kebijakan tersebut.
Ia meminta agar aspek sosial dan ekonomi menjadi pertimbangan utama, tidak sekadar mengejar target angka fiskal semata.
“Kajian harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi fiskal, tetapi juga dampaknya terhadap daya beli masyarakat dan aktivitas ekonomi,” tegasnya.
Tommy berharap pemerintah dapat mengambil jalan tengah yang bijaksana, yakni menjaga keseimbangan antara kebutuhan penerimaan negara untuk pembangunan dengan perlindungan terhadap kepentingan dan kesejahteraan masyarakat luas.
Berita Terkait
-
3 Pukulan Telak Pemerintah untuk Kelas Menengah: BBM Naik, Mobil Listrik Kena Pajak, Tol Kena PPN
-
Heboh Gugatan Rp119 Triliun: Bos CMNP Sampai Buka Suara
-
Siap-Siap! Lewat Jalan Tol Bakal Kena PPN Mulai 2028, Tarif Makin Mahal?
-
Gaduh PPN Jalan Tol, Anak Buah Menkeu Purbaya Bilang Begini
-
Raja Jalan Tol Gugat Hary Tanoe Rp119 T, Emiten CMNP Berkirim Surat ke KY
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
Terkini
-
Warga vs Mata Elang Bentrok di Klender, Kantor Penagih Motor Jadi Sasaran Amuk
-
Studi: Model Iklim Meleset, Laut Selatan Memanas Lebih Cepat
-
Timur Tengah Gencatan Senjata, Jet Tempur Myanmar Bombardir Wilayah Thailand
-
Krisis Avtur Dimulai, Maskapai Eropa Ini Batalkan 20 Ribu Penerbangan
-
123 Ribu Lebih Orang di Vietnam Ajukan Tunjangan Pengangguran
-
2 Tentara Israel Dipenjara Usai Hancurkan Patung Yesus
-
Momen Langka Gajah Liar Melahirkan di Pinggir Jalan Viral, Netizen Tersentuh
-
Modus Perusahaan Cangkang, Bareskrim Sikat Penyelundup 56 Ribu iPhone Ilegal Senilai Rp235 Miliar!
-
Amerika Terancam Krisis Rudal Jika Perang Berlanjut dengan Iran
-
Tumpahan Minyak Raksasa di Teluk Persia, Perang AS vs Iran Picu Bencana Ekologis