Bisnis / Ekopol
Rabu, 22 April 2026 | 16:14 WIB
Menko Pangan Zulkifli Hasan menyatakan kelangkaan dan kenaikan harga Minyakita di pasar disebabkan oleh penyerapan program bantuan pangan pemerintah. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih]
Baca 10 detik
  • Menko Pangan Zulkifli Hasan menyatakan kelangkaan dan kenaikan harga Minyakita di pasar disebabkan oleh penyerapan program bantuan pangan pemerintah.
  • Pemerintah berencana menambah pasokan Minyakita dan mengembalikan distribusi utamanya ke pasar tradisional melalui peran aktif Perum Bulog.
  • Pemerintah tengah mengkaji usulan kenaikan harga Minyakita bersama instansi terkait meski saat ini harga tetap sesuai aturan.

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengakui naiknya harga minyak goreng Minyakita disebabkan karena kelangkaan di pasar. Dia beralasan kelangkaan stok minyak goreng itu disebabkan oleh program bantuan pangan pemerintah.

Di saat yang sama Zulkifli juga mengaku sedang mempertimbangkan untuk menaikkan harga Minyakita.

Tercatat, harga Minyakita saat ini berada di kisaran Rp15.900 per liter, sedikit melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter. Sementara itu, harga minyak goreng premium di sejumlah daerah dilaporkan naik signifikan hingga menyentuh angka Rp 21.796 per liter.

"Kemarin ada bantuan pangan 33 juta (penerima manfaat), kali 2 bulan, kali 2 liter, pakai Minyakita, tentu itu kesedot. Sehingga di pasar agak berkurang, sehingga harga menjadi naik," kata Zulhas di Kemenko Pangan, Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Guna mengatasi kelangkaan tersebut Zulhas menyebut pemerintah akan meningkatkan pasokannya. Dia juga menegaskan bahwa untuk mencegah kelangkaan terulang kembali, Perum Bulog akan diizinkan menggunakan merek minyak goreng lain selain Minyakita.

"Nah, ini cepat kita akan supply-nya kita tambah. Dan nanti Bulog kalau ada bantuan pangan, boleh pakai merek apa saja. Kita akan bicara dengan produsen dengan harga yang sama. Jadi ada tambahan," ujarnya.

Zulhas menjelaskan bahwa awalnya Minyakita merupakan minyak goreng curah yang umum dijual di pasar tradisional. Namun, guna menjaga higienitasnya, pemerintah memutuskan untuk mengemas produk tersebut.

Belakangan, Minyakita menjadi populer. Bukan hanya di pasar tradisional, tapi juga di swalayan besar dan retail modern. Karenanya pemerintah akan mengembalikan pendistribusiannya ke pasar-pasar tradisional.

"Nanti Minyakita itu dikoordinir sebagian besar oleh BUMN, Bulog, untuk kembali itu menyuplai pasar-pasar tradisional yang ada di 500 kabupaten kota itu,” kata Zulhas.

Baca Juga: Harga Minyak Goreng Naik, Mendag Pastikan Stok Masih Aman

Naikkan Harga

Di saat yang sama Zulkifli juga mengatakan menerima usulan untuk menaikkan HET Minyakita. Usulan tersebut muncul karena sejak pertama kali dipasarkan, harga eceran minyak goreng milik pemerintah tersebut belum pernah mengalami penyesuaian. Saat ini, HET Minyakita masih dipatok sebesar Rp15.700 per liter.

"Ini Minyakita memang lama tidak ada penyesuaian. Tadi Menteri Perdagangan usulkan penyesuaian," kata Zulhas.

Kendati demikian, Zulhas meminta sebelum diputuskan mengalami kenaikan, harus dilakukan perhitungan.

"Tapi saya minta dihitung dulu, ya. Minta BPKP dan beberapa instansi terkait untuk menghitung bersama-sama. Nanti baru kita dapat bahas secara khusus," kata Zulhas.

Dia pun memastikan bahwa hingga saat ini Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyakita belum mengalami perubahan.

Load More