Suara.com - PT Hutama Karya (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan jalan tol melalui inovasi berbasis digital. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah peluncuran Command Center serta rebranding aplikasi pengelolaan jalan tol, yang diharapkan mampu menghadirkan sistem monitoring yang lebih terintegrasi, responsif, dan efisien.
Direktur Utama Hutama Karya, Koentjoro menjelaskan, upaya ini merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan sebagai operator jalan tol dalam memberikan layanan terbaik kepada pengguna. Menurutnya, monitoring menjadi aspek krusial dalam memastikan kondisi jalan tol tetap optimal dan aman bagi masyarakat.
"Monitoring kini bisa kita lakukan secara digital melalui Command Center. Kita dapat memantau kondisi jalan tol selama 24 jam di setiap lokasi dengan dukungan CCTV online serta petugas yang selalu siaga di lapangan," ujarnya dalam “Launching Command Center dan Rebranding Aplikasi Pengelolaan Jalan Tol Hutama Karya” di HK Tower, Jakarta Timur, Rabu, (22/4/2026).
Keberadaan Command Center ini memungkinkan Hutama Karya untuk melakukan pengawasan secara real-time di seluruh ruas jalan tol yang dikelola. Dengan sistem yang terintegrasi, setiap kejadian di lapangan, mulai dari kemacetan hingga kecelakaan, dapat segera terdeteksi dan ditindaklanjuti dengan cepat.
Selain itu, rebranding aplikasi pengelolaan jalan tol juga menjadi bagian penting dari transformasi digital ini. Pembaruan tersebut tidak hanya menyasar tampilan, tetapi juga peningkatan fungsi dan kecepatan respons sistem dalam mendukung operasional di lapangan.
Koentjoro menegaskan, integrasi Command Center dengan aplikasi terbaru akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas layanan, terutama dalam penanganan insiden di jalan tol.
"Dengan adanya Command Center ini, kita bisa meningkatkan layanan ketika terjadi sesuatu di lapangan. Kita sudah memiliki SOP yang jelas, misalnya dalam penanganan kecelakaan, berapa menit petugas harus tiba, ambulans datang, semuanya sudah terukur," jelasnya.
Melalui sistem monitoring yang lebih canggih, Hutama Karya kini dapat memantau setiap titik kilometer di ruas jalan tol secara detail. Hal ini memungkinkan tim untuk merespons kejadian dengan lebih cepat, bahkan sebelum batas waktu yang ditetapkan dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM).
"Misalnya ada kecelakaan di satu ruas, target kita petugas harus tiba dalam 20 menit. Dengan sistem ini, kita bisa mengetahui lebih dini dan tim dapat langsung bergerak ke lokasi, sehingga penanganan bisa dilakukan kurang dari 20 menit," tambahnya.
Baca Juga: Pemerintah Mau Bangun Tol Gilimanuk-Mengwi, Butuh Duit Rp12,7 Triliun
Dengan hadirnya Command Center dan rebranding aplikasi ini, Hutama Karya optimistis dapat meningkatkan standar pelayanan sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pengguna jalan tol di seluruh Indonesia. Transformasi digital ini menjadi langkah nyata perusahaan dalam menghadirkan infrastruktur yang tidak hanya andal, tetapi juga didukung oleh sistem pengelolaan yang modern dan responsif.***
Berita Terkait
-
Jangan Terburu-buru Pungut PPN Tol, Komisi XI DPR Minta Pemerintah Kaji Dampak Daya Beli
-
3 Pukulan Telak Pemerintah untuk Kelas Menengah: BBM Naik, Mobil Listrik Kena Pajak, Tol Kena PPN
-
Heboh Gugatan Rp119 Triliun: Bos CMNP Sampai Buka Suara
-
Siap-Siap! Lewat Jalan Tol Bakal Kena PPN Mulai 2028, Tarif Makin Mahal?
-
Gaduh PPN Jalan Tol, Anak Buah Menkeu Purbaya Bilang Begini
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
- 4 Sepatu Lari Lokal Harga Rp100 Ribuan dengan Ulasan Terbaik, Pas Buat Jogging
- Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Bankir Perempuan Berpengaruh di Jajaran Top Level BUMN
Pilihan
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
Terkini
-
Tekan Beban Bunga Utang, BI Akan Naikkan Remunerasi Dana Pemerintah
-
Menkeu Akui Pelemahan Rupiah Bikin Keuntungan Perajin Tahu-Tempe Tergerus
-
Rupiah Tembus Rp18.036 per Dolar dan IHSG Anjlok, Purbaya Ungkap Kendala Terbesar Pemerintah
-
Dasco Ungkap 'Dua Jurus Pamungkas' Kuatkan Rupiah yang Disepakati Gubernur BI dan Menkeu Purbaya
-
Menkeu Purbaya Tegaskan Rupiah Stabil Bisa Ringankan Beban Pedagang Tahu Tempe dan Rumah Tangga
-
Nama Chatib Basri Muncul di Tengah Tekanan Rupiah, Istana Tegaskan Tak Ada Reshuffle
-
Oktober 2026 Ini Pemerintah Siapkan Wajib Halal Nasional, Ini Dampak Bagi UMKM, Bisnis, dan Konsumen
-
Gubernur BI Ungkap 2 Strategi yang Disiapkan untuk Stabilkan Rupiah
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Pasar Sambut Positif Rumor Chatib Basri Jadi Menkeu, tapi Ada Catatannya