Bisnis / Makro
Kamis, 23 April 2026 | 08:27 WIB
Pengunjung melintas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jakarta, Jumat (10/4/2026). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym].
Baca 10 detik
  • IHSG diprediksi menguat terbatas pada Kamis, 23 April 2026, meski dibayangi aksi jual asing yang signifikan sebelumnya.
  • Sentimen positif Wall Street akibat perpanjangan gencatan senjata AS-Iran menjadi katalis utama pergerakan bursa global hari ini.
  • Analisis BNI Sekuritas merekomendasikan strategi speculative buy pada saham BDMN, MEDC, BUMI, CUAN, PTRO, dan GZCO bagi investor.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi fokus perhatian investor domestik pada pembukaan perdagangan Kamis (23/4/2026).

Setelah ditutup melemah tipis 0,24% pada perdagangan kemarin, indeks kini berada di persimpangan jalan dengan potensi penguatan yang masih dibayangi aksi jual investor asing.

Kemarin, tekanan jual asing mencapai Rp1,04 triliun, terutama menyasar saham-saham blue chip sektor perbankan seperti BBRI, BMRI, dan BBCA, serta saham heavyweight lainnya seperti BRPT dan TLKM.

Untuk hari ini, IHSG diprediksi akan mencoba melakukan penguatan terbatas guna menguji level resistansi di 7.600. Namun, investor perlu waspada; jika indeks gagal menembus angka tersebut, potensi koreksi lanjutan menuju area pendukung (support) di rentang 7.450 – 7.500 masih terbuka lebar.

Wall Street Melesat Berkat Angin Segar Diplomasi

Sentimen positif dari bursa global diharapkan mampu memberikan energi tambahan bagi IHSG. Pada penutupan Rabu (22/4), bursa saham Amerika Serikat (Wall Street) kompak melesat. Indeks S&P 500 naik 1,05%, sementara Nasdaq Composite melonjak tajam 1,64% dan Dow Jones Industrial Average menguat 0,69%.

Laju positif ini dipicu oleh keputusan Presiden AS, Donald Trump, untuk memperpanjang gencatan senjata dengan Iran selama dua pekan.

Keputusan yang dimediasi oleh Pakistan tersebut bertujuan untuk memberikan ruang diplomasi bagi Teheran guna merumuskan proposal perdamaian.

Meski militer AS tetap bersiaga penuh dan memblokade jalur perdagangan, pasar merespons positif upaya de-eskalasi ini.

Baca Juga: Rupiah Ditutup Melemah Tipis ke Level Rp17.180, Ini Faktornya

Selain faktor geopolitik, kinerja emiten AS yang solid turut menjadi motor penggerak. Saham Boeing melonjak 5,5% setelah membukukan kerugian yang lebih rendah dari ekspektasi, sementara GE Vernova meroket hampir 14% berkat pendapatan yang melampaui prediksi analis.

Bursa Asia Bergerak Variatif

Berbeda dengan Wall Street, bursa kawasan Asia-Pasifik menunjukkan pergerakan yang beragam. Ketidakpastian di Timur Tengah masih membayangi sebagian besar investor meskipun ada kabar gencatan senjata.

Jepang: Indeks Nikkei 225 naik 0,40% didorong pertumbuhan ekspor Maret sebesar 11,7%, namun Topix justru terkoreksi 0,67%.
Korea Selatan: Kospi dan Kosdaq kompak berada di zona hijau dengan penguatan masing-masing 0,46% dan 0,18%.
Hong Kong & Australia: Hang Seng melemah 1,22% dan S&P/ASX 200 turun 1,18% di tengah kekhawatiran dampak jangka panjang ketegangan geopolitik.

Ide Trading Hari Ini (Kamis, 23 April 2026)

Berdasarkan analisis teknikal dari Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Fanny Suherman, terdapat beberapa saham yang layak dipantau untuk strategi Speculative Buy:

BDMN: Area beli 3850, Target 4100-4400, Cutloss < 3620.
MEDC: Area beli 1680-1700, Target 1730-1800, Cutloss < 1670.
BUMI: Area beli 238-240, Target 246-252, Cutloss < 236.
CUAN: Area beli 1480-1510, Target 1535-1600, Cutloss < 1450.
PTRO: Area beli 6025-6250, Target 6350-6800, Cutloss < 6000.
GZCO: Area beli 240-244, Target 250-258, Cutloss < 238.

Disclaimer: Analisis ini bersifat informasi dan referensi edukasi, bukan merupakan perintah beli atau jual mutlak. Investasi saham memiliki risiko fluktuasi harga. Investor diharapkan bijak dalam mengelola manajemen risiko sesuai profil risiko masing-masing.

Load More