- BEI aktif berdiskusi dengan MSCI untuk menanggapi kebijakan pembatasan saham Indonesia pada peninjauan indeks periode Mei 2024.
- Regulator mengimplementasikan reformasi transparansi pasar dan menyesuaikan konstituen indeks elit untuk meningkatkan kepercayaan serta perlindungan bagi investor global.
- Pasca pengumuman reformasi pasar pada April 2026, Indeks Harga Saham Gabungan mencatatkan performa positif dengan kenaikan sebesar delapan persen.
Suara.com - Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), I Gede Nyoman Yetna, menegaskan bahwa Bursa Efek Indonesia (BEI) terus menjalin diskusi aktif dengan MSCI terkait transparansi pasar modal.
Langkah ini dilakukan untuk menanggapi isu risk downgrade serta memastikan bahwa berbagai agenda market transparency reform yang diinisiasi oleh OJK, BEI, dan KSEI berjalan sesuai rencana untuk meningkatkan kepercayaan investor global.
Pasalnya dalam pengumumannya, MSCI menyatakan akan tetap mempertahankan pembatasan (curbs) terhadap saham Indonesia dalam tinjauan indeks periode Mei 2024.
Nyoman menjelaskan bahwa dalam periode dua bulan ke depan, BEI akan semakin proaktif menjelaskan poin-poin yang masih menjadi perhatian (concern) MSCI.
Saat ini, MSCI tengah melakukan penilaian (assessment) mendalam serta meminta umpan balik langsung dari para klien dan pelaku pasar global terhadap efektivitas reformasi yang telah berjalan di Indonesia.
Guna memperlancar proses transisi ini, BEI telah menyiapkan strategi konkret.
"BEI akan terus melakukan edukasi kepada publik dan pelaku pasar terkait market transparency reform. Kami juga menyediakan hotdesk dedicated agar dapat menjalin komunikasi yang lebih intens dan akomodatif dalam menjawab setiap kekhawatiran pelaku pasar," ujar Nyoman dalam jawaban tertulisnya, Kamis (23/4/2026).
Mengenai ancaman penurunan kelas, Nyoman optimistis melihat tren data yang ada. Sejak penyelesaian market transparency reform diumumkan pada 2 April 2026, laju IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) menunjukkan performa positif dengan kenaikan signifikan sebesar 8 persen.
IHSG bergerak menguat dari level 7.026 poin ke posisi 7.559 poin pada penutupan perdagangan terakhir. Peningkatan performa IHSG ini menjadi sinyal kuat bahwa publik dan investor menyambut positif langkah reformasi yang diambil regulator.
Baca Juga: Investor RI Masih Tertinggal? Dunia Sudah Pakai AI untuk Trading Saham
"Bursa Efek Indonesia (BEI) berkomitmen untuk terus berinovasi dalam memberikan perlindungan investor, meningkatkan likuiditas, serta menjaga investor trust demi terciptanya perdagangan saham yang teratur, wajar, dan efisien di masa depan," jelasnya.
Salah satu langkah nyata yang mulai diimplementasikan adalah penyesuaian pada indeks unggulan atau flagship index seperti IDX30, LQ45, dan IDX80.
Dalam aturan terbaru, saham yang masuk dalam kategori Papan Pemantauan Khusus (HSC) tidak akan dimasukkan ke dalam konstituen indeks-indeks elit tersebut.
Kebijakan ini bertujuan memastikan bahwa konstituen indeks tetap bersifat investable dan sejalan dengan tujuan investasi para pengelola dana.
Berita Terkait
-
Emiten Bandel Tak Mau Buyback saat Delisting, Ini Kata BEI
-
Dihantam Aksi Jual, IHSG Terkapar ke Level 7.623
-
Kursi Panas Bos Astra: Sinyal Kuat Rudy Gantikan Djony Bunarto, Saham ASII Langsung Gaspol!
-
IHSG Masih di Zona Hijau Pada Sesi I, 447 Saham Melesat
-
IHSG Gaspol Terus, Melonjak ke Level 7.700 Pagi Ini
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
Pilihan
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
Terkini
-
Melihat Peran Perempuan Jadi Petani Sawit
-
Wall Street Pecahkan Rekor Baru Setelah Trump Perpanjang Gencatan Senjata
-
Kredit Nganggur di Bank Tembus Rp2.527 Triliun, BI Ungkap Penyebab dan Strateginya
-
Butuh Rp1.200 Triliun, Pemerintah Berencana Garap 14.000 Km Jalur Kereta Api
-
Kawasan Industri Anak Usaha Harita Group Bantu Kayong Utara Cetak Rekor Pertumbuhan Ekonomi
-
Program DIB Harita Group Ubah Nasib Istri Nelayan, Kini Bisa Hasilkan Cuan Sendiri
-
Komisaris Pertamina Cek Distribusi BBM dan LPG di Sorong, Pastikan Pasokan Terjaga
-
BI Longgarkan Transaksi NDF Offshore untuk Perkuat Rupiah
-
Harga Kondom Naik Gara-gara Perang AS-Iran, Kok Bisa?
-
Mantan Gubernur BI: Rupiah Melemah Karena Pemerintah Tahan Subsidi BBM