- Pengusaha Jusuf Hamka menyatakan kesediaan PT CMNP mendukung wacana pengenaan PPN jalan tol oleh Direktorat Jenderal Pajak Kemenkeu.
- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum mengetahui wacana tersebut dan akan melakukan pengecekan mendalam terhadap rencana strategis DJP.
- Pemerintah berkomitmen tidak akan menerapkan pajak baru atau menaikkan tarif pajak sebelum daya beli masyarakat pulih secara signifikan.
Suara.com - Pengusaha jalan tol Jusuf Hamka mengomentari soal wacana penarikan pajak pertambahan nilai (PPN) atas jasa jalan tol oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Pria yang akrab disapa Babah Alun ini menyebut kalau dirinya belum mendapatkan kabar tersebut secara langsung dari Pemerintah.
Namun setelah ramai pemberitaan pajak jalan tol, Jusuf Hamka bersama direksi PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) langsung melakukan rapat internal. Hasilnya, mereka sepakat dengan wacana tersebut.
“Belum ada omongan. Tetapi begitu ada berita, saya dengan teman-teman direksi mengatakan semua sepakat, rapat, kita ikut apa Pemerintah punya mau,” katanya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Ia justru malah lebih mempermasalahkan dana perusahaannya sebesar Rp 800 miliar yang tidak dibayarkan Pemerintah, di mana kasus ini viral pada 2023 lalu.
“Syukur-syukur dengan dapat PPN, dana kita yang masih nyangkut Ro 800 miliar yang belum dibayar bisa dikembalikan. Kita ikut sama Pemerintah tapi bantuin dong kita. Giliran pajak kita bayar. Kalau telat dikit kita didenda,” keluhnya.
Ia menerangkan kalau selama ini perusahaannya turut berperan dalam pembangunan infrastruktur, khususnya jalan tol.
“Kita kan membangun negeri nih, buat bangun jalan. Ini pemegang saham publik punya duit, begitu saja,” imbuhnya.
Lebih lanjut Jusuf Hamka mengakui kalau kebijakan ini tentu berdampak pada kenaikan harga tarif jalan tol.
“Harusnya naik. Mudah-mudahan juga siapa tahu dengan adanya PPN kan bisa di-offset dengan pembayaran pajak kita. Bagus juga. Ya pokoknya apa yang terbaik buat pemerintah baik buat kami,” jelasnya.
Purbaya tak tahu wacana PPN jalan tol
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku tidak tahu soal wacana penarikan pajak pertambahan nilai (PPN) atas jasa jalan tol yang tertuang dalam Rencana Strategis Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan 2025-2029.
"Oh saya enggak tahu, kan menterinya saya. Nanti saya beresin deh," katanya usai ditemui di Simposium PT SMI di Ayana Midplaza, Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Menkeu Purbaya mengakui kalau wacana PPN jalan tol yang ada di Renstra DJP 2025-2029 itu harus dianalisis lebih dulu oleh Badan Kebijakan Fiskal, yang kini berubah nama sebagai Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu.
Ia juga heran kenapa sekarang heboh soal isu pajak. Bendahara Negara memastikan bakal memeriksa wacana pajak jalan tol tersebut.
Tag
Berita Terkait
-
Nasib Insentif Kendaraan Listrik Kini Bergantung Penuh Pada Kemauan Pemerintah Daerah
-
Apakah Motor Listrik Kini Kena Pajak? Ini Penjelasan Aturan Terbaru Permendagri 11/2026
-
Percepat Transisi Energi, Mendagri Dorong Gubernur Bebaskan Pajak Kendaraan Listrik
-
Berapa Pajak Jaecoo J5? Ini Simulasi Perhitungan Berdasarkan Aturan Baru Pemerintah
-
Purbaya Tak Tahu Isu PPN Jalan Tol: Janji Saya Sama, Tak Akan Terapkan Pajak Baru
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
Pilihan
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
Terkini
-
Gelar RUPST Tahun Buku 2025, Prodia Setujui Dividen 70% Hingga Komitmen Akselerasi Inovasi Layanan
-
Serap Ribuan Pekerja, Investasi Anak Usaha Harita Group di KIPP Didukung DPRD Kayong Utara
-
Mati Listrik Massal di Jakarta Landa Manggarai hingga Tebet
-
Rupiah Terkapar Rp17.300, BI Pasang Badan Guyur Pasar!
-
Jakarta Geser Jabar, Serap Investasi Rp78,7 Triliun di Triwulan I 2026
-
Listrik Mati di Beberapa Wilayah di Jakarta, PLN Konfirmasi Terjadi Gangguan Suplai
-
SMGR Genjot Bahan Bakar Sampah, Pangkas Ratusan Ribu Ton Batu Bara
-
Baru 24,4 Persen, Realisasi Investasi Awal 2026 Sentuh Rp498,8 Triliun
-
JP Morgan Pangkas Bobot Obligasi Indonesia, Bisa Bikin Investor Global Kabur
-
Bali Disiapkan Jadi Hub Kripto Global, Platform Mulai Bergerak Ekspansi