- Restrukturisasi utang Whoosh sudah final, tinggal penyempurnaan teknis.
- Pemerintah jamin RI tak akan ingkar janji bayar utang ke China.
- Menko Infrastruktur AHY akan umumkan detail skema dalam waktu dekat.
Suara.com - Pemerintah Indonesia memberikan sinyal kuat bahwa teka-teki mengenai beban utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) segera menemui titik terang.
Skema restrukturisasi pembayaran utang kepada pihak China diklaim sudah hampir rampung dan kini hanya tinggal menunggu waktu untuk diumumkan ke publik.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa pemerintah telah mengantongi solusi konkret terkait kewajiban pembayaran tersebut. Saat ini, tim lintas kementerian tengah melakukan penyempurnaan akhir (fine-tuning) sebelum dipresentasikan secara resmi kepada pihak kreditur di Negeri Tirai Bambu.
"Solusinya sudah ada dan itu akan dilengkapi oleh tim untuk bicara dengan pihak China-nya. Kemarin kita juga sudah sounding. InsyaAllah ini bisa selesai," ujar Rosan saat ditemui di kantornya, Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Penyusunan skema ini bukan langkah tunggal. Rosan menyebut kolaborasi intensif dilakukan antara kementeriannya dengan Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah serta Kementerian Keuangan. Meski optimisme membuncah, Rosan masih menutup rapat rincian skema tersebut, termasuk isu sensitif mengenai keterlibatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Senada dengan Rosan, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa secara prinsip, urusan restrukturisasi ini sudah "ketok palu". Kepastian ini bahkan sudah disampaikan langsung kepada Menteri Keuangan China dalam pertemuan tingkat tinggi baru-baru ini.
Purbaya menekankan bahwa langkah ini krusial untuk menjaga profil risiko dan kredibilitas Indonesia di kancah internasional.
"Pihak China tidak usah khawatir. Indonesia tidak pernah menyimpang atau melanggar janji. Itu kredibilitas yang kita jaga," tegas Purbaya, Rabu (22/4/2026).
Lantas, kapan publik bisa mengetahui detailnya? Bola kini ada di tangan Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang dijadwalkan akan mengumumkan skema final tersebut secara resmi.
Baca Juga: Blak-blakan Airlangga: 40 Persen Investasi di RI Belum Untung
Langkah restrukturisasi ini diharapkan mampu meringankan beban finansial proyek strategis nasional tersebut tanpa mencederai hubungan bilateral kedua negara yang telah terjalin lama.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
Pilihan
Terkini
-
Bahlil: Harga LNG Naik Bukan Hanya di Indonesia
-
Pertumbuhan Properti Tangerang Jadi Magnet Ekspansi Industri Penunjang Hunian
-
APBN 2026 Defisit Rp180 Triliun, Menkeu Purbaya Buka Suara
-
Konsolidasi Lagi, Dasco Kumpulkan Menteri ESDM-Danantara Yakinkan Investor dan Publik
-
Bahlil Akan Tambah Kuota Produksi Batubara 2026
-
BBCA Jebol di Bawah Rp 5.000, Ini Target Harga Saham Perbankan Menurut Analis
-
IHSG Hancur Lebur di Sesi 1, Saham BBCA dan Big Banks Catat Harga Termurah!
-
Asing Lepas Saham Perbankan Triliunan Rupiah Hingga Sesi I, BBCA Paling Banyak
-
Purbaya Pamer Setoran Pajak Sektor Industri Tumbuh Tinggi, Perdagangan Naik 52,4%
-
Tak Jadi di Minerba, Bahlil Bilang Skema Bagi Hasil Hanya Sektor Migas