Bisnis / Makro
Kamis, 23 April 2026 | 20:10 WIB
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani. Foto Rina-Suara.com
Baca 10 detik
  • Restrukturisasi utang Whoosh sudah final, tinggal penyempurnaan teknis.
  • Pemerintah jamin RI tak akan ingkar janji bayar utang ke China.
  • Menko Infrastruktur AHY akan umumkan detail skema dalam waktu dekat.

Suara.com - Pemerintah Indonesia memberikan sinyal kuat bahwa teka-teki mengenai beban utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) segera menemui titik terang.

Skema restrukturisasi pembayaran utang kepada pihak China diklaim sudah hampir rampung dan kini hanya tinggal menunggu waktu untuk diumumkan ke publik.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa pemerintah telah mengantongi solusi konkret terkait kewajiban pembayaran tersebut. Saat ini, tim lintas kementerian tengah melakukan penyempurnaan akhir (fine-tuning) sebelum dipresentasikan secara resmi kepada pihak kreditur di Negeri Tirai Bambu.

"Solusinya sudah ada dan itu akan dilengkapi oleh tim untuk bicara dengan pihak China-nya. Kemarin kita juga sudah sounding. InsyaAllah ini bisa selesai," ujar Rosan saat ditemui di kantornya, Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Penyusunan skema ini bukan langkah tunggal. Rosan menyebut kolaborasi intensif dilakukan antara kementeriannya dengan Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah serta Kementerian Keuangan. Meski optimisme membuncah, Rosan masih menutup rapat rincian skema tersebut, termasuk isu sensitif mengenai keterlibatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Senada dengan Rosan, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa secara prinsip, urusan restrukturisasi ini sudah "ketok palu". Kepastian ini bahkan sudah disampaikan langsung kepada Menteri Keuangan China dalam pertemuan tingkat tinggi baru-baru ini.

Purbaya menekankan bahwa langkah ini krusial untuk menjaga profil risiko dan kredibilitas Indonesia di kancah internasional.

"Pihak China tidak usah khawatir. Indonesia tidak pernah menyimpang atau melanggar janji. Itu kredibilitas yang kita jaga," tegas Purbaya, Rabu (22/4/2026).

Lantas, kapan publik bisa mengetahui detailnya? Bola kini ada di tangan Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang dijadwalkan akan mengumumkan skema final tersebut secara resmi.

Baca Juga: Blak-blakan Airlangga: 40 Persen Investasi di RI Belum Untung

Langkah restrukturisasi ini diharapkan mampu meringankan beban finansial proyek strategis nasional tersebut tanpa mencederai hubungan bilateral kedua negara yang telah terjalin lama.

Load More