Bisnis / Energi
Kamis, 21 Mei 2026 | 12:56 WIB
Dirut PT DSI Luke Thomas Mahony, eks petinggi Vale Indonesia [Suara.com/Vale-diedit oleh HD]
Baca 10 detik
  • PT Danantara Sumberdaya Indonesia resmi disahkan pada 19 Mei 2026 sebagai lembaga superholding untuk mengelola komoditas ekspor nasional.
  • Luke Thomas Mahony, seorang profesional asal Australia, ditunjuk sebagai Direktur Utama untuk memimpin operasional strategis perusahaan tersebut.
  • Posisi Komisaris PT Danantara Sumberdaya Indonesia dijabat oleh Harold Jonathan Dharma TJ, mantan Direktur di PT Mandiri Sekuritas.

Suara.com - Anak usaha BPI Danantara, PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) resmi mengantongi pengesahan pendirian hukum pada 19 Mei 2026, lembaga superholding ini menempatkan figur profesional internasional di kursi kemudi operasionalnya.

Dokumen resmi perusahaan mengungkap nama Luke Thomas Mahony, seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Australia yang kini menetap di Jakarta, sebagai Direktur Utama PT Danantara Sumberdaya Indonesia.

Untuk mengimbangi jajaran manajemen, posisi Komisaris diserahkan kepada Harold Jonathan Dharma TJ, bankir investasi senior yang sebelumnya pernah menduduki posisi Direktur di PT Mandiri Sekuritas.

Penunjukan Luke Mahony dinilai strategis mengingat peran vital DSI ke depan sebagai badan pengawas sekaligus agregator perdagangan komoditas ekspor sumber daya alam (SDA) Indonesia.

Rekam jejak global dan penguasaan teknisnya di industri ekstraktif menjadi modal utama dalam mengawal tata kelola komoditas nasional.

Profil Luke Mahony

Luke Mahony adalah lulusan University of New South Wales (UNSW). Berdasarkan informasi di LinkedIn miliknya, ia menempuh jalur pendidikan yang sangat linear dan komprehensif di bidang industri berat. Meski berstatus warga negara Australia, kabarnya ia berdomisili di Indonesia.

Mahony berhasil mengamankan gelar sarjana (Bachelor) di bidang Teknik Pertambangan (Mining Engineering) pada tahun 2002. Ia kemudian melanjutkan studi pascasarjana secara beruntun di universitas yang sama hingga mengantongi tiga gelar Master sekaligus, meliputi:

  • Master di bidang Keuangan (Finansial): Lulus pada tahun 2004.
  • Master di bidang Teknik Pertambangan: Lulus pada tahun 2006.
  • Master di bidang Geomekanika: Lulus pada tahun 2009.

Karier Luke Mahony

Baca Juga: Bareskrim Tahan Dirut dan Komisaris PT DSI Terkait Kasus Fraud Rp2,4 Triliun

Karier profesional Mahony dimulai dari bawah sebagai Shift Engineer di perusahaan konstruksi Baulderstone Hornibrook (2003–2004), sebelum akhirnya berpindah ke industri batubara sebagai Business Development Analyst sekaligus Mining Engineer di Xstrata Coal hingga Juni 2005.

Potensi besarnya mulai terasah ketika ia bergabung dengan raksasa pertambangan dunia, BHP Billiton. Di perusahaan tersebut, ia menghabiskan waktu hampir satu dekade dengan menduduki berbagai posisi manajerial penting secara bertahap:

  1. Geotechnical/Mining Engineer (2005–2007)
  2. Longwall Projects Coordinator (2007–2008)
  3. Superintendent Prestrip (2008–2010)
  4. Principal Business Analyst (2010–2011)
  5. Manager Reporting (2011–2012)
  6. Manager Production Projects & Prestrip (2012–2014)

Ekspansi Kepemimpinan di Industri Komoditas dan Transisi ke Danantara

Puncak karier internasional Mahony semakin kokoh saat ia berlabuh di Vale, korporasi tambang multinasional terkemuka. Ia dipercaya memegang kendali atas divisi teknologi, manajemen risiko bendungan tailing, hingga perencanaan jangka panjang grup global tersebut.

Jabatan mentereng yang pernah diembannya antara lain Global Head of Geology, Mine Engineering, Geotechnical, Tailings Dams and Technology (2019–2021), dilanjutkan sebagai Global Head of Technology & Innovation hingga Desember 2022.

Setelah itu, ia dipromosikan menjadi Chief Technical Officer dan Technical Director di Vale Base Metals yang berbasis di luar negeri.

Load More