- Presiden Prabowo membentuk PT Danantara Sumberdaya Indonesia untuk mengatasi manipulasi harga ekspor komoditas CPO dan batu bara.
- Praktik under invoicing melalui perantara di Singapura menyebabkan kerugian pajak, bea keluar, serta berkurangnya devisa negara Indonesia.
- Lembaga DSI akan mengelola seluruh ekspor untuk mencegah penyelundupan dan meningkatkan penerimaan negara demi membiayai pembangunan ekonomi nasional.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menceritakan alasan Pemerintah membentuk badan ekspor baru bernama PT Danantara Sumberdaya Indonesia (PT DSI).
Menkeu Purbaya menyebut kalau ide itu muncul setelah Presiden RI Prabowo Subianto mendapatkan banyak laporan soal under invoicing atau manipulasi harga barang dari harga asli dalam kegiatan ekspor.
Ia menyebut banyak pengusaha Indonesia melakukan under invoicing, khususnya di komoditas Crude Palm Oil (CPO atau minyak kelapa sawit mentah) hingga batu bara. Manipulasi yang dilakukan mulai dari harga hingga volume yang lebih rendah.
"Jadi mereka boleh dibilang sebagian diselundupkan lah," katanya dalam acara Jogja Financial Festival, dikutip dari kanal YouTube Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Minggu (24/5/2026).
Prabowo lalu memintanya untuk memeriksa kasus under invoicing. Usai memeriksa 10 perusahaan CPO terbesar di Indonesia, Purbaya menemukan manipulasi itu dilakukan dari Singapura, sebelum akhirnya dikirim ke Amerika Serikat.
Cara kerjanya, pengusaha itu tak langsung mengirim CPO ke AS, tapi ditujukan dulu ke perusahaan perantara yang ada di Singapura. Lewat perusahaan yang juga dimiliki pengusaha itu, mereka mencantumkan perbedaan harga antara yang dikirim dari Indonesia ke Singapura dan Singapura ke AS.
"Harganya di sini ke Singapura itu setengah dari harga dari Singapura ke Amerika. Jadi kalau saya sebagai Menteri Keuangan saya rugi. Pajak ekspor yang saya peroleh setengahnya. Pajak pendapatan juga separuhnya. Devisa juga lebih sedikit. Devisa juga lebih sedikit dan diparkir ke luar negeri," beber dia.
Purbaya lalu mengusulkan ke Prabowo untuk memperketat pengawasan di lapangan lewat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu. Hanya saja Presiden menilai itu belum cukup.
"Bea Cukai juga gampang bocor. Jadi Pak Presiden pikir sebaiknya ya sudah kita beresin saja sekalian. Kita buat satu lembaga atau badan ekspor namanya DSI, Danantara Sumberdaya Indonesia. Di mana semua pengekspor nanti hanya bisa lewat situ. Jadi yang jual hanya DSI itu ke pasar-pasar dunia," paparnya.
Baca Juga: IHSG Bergejolak Karena Ekspor Dikendalikan Danantara, Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi
Lebih lanjut Purbaya menilai kalau pembentukan DSI bisa mencegah kasus under invoicing yang selama ini terjadi. Dengan begitu Penerimaan Negara dari pajak maupun bea keluar bakal lebih banyak.
"Dan yang paling penting adalah barang kita tidak diselundupkan ke luar negeri. Jadi nanti untungnya juga dipakai untuk membangun ekonomi kita. Jadi dengan itu saya harapkan uang saya lebih banyak, dan uangnya bisa dipakai untuk membantu program-program Pemerintah, termasuk pendidikan maupun program-program pembangunan daerah," jelas Purbaya.
Tag
Berita Terkait
-
IHSG Bergejolak Karena Ekspor Dikendalikan Danantara, Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi
-
Purbaya Sebut Krisis 1998 Tak Akan Terulang, Optimis 6 Bulan Lagi Orang Susah Berkurang
-
Airlangga: Kebijakan DHE dan Ekspor via Danantara Mulai Berlaku 1 Juni 2026
-
Purbaya Klaim BUMN Ekspor PT DSI Akan Diawasi Kemenkeu dan K/L Lain Demi Cegah Monopoli
-
Airlangga Bantah IHSG Jeblok Gegara Pemerintah Bentuk BUMN Ekspor PT DSI
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Berat Badan Purbaya Turun 10 Kg usai 8 Bulan Jabat Menkeu
-
Harga Emas Antam dan UBS Hari Ini, Pemula Wajib Cek Sebelum Investasi
-
Misbakhun: APBN Mustahil Bangkrut
-
Ini Strategi BTN Salurkan Kredit Perumahan Bagi Masyarakat
-
Ekonom UI: Masyarakat Kok Makin Miskin kala Pemerintah Klaim Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen
-
Misbakhun Nilai Pelemahan Rupiah Sekarang Tak Seburuk 1998
-
IHSG Bergejolak Karena Ekspor Dikendalikan Danantara, Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi
-
Isu Sejumlah Merek Kendaraan Dilarang Beli Pertalite, Pertamina: Hoaks!
-
Pasca-Blackout Sumatra, Pasokan Listrik 8,3 Juta Pelanggan Diklaim PLN Mulai Pulih
-
Indikasi Awal, PLN Sebut Gangguan Cuaca jadi Penyebab Blackout di Sumatera