Bisnis / Energi
Kamis, 04 Juni 2026 | 08:01 WIB
Kolase Trump-Netanyahu [Suara.com]
Baca 10 detik
  • AS dan Israel sedang menyusun kesepakatan gencatan senjata sementara dengan Iran untuk meredam krisis di Selat Hormuz.
  • Kesepakatan tersebut mencakup pelonggaran sanksi ekonomi dan pencairan aset Iran sebagai imbalan atas penghentian blokade maritim global.
  • Perjanjian taktis ini tidak menyelesaikan akar konflik utama seperti program nuklir dan rudal balistik milik negara Iran.

"Terlepas dari bagaimana struktur biaya lintasan kapal diatur nantinya, perairan tersebut secara de facto akan tetap di bawah kendali Iran," ungkap salah satu analis kawasan, dikutip via Reuters.

Pemerintah AS bahkan dikabarkan mulai melonggarkan tuntutan terkait pembongkaran rudal balistik Iran, meskipun hal ini memicu kekhawatiran mendalam bagi Israel dan negara-negara Arab di kawasan Teluk.

Hambatan terbesar saat ini adalah tuntutan Iran yang mengaitkan damai Selat Hormuz dengan keharusan Israel menghentikan gempuran terhadap Hizbullah di Libanon.

Trump sendiri mulai melunak dan mendesak Israel untuk menahan diri dari membombardir kota Beirut, karena khawatir eskalasi di Libanon dapat merusak meja perundingan Selat Hormuz.

Sebagai langkah awal, Iran menegaskan pencairan dana beku sebesar USD 12 miliar harus dieksekusi terlebih dahulu sebelum langkah diplomasi lainnya berjalan. Namun, langkah ini rentan mengundang kritik domestik bagi Trump karena dianggap meniru kebijakan mantan Presiden Barack Obama pada tahun 2015 silam.

Load More