Rupiah Akhirnya Jebol ke Rp18.000, Purbaya Tak Mau Disalahkan

Kamis, 04 Juni 2026 | 08:43 WIB
Rupiah tembus Rp18.000 per dolar AS untuk pertama kali. Foto ist.
  • Rupiah tembus Rp18.000 per dolar AS untuk pertama kali.
  • Purbaya bantah fiskal jadi biang kerok pelemahan rupiah.
  • BI perketat transaksi valas dan genjot penggunaan mata uang lokal.

Sebelumnya, Bank Indonesia memastikan terus berada di pasar untuk meredam gejolak nilai tukar dan menjaga kecukupan likuiditas valuta asing.

Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan bank sentral akan mengoptimalkan seluruh instrumen kebijakan yang dimiliki untuk menjaga stabilitas pasar keuangan dan ketahanan eksternal Indonesia.

"BI terus berada di pasar dengan mengoptimalkan seluruh instrumen kebijakan yang dimiliki untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dan menjaga kecukupan likuiditas valas," kata Denny.

Sebagai langkah pengendalian, sejak 2 Juni 2026 BI telah menerapkan batas transaksi pembelian valuta asing tunai terhadap rupiah tanpa underlying maksimal US$25.000 per pelaku per bulan.

Selain itu, BI terus memperluas penggunaan mata uang lokal melalui skema Local Currency Transaction (LCT) dengan sejumlah negara mitra seperti Tiongkok, Jepang, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab.

Tembusnya level Rp18.000 per dolar AS menjadi alarm baru bagi perekonomian Indonesia. Di tengah derasnya arus keluar modal asing dan ketidakpastian global, pasar kini menunggu efektivitas langkah Bank Indonesia serta kemampuan pemerintah menjaga kepercayaan investor terhadap ekonomi nasional.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com